aku bernama Hao Feng terbangun dari tidur, aku segera bersiap, setelah bersiap aku segera menarik koper kecilku menuju ke sebuah agensi besar karena di hari pertamanya bekerja akuharus menemani sang aktris ke kota kecil untuk syuting.
aku melajukan motornya cepat agar tak terlambat karena ini akan menjadi pekerjaan baru aku.
aku telah diterima menjadi manajer dari seorang aktris terkenal Xiao Ling Ling.
sesampainya di sana aku dibuat terkejut karena teriakan seorang perempuan dengan orang-orang yang berbisik di depan ruangan make up ini.
mengetahui jika aktris aku lagi di ruangan make up aku segera masuk dengan terburu buru, takut jika terjadi sesuatu kepada aktris aku.
tapi yang aku lihat sekarang sungguh berbeda dengan apa yang aku pikirkan tadi.
"aduh kau ini bagaimana sih, lihat ini baju mahal ku. memegang kuas lipstik saja kau tidak bisa" kesalnya
"bahkan gaji mu setahun tak akan bisa menggantinya" tatap nya sinis
"saya minta maaf" ia tertunduk
"haiss.. minta maaf, sangat mudah seseorang untuk minta maaf ya. aku seorang aktris yang kaya raya tidak akan pernah menerima permintaan maaf dari si miskin! " kesal dan ejekan ia campur jadi satu
"wah.. bagaimana orang orang bisa tetap menyukai gadi sombong seperti ini. apa, karena bakatnya? " batin aku kesal
"ia sudah minta maaf, lagipula ia juga tak mungkin sengaja kan? " aku membela penata rias itu
"siapa kamu berani memerintah saya?! cih, hanya pria kismin saja"
"aku manajer baru mu. jika kamu terus seperti ini tidak akan ada yang mau mendekati dirimu" aku melipat kedua tangan ku
Ling Ling memanas.
"aku punya banyak uang semuanya akan datang padaku dengan mudah" ia tersenyum mengejek
CEO segera masuk dan meleraikan pertengkaran. menyuruh agar penata rias tadi keluar.
"saya harus segera pergi. saya tidak bisa menjadi manajer orang sombong seperti ini" aku marah dengan sikap Ling Ling
"saya akan menaikan gaji mu 2x lipat" ia memohon
sudah 14 manajer yang mengundurkan diri karena sikapnya dan karena sudah harinya untuk mereka pergi dan tidak mungkin mencari manajer baru ia mencari cara agar Hao Feng mau bertahan.
aku tertarik atas tawarannya dan menyetujuinya. mengabaikan Ling Ling yang menyebutnya 'mata duitan'
~~~
pesawat segera berangkat, Ling Ling yang menaiki pesawat pribadinya hampir tertidur sampai ia terkejut karena goncangan kuat di pesawat.
menyadari bahwa pesawat ini akan jatuh aku segera menarik Ling Ling menuju pintu darurat dan memberikan parasut serta pelampung.
"apa kau gila?! " hardiknya
"pilih, ingin mati disini atau terjun ke bawah antara hidup atau mati? aku manajer mu tak akan membiarkan mu mati" aku menegaskan
"baiklah" Ling Ling menelan ludahnya ketakutan
setelah selesai dipasang aku terjun duluan ke bawah, dan akan membantu Ling Ling jika ia sampai.
bagaimana dengan pilot? mereka juga akan ikutan terjun. tapi saat akan terjun pesawat meledak sesaat Ling Ling sudah terjun.
tak punya kepandaian dalam berenang membuat Ling Ling kesulitan dalam menjaga keseimbangan nya di laut. hampir saja ia merasa bahwa ia akan mati tapi aku segera meraih tangan Ling Ling memegangnya erat, membuat Ling Ling merasa aman.
aku berenang membawa Ling Ling menuju ke sebuah pulau yang ia lihat, cukup jauh tapi dengan tenang ia berenang hingga sampai.
dilihatnya Ling Ling pingsan membuat aku berpikir jika Ling Ling pingsan sebab sedikit tenggelam.
aku dengan sigap mencium bibir Ling Ling.
dan 'plakkk' Ling Ling tersadar.
"kismin kenapa kau mencium ku. haaa!? " hardiknya
"ku pikir kau pingsan sebab tenggelam tadi"
"maaf" ujar aku lagi
"aku pingsan karena ketakutan tau. tapi kau bisa kan melakukan hal lain selain mencium ku? "
"menekan dada empuk mu? eh memompa jantung? " aku tertawa sinis
"dasar gila. btw, makasih" Ling Ling segera berdiri dan menatap sekitar
"ini dimana? " ku lihat matanya mulai berkaca kaca
"seperti di cerita drama Korea missing 50 tahun 2015 mungkin?" aku terlihat santai menanggapi
"kenapa kau kismin terlihat santai, kau tidak lihat sekeliling kita tak ada apapun" ia menangis, butiran itu keluar tanpa henti
aku dengan sigap segera memeluk Ling Ling.
"menangis lah sepuasnya" aku mengelus lembut punggung Ling Ling
~~~
"buka baju mu" saran aku
"dasar mesum kau kismin! " bentak nya dan menyilangkan tangannya di depan dadanya
"baju mu basah bukan? nanti kau akan masuk angin, selama kau menggunakan kaos dalam tak apa, tenang saja aku pilih pilih soal perempuan yang akan ku tiduri" sinis aku
"cih"
Ling Ling segera membuka bajunya dan mengeringkan nya di atas bebatuan. begitu juga dengan aku. kaos putih dalam milikku cukup menerawang untuk menampilkan tubuh sixpack milik aku. membuat Ling Ling segera mengalihkan tatapan nya.
~~~
hari semakin gelap, dengan kemampuan aku bertahan di alam liar, aku dengan cekatan menyalakan api unggun dengan kayu.
"aku haus" Ling Ling memegang lehernya
"besok kita cari mata air, aku melihat sampah yang dibawa oleh laut. semoga saja ada botol air mineral" bersikap tenang, aku tak ingin membuat Ling Ling menjadi ketakutan lagi
"untuk sekarang kita tidur saja dulu di pesisir pantai ini"
aku merentangkan tangannya agar Ling Ling bisa tidur nyenyak di atas lengan kekar aku, dengan lembut aku memeluk Ling Ling agar tak kedinginan.
walaupun arrogant dan menyebut aku kismin tapi Ling Ling juga punya hati, ia masih bisa merasakan jika jantungnya berdegup dengan kencang dan ia juga sebenarnya mengakui bahwa aku itu tampan.
~~~
"ayo cari air" aku memungut 5 botol minum berukuran sedang dan besar
"capek lah, kamu aja ya, kan kamu manajer ku. aku bisa membayar mahal loh" Ling Ling memelas
"uang dan pekerjaan tidak berlaku disini dan jika tak ingin ikut silahkan mati kehausan" aku berjalan pergi
"ih dasar kismin! " teriaknya dan terpaksa ikut juga
~~~
mereka menyusuri hutan yang tak mereka tau ada apa di dalamnya.
melihat sebuah buah membuat perut Ling Ling semakin lapar.
ia ingin memetiknya tapi aku segera menahan tangannya.
"buah itu beracun jangan dimakan"
Ling Ling yang terkejut segera mengurungkan niatnya tadi.
"kau tau banyak ya kismin"
"apa? "
"tentang alam liar"
"aku hidup di kampung tentu saja aku tau. berbeda dengan aktris yang sudah biasa di bantu oleh banyak orang" ejek aku senang
Ling Ling hanya mendengus kesal mendengar penuturan tak menyenangkan itu.
~~~
"air" cukup jauh mereka berjalan dan kini mereka sudah menemukan mata air. mengalir tidak cukup kencang membutuhkan waktu lama untuk mengisi semua botol itu
"nih" Ling Ling memberikan air pertama kepada aku
"kau tidak minum lebih dulu? " aku dibuat terheran-heran
"kau sudah banyak membantuku kemarin, jadi minumlah lebih dulu, setelah itu aku"
"cepatlah, tangan ku pegal" aku lalu segera mengambilnya dan meminum nya
kami segera berbalik pulang setelah botol itu sudah terisi penuh dengan air segar.
"cari ikan yuk? " ajak diriku
"no! " tolak Ling Ling dengan tegas
"kamu mau makan atau mau mati? "
"baiklah" lagi lagi ia menurut padaku
kami mulai mencari ikan, aku dengan menombak ikan dan Ling Ling berusaha mengambilnya menggunakan tangan. ada kesenangan tersendiri bagi Ling Ling menangkap ikan bersama aku.
tidak kesal saat ikan tidak dapat ia tangkap justru ia malah tertawa bersama aku.
namun tiba-tiba..
"ah kuku aku"
"tenanglah itu akan tumbuh lagi" aku tertawa saat kuku Ling Ling patah, entah berapa banyak uang hanya untuk sekedar merawat kuku itu.
selesai menangkap 10 ekor ikan kami pun mulai makan. eit.. tidak lupa kami membakar ikan itu dulu.
"enak walau tanpa garam" entah karena kelaparan atau keenakan, Ling Ling memakannya dengan lahap yang hanya menyisakan tulang
"kita harus cari tempat berteduh, tak bisa terus tidur di luar seperti ini" ujar aku sambil membersihkan tulang ikan
"yah itu juga sih" setelah makan Ling Ling yang kekenyangan segera berbaring
~~~
kami berdua segera menyusuri kembali hutan, lama kami berjalan sambil membuat tanda panah di pohon agar kami tak tersesat, akhirnya kami menemukan sebuah gua kecil yang aman setelah di cek oleh aku.
ternyata gua itu tidak jauh dari pantai, kami hanya Berputar putar saja melewatinya tak melihat nya.
~~~
"apakah mereka akan menemukan kita? " Ling Ling menatap sedih ke arah laut
"mungkinkah mereka berpikir jika kita sudah mati? " tanyanya lagi
"shutt.. jangan sedih"
"mama" tangisnya pecah membuat aku merasa teriris. tidak ada yang bisa dirindukan aku sebab akh yang seorang yatim piatu
aku segera memeluk Ling Ling menatap sendu punggung kecil nya.
~~~
5 hari kemudian. gua yang kami tinggali sudah sedikit lebih bagus dengan bahan seadanya dari sampah, kayu dan dedaunan besar yang kami temukan di hutan, kami ingin membuat sebuah rumah.
hujan membasahi pulau ini. Ling Ling menunggu aku dengan khawatir karena belum pulang mengambil air sejak tadi, takut jika saja ada hewan buas yang mendatangiku.
betapa terkejutnya Ling Ling saat aku datang dengan kaki yang dilihat nya terkilir.
"kok bisa? " tanyanya khawatir dan segera menidurkan aku di atas dedaunan
"aku terpeleset, hujan membuat tanah menjadi licin"
Ling Ling merawat aku dengan baik, membuat aku tersentuh gadis ini yang sudah berubah bahkan tak lagi memanggil diriku kismin sejak 2 hari yang lalu. ada perasaan yang membuat jantung aku bergetar.
Ling Ling mengambil air sendiri, menangkap ikan sendiri dengan menggunakan tombak kayu yang sudah dikikis aku, mengambil buah yang bisa di makan dan lain sebagainya menggantikan aku yang sedang sakit. lama di pulau membuat nya terbiasa.
dengan ajaran aku ia membuat baju dari daun kelapa yang di ambil aku dengan memanjat nya.
~~~
2 minggu kemudian
lama berada di pulau membuat benih cinta diantara kami semakin keluar.
akhirnya aku menyatakan cinta ku pada Ling Ling.
"aku mencintaimu"
"iya" Ling Ling tersipu
aku segera mencium Ling Ling, lidah kami saling menari-nari. kemudian kami pun tidur bersama.
~~~
50 tahun kemudian
Ling Ling menatap jauh ke arah pantai. memegang sebuah ember berisi abu.
sebuah kapal bersandar dan nahkoda itu memanggil Ling Ling.
"sayang kita sudah di jemput" Ling Ling menatap sendu ember yang berisi abu milikku.
5 tahun lalu aku sakit keras dan membuat aku pergi lebih dulu meninggalkan Ling Ling sendirian di pulau ini.
~~~