Seperti biasa Dokter Yugi hari ini pulang malam, pasiennya tidak begitu banyak. Sebagai salah seorang dokter umum di salah satu rumah sakit di pinggiran kota, ia sering pulang dengan berjalan kaki. Sesekali ia bertemu dengan penduduk setempat yang masih berlalu lalang di jalan yang ia lalui.
Dokter Yugi tinggal di sebuah rumah kontrakan yang sederhana, baginya rumah yang ia tempati sekarang cukup nyaman bagi seorang dokter muda seperti dirinya. Setelah sampai di rumahnya, ia segera membersihkan tubuhnya, meminum segelas air putih dan menyalakan televisi. Menonton berita yang sedang hangat dibicarakan akhir-akhir ini.
Sambil merebahkan tubuhnya mencari posisi yang nyaman, ia merasakan ada sebuah buku yang mengganjal di punggungnya. Ia lalu mengambil dan membacanya, buku itu rupanya sebuah novel yang menceritakan tentang sebuah eksperimen yang mengerikan. Yugi teringat, sudah lama ia tidak meneruskan membaca novel ini, semua itu dikarenakan kesibukannya di rumah sakit.
Ia lalu mulai membaca novel itu kembali, tanpa terasa ia mengantuk, ia pun tertidur. Entah mengapa rasanya ada sesuatu yang berat menghimpit dadanya, nafasnya terasa sesak. Ia pun berteriak, pada saat ia terbangun, sebuah ruangan bersih berbau alkohol menyambutnya.
"Dimana aku?", tanyanya kepada dirinya sendiri, ia kaget ketika menyadari dirinya menjadi seorang perempuan.
Ia lalu bangun dan berjalan ke arah pintu, pintu itu terkunci," dimana ini?", sekali lagi ia bertanya pada dirinya sendiri. Tiba-tiba ia teringat, tempat ini mengingatkannya dengan cerita yang ada di novel yang baru saja ia baca. Ruangan tempat ia berada ini sama persis dengan ruangan tempat dimana pembantaian itu terjadi.
Yugi kembali duduk ditempat tidurnya sambil mengingat apa yang akan terjadi selanjutnya. Didalam novel itu ruangan yang ia tempati sekarang adalah salah satu ruangan yang terdapat di lantai bawah sebuah rumah sakit, tempat ini merupakan tempat eksperimen dengan menggunakan manusia sebagai kelinci percobaannya.
Yugi ingat sebentar lagi akan ada orang yang mengantarkan makanan, ia lalu berpura-pura tidur. Benar saja, tidak berapa lama terdengar suara kunci, pintu terbuka, seorang suster yang berumur sekitar 30 tahun masuk membawa makanan, ketika suster itu lengah, ia segera memukul tengkuk wanita itu. Setelah itu ia lalu membungkus tubuh wanita itu dengan seprai dan mengurungnya dikamar mandi.
Dengan berbekal kunci yang dibawa suster tadi, ia keluar kamar dan tidak lupa menguncinya kembali.
Koridor rumah sakit itu terlihat sepi, Yugi yakin pasti ada kamera pengawas di sekitar tempat itu, benar saja, disudut kanan atas terlihat ada kamera pengawas. Dengan cepat ia mematikannya.
Menurut novel itu, dirinya merupakan kelinci percobaan terakhir untuk hari itu, ia berlari mengingat jalan keluar dari tempat yang mengerikan ini, tanpa sengaja ia melihat sebuah ruangan yang diyakininya sebagai jalan keluar, ketika ia memasukinya, terlihat didepan matanya pemandangan yang menjijikkan, walaupun ia seorang dokter tetap saja apa yang dilihatnya saat ini membuatnya ingin muntah.
Didalam ruangan itu terlihat sekitar tiga puluh tabung kaca yang besar, berisi sebagian besar wanita dengan bentuk yang menyedihkan, ada yang kepalanya membesar, ada juga yang tangannya terletak di tempat kaki dan kakinya terletak di tempat tangan, bertubuh wanita tapi berkaki kadal, yang menyedihkannya lagi semuanya itu hidup, wajah mereka penuh dengan kesakitan, Yugi kemudian menghancurkan tabung itu satu persatu.
Salah satu dari korban eksperimen itu mengucapkan terima kasih, terdengar suara langkah kaki yang menuju kearahnya, Yugi yang telah mengetahui jalan keluarnya langsung berlari, ketika membuka pintu ia tersadar dan kembali berada di luar novel.
Yugi membawa buku novel itu ke tempat sampah, ia tidak ingin kembali mengalami hal yang mengerikan yang baru saja ia alami, menjadi seorang perempuan lagi. Cukup sudah, ia bersyukur dengan keadaannya saat ini.
TAMAT