“Dimana ini”Ucap Lesya terkejut ketika terbangun, mendapati dirinya di tempat yang asing.
Lesya perlahan akan bangkit, ketika pintu dibuka dengan sangat kencang Lesya pun begitu terkejut melihat siapa yang melakukannya.
“Anthea!” geramnya ketika melihat ku masih di tempat tidur.
“Tunggu! Tunggu” pekik ku mulai berjalan mundur ketika melihat pria itu mulai mendekati ku.
“Harus menunggu berapa lama lagi hm? bersiaplah dengan cepat atau aku akan meninggalkan mu disini” ucapnya kemudian berlalu keluar
“Wajah nya sangat mirip dengan karakter Tristan di Novel yang ku baca, dan Anthea?bukan kah itu!” pekik ku terkejut, akupun langsung berlari menuju cermin.
“Masih wajahku... ” ucapku sembari memegang pipi dan hidungku.
“Nona Anthea, kami diminta tuan Tristan untuk memastikan anda bersiap-siap”
“Apa yang sebenarnya terjadi” lirihku membuat kedua pelayan ini kebingungan.
“Apa ada masalah Nona? jika ada nona bisa pikirkan itu nanti, yang terpenting sekarang jangan membuat tuan Tristan marah”
Akupun mengikuti keinginan mereka dengan raut wajah bingung...
“Apa kamu menyukai hukuman ku kemaren hm? sehingga kamu ingin membuat ku marah sekarang” ucapnya mencengkram rahang ku dengan wajah tegas dan tampannya
Seketika aku teringat akan kejadian ini, ini adalah salah satu part novel on going yang ku tunggu update setiap harinya... dan setelah ini aku tidak tau apa karena masih bersambung, dan aku tahu betul hukuman seperti apa yang Tristan berikan pada Anthea di part sebelumnya...
“Apa Tristan akan mencium ku? meskipun dia melihat ku sebagai Anthea, tapi bagaimana rasa ciumannya ya”batin konyol ku sembari terus memandang wajah Tristan.
“Cih! kamu benar menginginkan ciuman itu lagi” bibirnya terangkat untuk tersenyum sinis dan merendahkan, aku pun tidak terima karena karakter Anthea dianggap seperti gadis murahan
Akupun mendorongnya dengan sekuat tenaga, dan berjalan melalui nya
“Ayo kita berangkat, kurasa kamu tidak akan senang jika kita datang terlambat”
“Sejak kapan Anthea si gadis bodoh, menjadi peka seperti ini” ucapnya sembari berjalan melewati ku.
Aku pun hanya menggelengkan kepalaku, dan berjalan menuju mobilnya kemudian kami pun berangkat... dia duduk di depan bersama tangan kanannya, dan aku duduk di belakang sendirian.
Diperjalanan aku hanya asik melamun dengan apa yang terjadi padaku kini, aku menjadi karakter utama perempuan di dunia novel yang kubaca?
Anthea, gadis bodoh dan lemah.
Dia memiliki sesuatu yang berbeda, yaitu paranoid nya akan menjadi nyata. Setiap dia merasa takut akan sesuatu, maka kejadian itu akan benar benar terjadi. Dan kini Lesya akan terjebak pada hal ini kini tanpa tahu cara keluarnya...
Dan Tristan, Seorang pria yang sangat amat dingin dan terasa sangat mustahil mencintai seorang gadis seperti Anthea. Meskipun sebagai pembaca Lesya sangat yakin nanti Anthea dapat meluluhkan Tristan yang di penuhi dengan sisi dominannya...
“Apa kah aku akan menjalankan tugas Anthea untuk meluluhkan hati pria kaku seperti Tristan?” Lesya membatin
“Hohooo! tentu saja aku akan melakukannya dengan senang hati”batinku lagi sembari terus tersenyum manis, dapat ku lihat Tristan memandang ku aneh dari depan sana.
Kami pun sampai di sebuah pesta, yang ku tahu ini adalah pesta tahunan keluarga Tristan. Dan jangan tanyakan posisi Anthea, dia hanyalah budak kecil yang dijadikan mainan oleh Tristan. Anthea memiliki perawakan kecil dengan wajah yang sangat cantik bak seorang dewi, itu sebabnya dia membawa Anthea kesini untuk menghindari pertanyaan tentang pasangan.
“Jangan senang dulu, aku hanya terpaksa berdansa dengamu”bisiknya dengan lembut membuatku merinding
“Bisa bisanya, dia berkata dengan sangat dingin dan lembut secara bersamaan“ batinku terus mengikuti gerakan dansanya.
“Sepertinya akan asik bermain main dengan kelebihan yang dimiliki Anthea”batinku sembari tersenyum licik.
Akupun mengatur emosi ku menjadi raut wajah takut, aku membayangkan hal hal menyedihkan dan menakutkan kemudian di dalam hati berkata “Aku sangat takut jika Tristan jatuh cinta padaku saat berdansa seperti ini, kami terlalu dekat”
Ajaib! dapat kurasa Tristan mengeratkan pelukannya dan terus membawa langkah ku ke tengah kerumunan dansa, kemudian dia berbisik
“Aku mencintaimu!”
“OMG!!!!” Teriak batinku histeris.
Dia semakin mendekat, jarak semakin menipis.. aku dapat merasakan hembusan nafasnya di wajahku...
“Oh nooo!!!! jangan sampai dia menciumku” batin ku benar-benar ketakutan kali ini dan...
Cup!
Byur!
“Lesya bangun, sudah siang ini”teriak kakak perempuan ku tanpa rasa bersalah sedikitpun karena membangunkan menggunakan air.
“Iya iya aku bangun”Ucapku kemudian membuka mata dan mulai mencerna segalanya...
“Hanya mimpi”aku menghembuskan nafasku kasar
“Aku sangat takut pada sosok Tristan yang kasar dan dingin, malah terbawa ke mimpi dan masuk ke dalam dunia novel dimana aku menjadi seseorang yang selalu berada di dekatnya”ucapku sembari tersenyum canggung.
“Paranoid yang menjadi Nyata, apa kelebihan yang dimiliki Anthea benar benar ada diunia” gumamku sembari berhayal di siang bolong.
END.