Hari ini adalah tepat dua tahun bersama. Cendana mencoret-coret sebuah lukisan seekor burung merak dengan kanvas dan cat berwana hitam. Pernah dia melukisnya saat duduk berdua bersama Kinan di halaman belakang rumah. Pekarangan yang luas dan tumbuhi dengan bunga- bunga beraneka ragam jenis dan kolam ikan mas yang di penuhi dengan bunga teratai. Sepasang kekasih yang sudah menjalin hubungan asmara dengan ikatan cinta dan kesetiaan itu penuh dengan rasa bahagia.
Mereka selalu berbagi suka dan duka, berkeluh kesah lewat udara. Meskipun mereka terhalang oleh jarak, keduanya saling memberian kabar di kala kesibukan masing-masing. Tidak dengan hari ini, sepertinya Kinan mulai lupa untuk
memprioritaskan wanita yang pernah dia cinta.
“Cendana, lukisan burung merak ini sangat indah” ucap Kinan.
“Ya, ini adalah simbol lukisan milik raja. Engkau adalah raja di hati ku selamanya.”
Mereka saling beradu pandang dengan senyuman merekah. Tapi, segalanya berubah saat hari di musim hujan ini. Cendana sangat membencinya. Cintanya kini berubah menjadi benci setelah mendengar kabar Kinan sedang dekat wanita lain. Sebisa mungkin Cendana membuang semua barang dan kenangan dari Kinan. Dia tidak ingin menangis karena hujan yang deras sudah cukup menggambarkan suasana hatinya.
“Kinan, aku paling benci kamu!” ucap Cendana sekuat-kuatnya.
_FINISHED_
🌿Instagram @arsyalfaza