Terik matahari menyinari siang ku, panasnya hati ini seperti kompor yang sudah meledup.
Siang itu Jihan sedang menatap dinding rumahnya, air matanya menetes karena habis mengupas bawang merah.
"Assalamualaikum!" seru Farhat yang baru pulang kerja.
"Waalaikumsalam." jawab Jihan.
Terlihat Farhat sedang memasuki rumahnya, pria itu nampak menatap sang isteri yang sudah berlinang air mata.
"Ya Allah, dek. ada apa dengan dirimu. apakah ada seseorang yang sudah melukai hati mu?" tanya Farhat kepada sang istri.
Jihan nampak tidak bersuara, wanita itu nampak tak bergeming sama sekali.
"Dek, ada apa? kenapa kau menangis?" tanya Farhat.
"Kenapa kamu masih berani pulang, mas?" tanya Jihan yang masih menangis.
"Lho..,kenapa mas gak boleh pulang?" tanya Farhat yang kaget.
"Mas, kenapa mas harus bohong padaku!" seru Jihan.
"memangnya ada apa?" tanya Farhat.
"Tadi ada seorang wanita yang datang ke rumah, wanita itu bilang kalau dia adalah isterimu." jawab Jihan sembari melanjutkan menangis.
"Lho, kok bisa?" Farhat yang menjawab dengan nada yang begitu santai.
"Ya Allah, mas..., kenapa kau melakukan hal itu?" tanya Jihan.
"Ya Allah dek, kok kamu suuzon sama mas?" tanya Farhat yang membuat Jihan menatap suaminya.
"Aku tahu Mas, kalau di agama berpoligami itu boleh. kaum laki-laki selalu menjadikan alasan agama untuk berpoligami." ucap Jihan.
"Memangnya kenapa sih mas tidak boleh berpoligami, Apakah salah?" tanya Farhat yang membuat Jihan semakin marah.
"Kalau Mas boleh berpoligami kenapa seluruh wanita yang ada di muka bumi ini tidak boleh memiliki suami 2, kalau Pria mempunyai istri lebih dari satu Kenapa wanita tidak boleh?!" seru Jihan yang benar-benar sangat marah.
"Kalau seorang pria mempunyai istri banyak itu dan normal dek, Tapi kalau wanita mempunyai suami banyak itu rasanya kok aneh." jawab Farhat sambil tersenyum.Hal itu membuat Jihan semakin marah.
"Kalau begitu kalau Mas mau berpoligami aku juga mau poliandra, aku Mau cari suami yang banyak. akan aku jajar di depan pintu rumahku sampai rumah Pak RT." jawab Jihan sembari menangis tersedu-sedu
Farhat yang mendengar jawaban dari sang istri nampak pria itu tertawa terbahak-bahak hingga membuat perutnya sakit.
"Kenapa kamu tertawa Mas?!" seru Jihan.
"Ya aneh aja masak wanita mau cari suami banyak." jawab Farhat.
"Enak, biar punya cadangan selongsong peluru." jawab Jihan ngawur.