Alina baru saja menutup telpnya ketika bunda memanggilnya
" Al......nanti antar bunda sebentar ya sebelum
pergi" kata bunda.
" ya bun mau kerumah tante nisa lagi?" tanya alin
" iya, buat motong kain persiapan penikahan mas gege " jawab bunda.
" ya ...ini alin mau mandi dulu, bunda dandan dulu
aja" kata alin lalu masuk kekamarnya dan bergegas
kekamar mandi.
Sore itu alina pun mengantar bunda lebih dulu
sebelum bertemu tasya sahabatnya untuk bikin
tugas kuliah bersama.
" bun alin langsungan ya" pamit alin pada sang bunda. ketika sudah didepan rumah tante nisa.
" ngak masuk dulu, menyapa tantemu" kata bunda.
" al buru buru bun, sudah ditunggu tasya nih" kata
alin sambil menghidupkan mesin motornya.
" ya sudah hati hati dijalan ya, jangan ngebut" pesan bunda
" ya bun.......brumm......
...........................
Alina dan Tasya sedang sibuk membuat tugas ketika bi minah mengantarkan dua gelas jus jambu
dan setoples cemilan.
" non cemilannya bibi taruh meja ya non" kata bi
minah
" iya bi makasih " kata tasya.
" bi makasih banget sudah ngerepotin" timpal alin
ketika bi minah hendak kembali kedapur
" sama sama non" jawab bi minah tersenyum.
" ya dikit lagi ya al?" tanya tasya.
" ya ini tinggal sedikit kok" sahut alin sambil tangan nya masih mengetik dilaptop.
" al, kayanya lama aq ngak lihat ferdi " kata tasya.
" ngak usah diurusin sya, tuh anak memang suka
kaya gitu" sahut alin tetap focus.
" kamu ngak curiga, akhir akhir ini sama dia?" tanya tasya penuh selidik.
" curiga kenapaa" jawab alin santai tampa menoleh.
" maaf nih al, bukan maksudku, menuduh tapi
aq pernah lihat ferdi jalan sam gina pas kapan......
ya. aq lupa tapi aq yakin itu ferdi" kata tasya bercerita.
" biarkan saja" aq juga malas ngurusin tuh orang"
jawab alin cuek.
" trus gimana lanjutannya hubungan kalian?" tanya
tanya penasaran.
" aq dah minta putus sama dia, tapi dia nolak' jawab alin cuek.
" hah.....jadi kalian dah bubaran maksudnya" kata
tasya memastikan.
" huh............aq yang mutusin dia duluan sya, dari pada sakit hati.
" hah .....kok bisa" kata tasya penasaran.
" kamu....hah....hah.....aja sya kaya beo tahu...."
kata alin tertawa.
" cih......sialan kamu al, aq cuma penasaran aja
gimana kalian putusnya.
Akhirnya alin pun bercerita ketika suatu hari alina
jalan bersama ferdi kesebuah toko buku.
flasback.
Sore itu alina mengajak ferdi untuk membeli buku
disebuah toko buku yang tak jauh dari mall.
toko buku yang jadi langanan alin apabila membutuhkan semua perlengkapan kuliah,
karna itu lah tempat favorit alin untuk mencari
buku karna disana sangat lengkap.
Namun saat asyik memilih buku, ponsel fredi
berdering. mendengar itu ferdi langsung menjauh
ketika untuk mengangkat ponselnya.
" kenapa menjauh, jadi curiga " bathin alin
lalu diam diam mengikuti ferdi dibelakangnya.
sedang ferdi yang tak sadar diikuti berhenti
berjalan ketika berdiri dipojokan rak buku .
" hai sayang....maaf tadi lagi kekamar kecil" jawab ferdi pada suara disebrang sana.
" ...........
" ok sayang sabar aq lagi ngantarin tanteku
belanja" kata ferdi.
Duarr..........
Ada rasa sakit dihati alin seakan tercubit karna
ferdi mengantakan dia seorang tante tante.
" awas kamu fer " bathin alin mengepal tangannya
lalu pergi dari tempat itu.
Alina langsung membayar semua buku yang dia beli dimeja kasih ketika meninggalkan ferdi tadi.
Sedang ferdi yang sudah kembali dengan wajah tampa dosa langsung mendekati alin.
" sudah selesai, bukunya sudah dapat semua?"
tanya ferdi.
" sudah antar aq pulang" kata alin berlalu meninggal ferdi yang berdiri didepannya.
ferdi pun mengikuti dengan santai.
sampai menuju mobil. keduanya tak bicara.
dan ketika sampai alin pun bergegas turun.
karna hatinya kesal dan marah.
" makasih sudah mengantarku" kata alin datar.
" besok aq jemput ya" kata ferdi tampa tahu
ada apa dengan alin.
" ngak usah" jawab alin melangkah masuk ke
dalam rumah.
Ferdi pun berlalu pergi tampa bertanya apapun
lagi karna ada janji yang harus ditepatii dengan orang lain.
Ketika ferdi menelp alin, alin hanya menjawab sibuk dan tak ingin keluar. karna sejak kejadian itu
alin menghindar tak ingin lagi bertemu ferdi.
" kita putus jangan temui aq lagi' itu pesan alin
pada ferdi yang ia kirim lalu memblokir nomor
ferdi agar tak bisa lagi menghubunginya.
Perasaan alin begitu kecewa, marah, benci semua
nya bercampur aduk menjadi satu. dan kini
hanya tertinggal " kata aq paling benci kamu fer"
dalam hati seorang alina.
flasback off.
Tasya yang mendengarkan cerita alin, hanya membuang nafas kasar.
" tapi kenapa kamu ngak tanya dulu siapa yang
telp dia" kata tasya.
" ngak penting sya, lagian kapanpun dia bisa
berdalih' kata alin.
" ya sudah ......aq ngak ikut campur deh" kata tasya
yang lalu menyeruput jus yang ada diatas meja
.......................
Siang ini setelah makul terakhir alin langsung menuju parkiran untuk mengambil motornya.
" al tunggu aq mau bicara " panggil ferdi yang
mendekati alin diparkiran.
" ku rasa tak ada yang perlu dibicarakan" kata
alin ketus.
" dengar al kamu salah paham , aq ngak terima
kamu mutusin sepihak tampa penjelasan" kata ferdi yang menahan alin yang menghindar.
" oh ya, lantas gimana dengan gadis gadis yang
kamu kencani itu" kata alin .
" lin aq cuma berteman biasa, pada mereka
mereka yang mengejarku' jelas ferdi mencoba
menyakinkan alin.
Namun alina bukan gadis yang mudah dibodohi
begitu saja.
" oh ya, trus dengan memanggil kata sayang" kata
alin semakin kesal karna mengelak.
" kapan....aq ngak gitu al" oh ya.
" dengar fer aq mendengar semua obrolanmu
saat ditoko buku, saat kamu mengantarku dan saat
kamu juga berbohong bahwa aq ini seorang tante
tante iyakan" kata alin marah.
Deg........
Wajah ferdi seketika berubah, tak bisa berkata apapun. dengan cepat alina menghidupkan motor
nya lalu pergi begitu saja tampa perduli lagi dengan
ferdi yang mematung.
" shit........sialan........ bagaimana dia bisa tahu" umpat ferdi kesal lalu pergi menjauh dari tempat itu.
Semenjak kejadian itu tak ada lagi sapaan dan kata teguran ketika alin dan ferdi bertemu.ada
sesal dimata ferdi ketika melihat amarah dimata
alina namun kini percuma sudah terlambat baginya
menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
Sedang alina tak perduli lagi,hatinya sudah tertutup
untuk nama seorang ferdi. hanya satu harapannya
sekarang yaitu fokus kuliah menjelang kkn.
Rasa benci , marah, ada dalam diri seorang alina.
ya alin paling benci ferdi, pria yang membohongin
nya tampa alasan yang jelas.
......................
Alina merapikan semua buku yang ia baca di perpus. sebelum meninggalkan kursinya.
namun ketika alin hendak melangkah tiba tiba
" mil kudengar kamu dekat dengan ferdi sekarang
" kata lita yang duduk disebelah mila teman
sekelas lita.
sedang alin yang masih berdiri kembali duduk
penasaran pada kedua obrolan temannya.
sambil berpura pura membuka buku.
" iya gue dekat untuk bantuin dia, karna gladis
senang banget sama ferdi. tapi ferdinya ngak
mau dia cintanya sama siapa. itu yang anak
desain........ " kata mila
"oh si alina yang cantik itu kan.kenapa memang.'
" ya itu pas kita bikin drama si alina tahu kayanya
ferdi sering jalan sama gina, tapi yah ngak tahu
lah .....kaya nya riweh lah" kata mila manyun.
" riweh kenapa, kok bisa gitu mungkin ferdi bercabang hatinya" kata lita.
" ngak cuma si alin dalam paham, jadinya putus"
kata mila.
" yah ......kesempatan di gina dong dekatin si ferdi.
" kata lita.
" yah gitulah kamu kan tahu ferdi itu ganteng imut,
dan keren pastinya semua cewe pengen dekatin
tapi sayang ferdi ngak perduli." kata mila.
" kenapa ...." kata lita penasaran.
" ya karna alina mutusin dia .ferdi jadi berubah cuek, pendiam dan yah kaya orang sedihlah.
" kok bisa. ....." kata lita.
" itulah akibat ngak jujur, jadinya dia kena batunya.
kan aq sudah bilang jujur aja sama alin, eh malah dia ngak mau pacarnya tahu....
" akhirnya ketahuan alin kebohonganya apes deh" kata mila panjang lebar.
' oh....... ya iya lah pantas fiputusi, salah sendiri pake bikin drama segala,kenapa ngak jujur aja dari
awal" kata lita.
" dah lah.....gue ikut pusing mikirin " kata mila
akhir nya fokus membaca.
Tampa mereka sadari alin pun menjauh dari tempat itu sambil membuang nafas kasar.
" aq paling benci kebohongan, sekali berbohong maka akan berbohong menutupi kebohongan yan g lain"
' tak ada yang perlu kusesali" bathin alin melangkah meninggal perpus kampus.
Melupakan semua masalah untuk fokus kemasa depan dan menata hati. kembali sebelum ada cinta lain yang datang.
Tamat.
.