Namaku Andika sering dipanggil dika awalnya aku hendak berlibur keluar kota karena bulan itu adalah bulan yang sangat spesial dimana seluruh karyawan menikmati libur nasional karena menyambut akhir tahun namun nyatanya aku terkena nasib yang sial yaitu pesawat yang aku tumpangi mengalaminya kecelakaan sehingga aku terjatuh ke laut bebas
Pada saat itu aku mulai pasrah dengan keadaan karena sangat tidak mungkin bagi seorang manusia bisa selamat jika terlalu lama berenang di laut bebas, namun Tuhan berkehendak lain, aku justru terseret hingga ke sebuah Pulau terpencil
Yang aku sendiri tidak tahu itu dimana, namun setelah aku sadar hal pertama yang aku lihat adalah seorang gadis cantik jelita, hingga membuat mata tak dapat berkedip dengan normal dan detak jantung berdetak sangat cepat
Bagaikan dikejar sesosok ghost, karena pusat pandangannya tertuju pada tubuhnya yang telah basah akibat air laut, dilihat secara sekilas membuat dika terpesona bahkan sempat sekali ia berfikir ke sesuatu hal yang terlarang
Namun karena dia adalah seorang pria sejati jadi ia tidak akan melakukan hal tersebut ditempat yang tidak dikenal, justru Dika berniat untuk membangunkannya karena tidak baik jika memakai baju yang basah dalam waktu yang cukup lama
"Hey,.. Bangun, kalau kamu tidak bangun kamu bisa sakit" seru Dika sambil mengguncang tubuh wanita tersebut secara perlahan
Sampai beberapa saat wanita tersebut terbangun dari pingsannya dengan memegangi kepalanya, wanita tersebut melihat tangan Dika menyentuh lengannya hingga dengan reflek ia langsung menampar Dika dengan keras
Plak...
Suara tamparan yang cukup keras membuat pipi Dika merah dan membekas diwajahnya
"Awww.... Sakit" rintis Dika dengan memegangi pipinya yang telah ditampar oleh wanita itu
"Dasar mesum" teriak wanita tersebut dengan menggenggam setiap lengannya sambil bergerak mundur menyeret tubuhnya secara perlahan
Dika yang dikatain seperti itu sangat tidak Terima hingga dengan emosi dia berkata, "Hey, kamu ini enggak tahu diri banget ya, udah ditolong malah nampar, dan sekarang masih ngatain orang lagi"
Karena kesal dika berdiri lalu berjalan meninggalkan cewe tersebut seorang diri di pesisir pantai, karena dika ingin mencari makanan didalam pulau
Sedangkan wanita tersebut yang mendengar perkataan dika kini mulai tersadar kalau sifatnya sangat tidak pantas bagi seorang penolong hidupnya
Hingga dirinya berdiri dan mengejar pria yang sudah menolongnya
"Tunggu sebentar" panggil wanita itu kemudian dika berhenti didepan pohon kelapa
"Ada apa?" tanya Dika dengan datar
"A-aku tahu kalau aku sudah berbuat salah darimu, tapi tolong jangan marah kepadaku" seru wanita itu dengan malu-malu
"Kenapa, apa karena kamu butuh aku?" tanya datar Dika tanpa memalingkan wajah karena dia sedang menatap pohon kelapa yang ada didepannya
"Hmm,.. Sebenarnya aku takut jika sendirian berada ditempat sepi"
"Tapi inikan siang"
"Walaupun" ucap wanita itu dengan memainkan jaringan
"Haa.." hela nafas panjang Dika sebelum melepas kemejanya
Wanita itu yang melihat pria membuka baju dengan cepat merespon berkata, "Kamu sedang apa!!!" panik wanita itu sambilan menutup matanya
"Enggak usah berfikir aneh-aneh, pakailah kemejaku dari pada kamu memakai baju basah itu" ucap Dika sambil memberikan kemejanya kepada wanita tersebut
"Tapi kamu?" tanya wanita itu yang mengira kalau Dika tidak memakai baju namun ternyata dugaannya salah karena dika sudah memakai kaus untuk double dengan kemejanya
"Jangan salah sangka, aku tidak ingin kamu sakit hanya karena masuk angin, jadi pakai kemejaku untuk sementara sampai bantuan datang dan kenapa kamu harus pakai daster segala sih" keluh dika terhadap wanita dihadapan
"Itu rahasia wanita" ketus dirinya kemudian pergi meninggalkan dika awalnya dika bersifat dingin namun kini dia sudah tidak bisa tahan lagi, karena wajah cemberutnya begitu manis hingga membuat detak jantung 3x lebih cepat dari batas normal
"Sial, dia cantik banget" batin dika sambil memegangi jantungnya namun karena tidak ingin terlalu dipikirkan dia segera memanjat pohon kelapa untuk mengambil buahnya
Tidak lama memetik buah akhirnya kelapa dapat di kumpulan sebanyak 10 buah dan itu masih muda semua, dan ketika dika turun dia juga melihat wanita tersebut keluar dari balik semak dengan mengunakan kemeja yang dipinjamkan oleh Dika
Dengan ekspresi malu wanita itu berkata, "Maaf kalau aku tidak membantumu tadi" ucapan pelan disertai wajah merah malu membuat Dika tidak tahan hingga dengan tiba-tiba hidungnya mengeluarkan darah kemudian pingsan ditempat karena sudah tidak kuat melawan hawa nafsu
Sampai sore menyingsing, sore itu Dika terbangun dari pingsannya dan dirinya sudah ada di rerumputan dekat pohon kelapa yang dia panjat dengan ditemani wanita yang sampai sekarang belum dia kenal
Terlihat wanita itu sedang mengerut isi kelapa mengunakan tangan kemudian mengunyahnya dengan jari dimasukan kedalam mulut, lagi-lagi Dika harus melawan hawa nafsunya hingga hidungnya mengeluarkan darah untuk kedua kalinya
"Hey, kamu tidak apa-apa?, hidungmu mimisan tuh" ucap gadis tersebut sambil melihat Dika diam melongo menatap dirinya
"Aku tidak apa" jawab Dika sambil mengelap darah yang ada di hidungnya
Setelah kejadian itu akhirnya mereka makan kelapa bersama, sempat Dika bertanya kepada Wanita itu disaat dia sedang mengerut isi kelapa mengunakan kulit kelapa yang dirinya kupas
"Aku belum tahu namamu, bisa kita kenalan?" tanya Dika sambil mengulurkan tangan kanan
"Heh!!" bingung wanita tersebut, Dika yang melihat bisa tahu kalau tangannya sedang kotor
"Nih, aku ada satu lagi" dika memberikan serpihan kulit kepala kepadanya
"Eh,.. Terimakasih, tapi aku tidak bingung karena itu" ucap wanita mengambil apa yang diberikan Dika
"Lalu?"
"Aku ini seorang selebriti hiburan dunia maya, masa sih kamu enggak kenal aku"
"Buset... pantesan cantik banget" batinnya dengan menutup mulut mengunakan tangan kanannya
"Jangan-jangan kamu memang enggak kenal, aku!!"
"Sebenarnya aku tidak terlalu suka dengan dunia hiburan, dan lebih memilih untuk terus menjalani hidupku"
"Hidup?" bingung wanita itu
"Bekerjalah untuk bisa beli makanan, dan beribadah lah untuk memperoleh hidup yang abadi nantinya"
"Kenapa kamu tidak punya impian?"
"Ehmm.. Kaya gimana jelasinnya, sebenarnya sih jika aku boleh jujur impianku cuman satu"
"Apa itu?"
"Mendapatkan kebebasan yang sesungguhnya, agar kita bisa lebih memikirkan kebahagiaan dari pada sebuah kertas yang membuat orang tergila-gila"
Ucapan itu membuat hati sang wanita bergerak karena selama di dunia selebriti dirinya selalu mendapat kekang seperti cara makan, hidup teratur dan belajar untuk mengerjakan sesuatu yang seharusnya digunakan untuk mencari kebahagiaan
Namun setelah mendengar perkataan dika kini hatinya sudah tidak bisa dibohongi lagi
"Loh?, kenapa kamu senyum?" bingung dika
"Enggak kok, aku hanya merasa sedikit senang"
"Aneh, tapi aku belum tahu nama mu"
"Namaku Jesica" ucapnya sambil mengulurkan tangan
"Namaku Dika" untuk pertama kalinya dika menjabat tangan seorang selebriti dunia maya
Setelah kejadian itu kini mereka menjadi dekat bahkan sering canda tawa dan mencoba untuk bertukar cerita sampai tanpa sadar hati Dika dan Jesica sudah menumbuh benih-benih cinta
Semua berlalu hingga hari sudah mulai malam, karena dika tidak ingin gelap-gelapan jadi ia mencari ranting dan menghidupkan api unggun di pesisir pantai agar bisa dilihat orang
"Dika, apa kita akan keluar dari sini?" tanya Jesica dengan sedikit takut akibat melihat hutan pulau yang begitu lebat
"Kamu tidak usah khawatir, cepat atau lambat kita akan selamat dari sini"
"Tapi sampai kapan" tanya Jesica sambil memberikan kemejanya dika karena dasternya sudah kering
"Aku juga tidak tahu" jawab dika sambil menerima kemejanya namun setelah melihat wanita dihadapannya mulai kedinginan ia segera berjalan dan memakainya untuk digunakan sebagai penghangat tubuh
"Kamu ini sungguh bodoh, lain kali jangan dipaksakan lagian aku tidak apa-apa jika tidak pakai kemeja ini" seru dika yang duduk di samping wanita itu
"Kenapa kamu begitu baik denganku?"
"Jangan berfikir terlalu jauh, aku hanya ingin melindungi mu disini, karena akan susah jika harus ditanya wartawan kalau terjadi sesuatu sama kamu"
"Apa kamu benci artis?" tanya Jesica sambil menatap tajam kearah dika
"Tentu saja aku tidak membencinya, karena mau bagaimanapun itu tetaplah sesuatu hal yang bagus, apalagi ada penggemarnya aku yakin fans tersebut akan merasa senang jika melihat orang sepertimu"
"Kenapa harus senang?"
"Karena mereka suka sama kamu dan bermimpi bisa menjadi sepertimu" balas dika dengan disuguhi senyum tulus yang membuka jantung wanita tersebut berdetak dengan sangat cepat dan wajah ikut memerah
"Kamu sudah punya pacar atau kekasih?" tanya Jesica untuk memecahkan suasana
"Belum"
"Kamu orang baik, tapi kenapa tidak memiliki kekasih?"
"Kadang kebaikan tidak selalu dibalas dengan baik"
"Kalau gitu mari kita pacaran" ujar Jesica membuat dika terkejut
"Kenapa kamu mau sama aku, padahal kita belum kenal lama?"
"Haha,.. Kamu ini bodoh juga ya, aku sudah mengenal dunia maya kurang lebih 6 tahun dan aku tahu orang yang berakting dan yang sungguhan" tawa kecilnya membuat Dika tersenyum ketika menatap Jesica
"Kenapa kamu tersenyum?"
"Aku sedikit tidak menyangka kalau wanita yang akan menebak pria lebih dulu" ucapan Dika membuat Jesica malu hingga mencabuti perutnya
"Aaww,.. Sakit, Jes" rintis Dika dengan berusaha untuk melepas cubitan Jesica
"Bodo amat" ketus Jesica karena marah
Karena posisi Dika tersudut terpaksa dia berkata dengan lantang
"Kalau aku suka denganmu bagaimana?" ucapan Dika membuat Jesica menghentikan aksinya
"Ha!!, sejak kapan kamu suka sama aku" tanya balik Jesica
"Rahasia" jawab singkat Dika membuat jesica semakin murka walaupun begitu menurut Dika justru melihat wanita tersebut marah malah membuatnya terlihat lebih manis
Namun beberapa saat suasana langsung hening dan membuat mereka buang muka karena sudah mulai malu untuk berbicara satu sama lain, akan tetapi disaat mereka masih berdiam diri terlihat bintang begitu banyak yang bercahaya di langit, hingga mereka yang melihatnya hanya takjub dengan keindahan yang mereka jumpai saat ini
"Wah,.. Indahnya" takjub jesica dengan mata berbinar
Karena suasananya sangat pas dika mulai berbicara kepada jesica
"Jesica, maukah kamu jadi kekasihku" ucapan dika membuat mata jesica terfokus kearah dika
"Apa kamu yakin mau denganku?" tanya ragu jesica dengan apa yang dia dengar
"Aku tidak tahu jelas, tapi sudah sejak kita bertemu aku mulai ada rasa suka akan tentang dirimu"
"Ha,.. Kalau gitu mari kita jalin hubungan, dari sekarang" ajak jesica dengan air mata mulai mengalir membasahi pipi
Setelah itu malam dibawah rembulan dengan disertai gemuruh ombak yang terus berbunyi telah menjadi saksi mata mereka yang merupakan kekasih yang telah terikat benang cinta akan tetapi pertemuan mereka sedikit lebih tidak masuk akal entah itu karena nasib atau takdir
Sampai di esok hari mereka berdua ditemukan oleh petugas kepolisian dan dibawa kembali ke rumah masing-masing namun bukan berarti kisah cinta mereka berhenti karena mereka sudah kembali justru mereka malah menjalin hubungan lebih serius lagi
Sampai 3 bulan kemudian mereka dinyatakan sah sebagai suami-isteri dan mulai hidup bahagia di rumah baru mereka
*SELESAI*