Dinner malam ini sangat menegangkan. Orang tua Aurel dan Bagas saling bertemu satu sama lain.
Sebelumnya mereka belum pernah bertemu satu sama lain.
Tapi kini, permintaan dari Aurel telah dikonfirmasi oleh kedua orang tua mereka.
"Iya, anak kita cocok banget kan" Ucap Mamah Aurel.
"Cocok lah, apalagi sama Bagas. Dia kan ganteng banget" Puji mamahnya sendiri.
"Mah, pah.. Bagas sama Aurel ijin keluar dulu ya" Bagas meminta ijin pada semua yang ada di sana.
"Iya, boleh kok"
Aurel dan Bagas pun keluar dari restoran yang telah di boking oleh Bagas.
Mereka keluar sambil bergandeng tangan layaknya seorang suami istri.
"Ngapain sih ngajakin aku keluar?" Tanya Aurel heran.
"Aku mau kasih kejutan sama kamu"
"Kejutan? Kejutan apa emangnya?"
"Ikut aku ya, ke suatu tempat. Soalnya kejutannya ngga ada disini" Jelasnya.
Bagas pun mengambil mobilnya dan membawa Aurel ke suatu tempat. Yang pasti itu sangat rahasia.
Sesampainya di sebuah tempat yang dibicarakan oleh Bagas, Aurel benar benar terkejut.
Karena mobilnya diparkiran di sebuah hotel mewah.
"Kok berhenti? Mau ngapain kita kesini?"
"Hadiahnya ada disini"
Bagas pun menggenggam tangan Aurel dan masuk ke hotel bersama sama.
Sampai si salah satu kamar, Bagas mencium bibir Aurel.
"Jangan, Bagas.. aku ngga mau" Tolak Aurel.
"Kenapa ngga mau? Sekali aja"
"Tapi kan kita belum menikah. Tunggu Restu dari mamah sama papah dulu dong"
"Ngga papa Aurel, sekali ini aja"
Aurel pun mengangguk dan akhirnya mereka melakukan hal yang seharusnya tidak mereka lakukan diluar nikah.