Keiko Sheranina , siapa yang tak mengenalku.
Wanita yang mendekati kata sempurna. Cantik, sukses, terkenal, kaya, dan menjadi satu-satunya aktris di Negara ini yang dipilih langsung oleh Mr. Arthur Blade, orang yang ada di balik suksesnya banyak film Hollywood di dunia.
Usiaku kini sudah menginjak angka 25 tahun, itu artinya sudah 10 tahun sejak aku berkecimpung di dunia entertainment.
Aku mengawali karierku sebagai bintang iklan saat masih duduk di bangku sekolah.
Berkecimpung di dunia hiburan, menuntutku untuk selalu menjaga image di hadapan publik.
Salah satunya caranya dengan tidak bergaul terlalu akrab dengan sembarang orang.
Bukan karena aku angkuh, tapi karena aku menyimpan sebuah rahasia. Rahasia besar tentang diriku, yang sangat mungkin membuatku menanggung malu.
Karena rahasiaku itu, aku merasa jika sejak dulu aku selalu kekurangan teman.
Bukan kekurangan teman yang berarti aku dikucilkan, tapi aku kekurangan teman yang benar-benar tulus. Mereka hanya berteman denganku karena aku seorang artis, walau saat itu hanya figuran dan juga karena aku kaya.
Hanya Ulfah, sahabat sekaligus manajerku yang mengenalku sejak kecil. Hanya Ulfah yang kupercaya menjaga rahasiaku hingga kini.
Namun nyatanya aku salah.
Selain keluarga, Ulfah, pekerja di rumahku dan juga Pak Slamet sopirku, ada 1 orang lagi yang ternyata mengetahui rahasiaku selama ini, rahasia yang kuanggap sebagai aib.
Dia adalah Benjamin Grissham.
Ben, begitu biasa ia disapa adalah pria tampan dan beruntung sebab menjadi pria pujaan seorang Keiko.
Fakta ini baru kuketahui tiga bulan yang lalu
💕💕💕
# 6 bulan yang lalu .... #
“Ngroookk .... Ngroookk ....”
“Ngrookk .... Ngroookk ....”
Bunda menutup telinga saat memasuki kamarku.
Bukan rahasia lagi untuk penghuni rumah ini, jika aku memiliki kebiasaan mendengkur yang keras saat tidur.
Ingin sekali aku mengunjungi dokter, tapi selalu kuurungkan karena aku malu.
“Kei ... Keiko ... bangun sayang,” ucapnya lembut.
Sayang, suara bunda teredam oleh suara dengkuranku yang luar biasa dahsyatnya.
“KEEEEEEEEIIIIIIIIIII, bangun !!!!!”
Teriak bunda tepat di telingaku.
“Astaga bunda ... bangunin satu anak gadis kok udah kaya bangunin orang se RT,” celetuk Ayah yang berlari menyusul sang istri ketika mendengar suara teriakannya.
“Biarin Yah, lebih bagus kalau orang se RT, semuanya datang kemari. Biar mereka lihat gimana seorang artis terkenal sedang mendengkur,” ancam bunda.
Aku yang sebenarnya sudah bangun sejak tadi segera bangkit dan memeluk Bunda.
“Bundaku yang cantik, jangan gitu dong. Emang tega kalau aib aku terbongkar sama warga se RT? Terus gak ada anak bujang yang mau sama anak gadis Bunda, ” rayuku.
Bunda berdecak, “Ck ... Kamu tuh yah, paling pandai merayu Bunda, tapi sayang gak pandai merayu pria.”
“Makanya Bunda udah cariin kamu pria tampan anak sahabat Bunda. Dia akan datang juga kok di acara reuni SMA Dirgantara,” ujar Bunda sembari berlalu keluar dari kamarku.
💕💕💕
Hari ini reuni SMA Dirgantara akan berlangsung di sebuah hotel bintang 5.
Aku yang menjadi peserta sekaligus bintang tamu saat acara reuni akbar SMA Dirgantara disambut dengan meriah dan penuh antusias oleh para alumni.
Setelah acara talk show selesai, aku segera turun dari panggung dan menghubungi nomor ponsel yang diberikan oleh Bunda.
Nomor ponsel milik pria pilihan Bunda untuk dijodohkan denganku.
Semoga saja dia bukan pria tua, batinku.
Aku sempat khawatir sebab reuni ini di hadiri oleh banyak angkatan.
Tak lama menunggu, suara seorang pria menyambutku di seberang telepon.
“Halo,” sapanya.
“Hai ... Aku Keiko. Aku diminta menghubungimu oleh Bundaku, kita punya janji untuk bertemu di acara reuni SMA Dirgantara,” ucapku.
“Ya ... Aku sudah di sini sejak tadi. Dan sudah melihat talk showmu secara langsung. Kamu sungguh mengagumkan dan cantik,” pujinya.
Semburat merah kuyakini telah terbit di wajahku. “Terima kasih pujiannya, jadi di mana kita bertemu?”
“Tetaplah di tempatmu, aku yang akan menemukanmu.”
Sesuai perintahnya aku berdiri di tempatku dan tak bergeser barang seinci pun.
Hingga kurasakan ada seorang pria yang menyapaku dari belakang, “Hai ...”
Aku berbalik badan, dan mulutku ternganga tatkala melihat Ben tersenyum ke arahku.
Apa Ben yang akan dijodohkan denganku? Jika iya, aku bersedia bahkan jika besok dia mengajakku ke KUA ... aku siap, batinku.
“Hai Kei, aku senang ternyata wanita itu dirimu,” ucapnya membuat kakiku sontak berubah menjadi jelly.
Tolong pegangi aku Bang Ben ... Senyummu melemahkan ku, batinku.
💕💕💕
Sejak malam reuni Aku dan Bang Ben menjadi lebih dekat, sangat dekat apalagi 3 bulan sejak hari itu kami melangsungkan pertunangan.
Lalu 3 bulan kemudian aku akan menjadi Nyonya Benjamin.
Malam ini aku berusaha sekuat tenaga menahan kantukku. Karena sesi fotoku baru selesai ketika menjelang dini hari.
Kugelengkan kepalaku agar rasa kantukku menghilang.
“Kenapa sayang? Ngantuk? Tidur aja ... nanti kubangunkan saat sampai di rumah,” ucapnya dengan penuh perhatian.
“Gak, aku gak ngantuk,” bantahku.
Aku tetap usaha bertahan, jangan sampai aku tertidur dan semua rahasiaku terungkap, semua aibku diketahui Bang Ben.
Bisa terancam gagal aku jadi Nyonya Benjamin, batinku.
Bang Ben menepikan mobilnya, lalu memosisikan dirinya menghadap padaku.
“Kenapa sayang? Kenapa kamu tahan kalau memang ngantuk tidur aja,” ucap Bang Ben lembut dan penuh perhatian.
“Tapi aku beneran gak ngantuk Aaaaabang,” bantahku.
“Bohong.”
“Apa kamu takut kalau aku tahu tentang kebiasaanmu yang mendengkur saat tidur?”
Pupil mataku sontak membesar, aku menutup mulutku dengan kedua tanganku.
“Dari mana Abang tahu? Dari Bunda? Dari Ulfa?” tanyaku.
Air mata mulai menggenangi kedua netraku.
Bang Ben menggeleng, “Aku pernah melihat sendiri. Saat itu kamu tertidur di gazebo halaman belakang rumahmu.”
“Aku sudah lama tahu hal itu sayang. Karena kejadiannya saat kita masih sekolah dulu.”
Kini air mata mulai mengalir di pipiku. Aku menangis, sampai sesenggukan.
Bang Ben membawaku dalam dekapannya.
“Hei ... Hei ... kenapa menangis sayangku?”
“Aku malu Bang, Abang tau aib aku ...” jawabku dengan terisak.
“Kenapa harus malu? Aku mencintaimu sayang. Apa adanya kamu, baik buruknya, juga semua hal tentangmu,” ujar Bang Ben.
Tangannya terus membelai suraiku dengan mesra.
“Bener? Abang gak akan ninggalin aku kan?” tanyaku dijawab gelengan oleh Bang Ben.
“Lalu bagaimana jika dengkuranku mengganggu tidur Abang nanti?” tanyaku.
Bang Ben tersenyum lalu mengecup bibirku.
“Aku akan membungkammu dengan cara yang menyenangkan,” jawabnya.
Malam itu pun berakhir dengan kami berdua yang tertawa bersama.
💕💕💕
Tiga bulan berikutnya, tepatnya kemarin aku resmi menjadi Nyonya Benjamin, dan semalam Bang Ben benar-benar membuktikan ucapannya malam itu.
Membungkamku dengan cara yang menyenangkan.
💕💕 End 💕💕