Perkenalkan namaku Arya winata, ini adalah sedikit dari kisah hidupku yang bertemu seseorang yang sekarang menjadi Istri dan menjadi ibu dari anak-anak ku.
*
*
*
Aku adalah seorang karawayan bank yang cukup besar di Indonesia, kala itu umurku masih 26 tahun, aku mempunyai badan yang cukup ideal dengan tubuh tegap agak berotot,
Karena aku rutin berolah raga dan gym,.
Saat aku sedang bekerja, tiba-tiba aku mendapatkan notifikasi dari ponsel yang ku simpan di sebelah laptop ku, lalu aku melihat dan memabaca notif tersebut,
Ternyata itu adalah notifikasi untuk melakukan pembayaran tiket bioskop untuk 2 orang, lalu tanpa pikir panjang aku langsung melakukan transaksi tersebut, aku memesan tiket untuk aku dan pacarku Dila,
Aku pacaran dengan Dila sudah hampir 3 tahun lebih, kala itu kami bertemu di salah satu cafe di kota Bandung, waktu itu aku memesan cemilan dan kopi dingin, karena kopi adalah kesukaan ku.
Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya pesananku datang juga, salah seorang pelayan cafe membawa minuman dan langsung meletakan di meja, namun pesananku berbeda dengan yang aku pesan, lalu aku bertanya kepada pelayan cafe tersebut.
"Maaf ka, tadi saya memesan kopi, tapi kenapa ini jus stroberry.?" Ucapku dengan sopan.
"Ohh maaf, tunggu sebentar ya" lalu pelayan cafe tersebut pergi untuk mengecek pesanan.
Setelah beberapa lama kemudian pelayan cafe tersebut datang kembali, dan meminta maaf bahwa pesananku tertukar dengan meja no.8 lalu aku mencari meja tersebut, dan ternyata meja di bagian pojok, yang di pesan oleh seorang wanita yang cantik yang sedang mengangkat tangan kepada pelayan cafe yang ada di depan ku ini.
Mungkin wanita cantik itu juga merasa tidak sesuai dengan pesanannya.
"Mohon maaf ka atas kesalahan ini, pesanannya akan saya tukar kembali" ucap pelayan itu dengan ramah, setelah itu kembali membawa jus stroberry pesanan meja no.8 yang di pesan wanita cantik itu.
Aku hanya memandang wanita itu dan melontarkan senyum kepadanya, dan wanita itu membalas senyum ku, begitu cantik dalam pikirku.
Setelah itu pesananku sudah di tukar kembali, namun kali ini aku agak mencuri-curi pandang kepada wanita itu, namun sial wanita itu melihat ku dan tersenyum,
Setelah itu aku putuskan untuk mendekati meja nya, karena memang dia dari tadi duduk sendiri.
" Maaf, sendirian aja?"
" Iya" ucapnya sambil tersenyum
"Bolehkah saya ikut bergabung," ucapku yang dibarengi dengan jantung berdegup kencang.
"Iya boleh" ucapnya kembali dengan salah tingkah.
Setelah mendapatkan izin kami pun berkenalan, dan mengobrol, lalu bertukar no ponsel, setelah perkenalan tersebut kami sering jalan bareng dan akhirnya ku putuskan menembak dila, tanpa di sangka aku di terimanya.
Itu adalah kisah perkenalan dengan mantan ku, setelah aku memasuki umur 26,cukup umur untuk berumah tangga aku memutuskan untuk menikahi Dila pacarku, namun Dila selalu menolak dan meminta waktu setahun lagi agar jangan cepat-cepat , meskipun agak kecewa aku memutuskan untuk menurutinya.
Aku yang sudah memesan tiket nonton berdua dengan Dila, aku akan mengajaknya karena memang kami sudah agak jarang jalan bareng.
Sehari sebelum menonton, aku memutuskan untuk memberitahunya dan mengajaknya jalan,
" Sayang, aku sudah pesan tiket nonton berdua untuk besok.?" ucapku di pesan whatsapp
Tak lama kemudian pesan masuk ke posel ku.
"Maaf sayang, besok aku ada acara keluarga, jadi besok gak bisa jalan, maaf banget!" Balasnya membuatku agak kecewa dan merasa aneh, karena akhir-akhir ini dila selalu sulit untuk diajak ketemu.
Dengan rasa kecewa aku memutuskan untuk cancel tiket,namun ternyata gak bisa di cancel untuk tiket nya.
Yaudah aku biarkan saja.
Setelah pulang aku akan ke rumahnya Dila pacarku,
Saat dijalan kebetulan lampu merah aku melihat mobil berwarna putih, merasa tak asing kala melihat plat mobil itu, iya benar itu adalah mobil temanku fino.
Tapi aku juga melihat ada seorang wanita di sebelahnya, membuatku tak asing dengan tubuh itu, tadinya aku akan menyapa nya, namun ku urungkan.
Dalam hati ku putuskan untuk mengikuti mobil itu,
Karena memang searah ke rumah pacarku Dila.
Aku di kejutkan ternyata mobil temanku fino belok ke kiri, yaitu searah dengan tujuanku yaitu rumah Dila.
Jantungku berdegup kencang dan penasaran dengan wanita itu, lalu mobil itu berhenti di depan rumah Dila. Aku kaget dan bukan maen, yang turun dari mobil itu adalah fino dan Dila membuatku agak marah.
Kuputuskan untuk mengirim pesan singkat ke Pacarku itu.
"Yang kamu dmna.?" Ucapku di pesan singkat
Tak lama lemudian balasan pun aku dapat.
"Maaf sayang tadi aku ketiduran" ucapnya berbohong.
Jelas-jelas aku sedang melihat nya keluar dari mobil temanku fino, kenapa dia membalas kalau dia ketiduran. Disaat itu aku tidak tahan lagi, dan memutuskan untuk memergokinya.
Ku laju motor sportku dan berhenti di depan mobil fino. Tentu saja Dila maupun fino terkejut akan kehadiran ku yang tiba-tiba datang di hadapannya.
Aku turun dari motor, dan aku berjalan mendekati mereka dengan santai walaupun hati ku panas seperti terbakar api,
Sebelum aku berbicara ternyata Dila pacarku berbicara kepadaku.
"Ssayang kenapa kamu kesini, biasanya kamu ke sini selalu ngabarin terlebih dahulu," ucapnya agak gugup.
" Lalu kenapa kamu berbohong dan berdusta, kamu baru bangun dan tadi ketiduran, tapi nyatanya kamu baru turun dari mobil temanku ini, habis dari mana.?" Tanyaku dengan nada menekan.
"Maafkan aku Arya," ucapnya dengan menangis.
"Aku tak butuh maaf,yang aku butuhkan sebuah penjelasan.?"
"Aku sebenarnya sudah 1 bulan ini menjalani hubungan di belakangmu, aku pacaran dengan fino, maafkan aku Arya ,Ucapnya dengan terisak tangis,"
"Kenapa, apa salahku padamu, pantas saja akhir-akhir ini kamu sangat sulit untuk aku temui.?"
"Dan untuk mu fino, kenapa kau melakukan ini kepada teman mu, salah ku apa kapadamu, hingga kau tega menghianati teman sendiri.?"
"Sorry Ar, aku tak bermaksud menghiati teman, saat itu kita bertemu di tempat nongkrong dan memperkenalkan Dila kepadaku, dan mulai saat itu juga aku memendam rasa kepadanya, jadi maafkan aku.?" Ucap fino menjelaskan,
"Mulai saat ini,detik ini, kau bukan temanku lagi, lebih tepatnya kau adalah sampah," aku mengepalkan tangan dan meninju fino dalam sekali pukulan dia tumbang, yang membuat Dila terkejut, karena baru kali ini dila melihatku semarah ini.
"Arya sudahh," dila lalu menolong fino yang tersungkur ke belakang, dengan pelipis yang berdarah akibat tinju ku,
Lalu aku berbalik dan menaiki motorku, dan tanpa menoleh kepada meraka yang telah berhianat, dila yang berhianat dengan cintaku yang sudah 3 tahun di jalani, dan fino berhianat dengan temannya sediri,
Aku berhenti sesaat motor ku matikan, hancur rasanya hati ini,sesaat kemudian aku putuskan untuk pergi ke tempat nongkrongku karena teman-temanku yang lain juga ada disana,
Akhirnya aku sampai di tempat nongkrong yang biasa dan ada teman-temanku yang lain, namun kali ini tanpa adanya fino. Aku menceritakan kepada teman ku akan kejadian yang barusan aku alami, yang membuat temanku geram akan kelakuan fino yang menhianti teman dan sahabat,
"Kita hajar saja si fino?" Ujar salah satu temanku
"Kita buat pelajaran, yang menghiati temannya sendiri." Ucap salah satu temanku lagi.
"Tidak usah biarkan saja, mungkin aku dan Dila bukan jodoh, dan untuk fino meskipun hati ini panas dan sakit, dia adalah temanku, jadi biarkan saja, biarkan karma yang akan membalaskannya" ucapku kepada teman tongkronganku.
Setelah agak malam, kuputuskan untuk pulang ke rumah, sesampai nya di rumah aku membersihkan diri, setelah selesai aku memaksakan untuk tidur namun tidak bisa, bayangan akan Dila saat aku bertemu dengannya menghantui pikiranku, sampai 03:20 akhirnya aku terlelap tidur.
Saat aku bangun ternyata sudah pukul 15:00
"Sial, aku tertidur 12 jam, ucapku dalam hati.
Tak beberapa lama ibuku masuk ke kamar,
"Arya kamu kenapa, apa kamu mabuk.? Aku hanya menggelengkan kepala
"Lalu kenapa, tidak seperti biasanya kamu tidur sampai segitu nya seperti orang mati membuat ibu khwatir, takut kamu kenapa-kenapa.?
Aku membalas dengan senyuman kepada ibuku,
"Mungkin aku kecapean" jawabku.
"Yasudah kalau kamu tidak apa-apa,lalu cepat mandi sana."
Lalu ibuku berbalik dan keluar dari kamarku,
Saat ku lihat ponselku, ada notifikasi kalau aku memesan tiket untuk 2 orang, dalam pikiranku aku tidak akan datang ke bioskop karena biasanya aku selalu pergi bersama pacarku dila, namun kali ini pasti berbeda karena dila telah menghianati ku,
Selesai mandi dan berpakaian, aku berubah pikiran tentang menonton film, mubazir aku sudah bayar tiket, aku pustuskan untuk pergi, ya itung-itung cari angin segar dan menenagkan pikiran karena kejadian kemaren malam. Lagian jadwalnya masih 2 jam lagi,
Akhirnya aku sampai di tempat tujuan, Akhirnya aku mendapatkan tiket, namun rasanya aku tidak bersemagat untuk menonton kuputuskan untuk makan dulu walaupun tidak berselera, tapi tetap tubuhku butuh nutrisi.
Saat aku makan aku melihat perempuan berhijab sangat cantik duduk sendiri,mungkin menunggu pacarnya atau temannya,
Namun setengah jam wanita itu masih tetap sendiri,
Entah dorongan dari mana aku akan memberikan tiket itu kepadanya, aku memberanikan diri, dan mendekati perempuan berhijab itu,
"Permisi.? Apa kakak sedang menunggu teman/seseorang.? Ucapku kepada perempuan itu,
" Iya, lalu perempuan berhijab itu menggelengkan kepala, bahwa dia tidak menunggu siapapun.
"Apa kakak sudah menonton film ..........ucapku".
"Belum, tadinya saya akan menonton film itu bersama teman saya, namun teman saya ada keperluan mendadak dan sangat darurat, saat saya berada di toilet," ucap wanita berhijab itu
"Saya ada 2 tiket, satu tiket buat kakak nya, karena temanku tidak bisa datang,daripada mubajir lebih baik di kasih ke orang saja. Ucapku menjelaskan.
"Awalnya wanita itu agak kaget, dan memastikan"
"Beneran nih.?" ucapnya
" Beneran,ini buat kakaknya, ucapku meyakinkan.
"Sekarang, nontonya.? ucapnya lagi agak malu-malu
" Iya sekarang 15 menit lagi,ucapku
Setelah itu kami pun berkenalan dan menonton film bareng, namanya adalah Aisya umurnya 25 tahun, orangnya asik, pikirannya dewasa enak di ajak ngobrol,
Dari kejadian itu kami sering jalan untuk sekedar makan bareng, lama-lama aku memendam hati kepadanya, kebetulan Aisya tidak mempunyai pacar, setelah beberapa bulan aku putuskan untuk melamarnya langsung, dan Alhamdullillah sekarang Aisya menjadi istiku.dan menjadi ibu dari anak-anak ku.