Selama dua tahun bersama, tak ada sedikitpun kenangan bersama mu yang tak ku lupakan namun setiap ku mengingat semuanya, malah membuat kebencian terhadap mu semakin tumbuh dan tumbuh,
Cinta yang kita ukir dua tahun lalu sudah benar benar karam tak bersisa ketika kamu memilih dia.
Namun aku tetap bertahan dan menyadarkan ku yang seolah-olah sudah tersihir olehnya.
Tapi apa yang kudapatkan,
Hinaan, bahkan cacian dari mulut manis mu.
Hanya demi dia, kamu menyakiti ku
Baik...
Aku pergi dan jangan harap akuu...
Akan kembali, dan jangan pernah memohon
Untuk kembali, karna menangis darah pun
Tak kan bisa meluluhkan hatiku
Yang sudah kau hancurkan.