[Aku Masuk Dalam Novel Begitu Bangun Tidur]
Aku ingin melanjutkan cerita yang mandek di tengah jalan. Sudah sebulan ini belum ada inspirasi. Ditambah lagi sedang update novel ongoing lainnya.
Aku baca novel fan fiction yang kubuat dari bab satu. Aku menangis sendiri membaca tokoh utamaku yang menderita. Dimulai dari kekerasan s yang menyebabkan ia hamil di luar nikah. Diusir dari rumah. Kenapa aku buat ia menderita seperti ini. Harusnya aku bikin dia happy.
Aku mengantuk dan tertidur.
***
"Noona? Kau nggak pa pa?"
Eh? Aku benar-benar melihatnya? Jung Kook BTS. What the f***!?
Apa ia marah aku buat karakternya jadi jahat di awal cerita. Tapi sudah aku buat jadi sosok yang baik dan bertanggung jawab, kok sekarang.
Aku melihat sekitarku. Aku tahu ini rumah sakit karena dalam cerita yang aku buat, satu keluarga bergantian masuk rumah sakit. Hana karena dipukul dan melahirkan. Kiki, anak Hana dan Jung Kook sakit demam. Jung Kook karena cedera saat bertarung.
"Ini di rumah sakit?" Aku bertanya yang aku tahu jawabannya.
"Iya. Noona tadi jatuh di kamar mandi. Tapi Mimi nggak pa pa."
"Mimi?"
Jung Kook mengelus perut buncitku. Eh!? Ada adik Kiki! Alamak. Aku yang nggak pernah hamil dan punya anak sekarang mau lahiran yang kedua.
"Kiki? Seon Ho?"
"Kiki dan Seon Ho sama ibu. Nanti ibu datang bawa bubur."
"Bilang ke ibu jangan repot-repot. Aku bisa makan makanan dari rumah sakit."
"Sudah aku bilang begitu tapi tahu sendiri kan ibu kayak apa."
Tentu saja! Karena aku yang bikin karakter ibu Hana dan Jung Kook seperti itu.
"Eomma ..." Kiki datang bersama ibu dan ayah.
Aku bisa melihat pipi gembul dan perut buncitnya.
"Eomma ..." Seon Ho, anak angkat Hana dan Jung Kook yang lebih tua dari Kiki.
Kiki dan Seon Ho melihatku.
"Eomma nggak pa pa. Mimi juga nggak pa pa. Besok eomma sudah bisa pulang."
Tapi aku maunya pulang ke duniaku. Aku mau lanjutin cerita ini sampai tamat walau masih belum tahu kapan dan bagaimana akan tamat. Kasihan yang sudah nunggu-nunggu update-tan cerita ini.
Aku ingin ke belakang karena panggilan alam. Jung Kook melihatku dan menggendongku menuju kamar mandi. Lumayan. Mungkin ini cuma mimpi tapi kapan lagi bisa digendong dia. Menyentuh dadanya yang bidang.
"Tolong tutup pintunya."
"Buat apa? Aku sudah pernah lihat semuanya. Bahkan Noona juga sering kasih lihat aku." Jung Kook tetap melihatku.
"Aku malu ..." Aku menundukkan kepalaku.
Yang kamu lihat itu bukan aku tapi Hana.
Akhirnya pintu kamar mandi ditutup. Aku memikirkan cara agar aku bisa kembali. Jika aku masuk ke dunia novel ini dengan tidur. Mungkin aku bisa balik dengan cara tidur juga.
"Noona sudah selesai?" Jung Kook cemas karena aku lama di kamar mandi. Ia membuka pintu kamar mandi.
"Astaga! Bisa-bisanya tidur di sini." Jung merapikan pakaianku. Ia membawaku kembali ke ranjang.
"Aku mau pulang," gumamku.
"Iya. Besok kita sudah boleh pulang."
Aku tertidu lagir. Berharap bisa kembali lagi ke dunia asalku. Tetapi sepertinya tidak. Aku tetap menjadi Hana saat terbangun. Mungkin aku harus menjalani hidup sebagai Hana saat ini dan seterusnya.