[Paling benci kamu!]
"Apa maksud, Tante?" Hana tidak mengerti saat ibu Joshua berkata kalau Joshua masih mencintai Hana sampai saat ini. Selama ini Hana mengira Joshua sudah tidak menyukainya karena Joshua meminta putus hanya melalui pesan WhatsApp.
"Joshua masih mencintaimu," ucap ibu Joshua. "Ia memilih putus karena tak ingin kau menderita." Ibu Joshua menceritakan semuanya. Bahwa Joshua sedang berada di rumah sakit. Joshua tak ingin Hana melihatnya.
Hana lalu pergi ke rumah sakit tempat Joshua dirawat.
"Ibu, tolong ambilkan minum." Joshua merasa ibunya yang datang.
Hana mengambilkan segelas air dan memberikannya ke Joshua. Aroma parfum Hana tercium. Joshua tahu siapa yang datang.
"KELUAR! KELUAR KAU DARI SINI!" Joshua membanting gelas. Kaca berceceran di lantai. Hana membersihkannya.
"Ouch." Tangan Hana terluka. Joshua cemas. Ia ingin membantu Hana. Tetapi penglihatannya ...
Hana tetap berada di kamar. Berada di dekat Joshua. Joshua mendorong tubuh Hana. Hana terdorong ke lantai. Tidak ada suara dari Hana. Joshua cemas. Ia turun dari ranjangnya. Tangan dan kakinya meraba-raba lantai. Ia akhirnya bisa menemukan Hana.
Saat ia menyentuh wajah Hana, Joshua tahu Hana menangis.
"Josh, aku ingin kita tetap bersama."
"Aku buta. Aku cacat." Joshua sebenarnya ingin tetap bersama Hana. Tapi ia tahu diri.
"Aku tak mempersalahkannya."
"Ayah dan ibumu?"
"Aku akan berusaha meyakinkan mereka. Mereka pasti mengerti."
"Banyak pria lain yang bisa bersamamu."
"Tapi pria itu bukan kamu."