Berjingkat Disha turun dari ranjangnya, badannya remuk dan ngilu. Ia bahkan menahan rasa sakitnya. Agar pria di sebelahnya tak terbangun.
" Ini gila. Bagaimana bisa kau mabuk-mabukkan lalu ONS dengan lelaki itu ?", Ia meliriknya sekilas. Memastikan ia masih tidur, ini memang bukan kali pertamanya bersama lelaki tapi ia berbeda dengan Hamid suaminya. Ukuran itu benar-benar ia takjub, seolah ia masih diperawani.
" Tolol ! Sempat- sempat nya kau mikir itu lagi !" Meruntuki kebodohannya sendiri, bergegas dia kenakan baju nya. Lalu pergi dari sana. " Wow apartemen yang mewah. Sungguh dia boleh juga." Batinnya bermonolog saat ia melalui tempat itu dan sampai di lobby apartemen dan mengenali di mana dia berada saat itu.
Klik. Rasya terkejut melihat Disha muncul di depan pintu rumah nya. "Kau tak pulang ?" Tanyanya sebelum Disha mengatakan sesuatu. "Itu bagus ! Jangan pulang dan jangan bertemu dengan mereka ! Toh, sudah kau amankan aset itu !" Rasya langsung membimbing Disha masuk ke kamar tamu. " Mandilah di dalam sudah ada bathrob dan pakaian, kamu bantu aku kenakan. Tak usah mikirin lainnya. Kau cantik dan tubuh juga bagus !" Bisiknya sambil berlalu.
"Disha ya ?" Gumam Ariel saat istrinya duduk di meja makan. Wanita itu mengangguk. " Mereka mengusir nya." Sahut Rasya lirih. Ariel hanya mengangguk mengerti, dulu lelaki itu memuja nya, namun ia malah diarahkan ke sahabatnya Rasya yang ceria dan banyak bicara. Kini ia mengerti maksud Disha, Rasya memang pilihan tepat untuknya yang irit bicara.
Setengah jam kemudian Disya muncul di meja makan. " Kemana Ariel dan Luna?" Tanyanya bingung karena hanya mereka berdua.
"Sudah berangkat. Kau pakai aja pakaian di ruang tamu. Tak usah kau ambil barang jelek di rumah itu ! Pindah aja ke apartemen." Rasya berkata sambil memberikan sarapan pada Disha. Wanita itu hanya mengangguk. Mereka pun berangkat bersama ke kantor karena mereka satu perusahaan hanya berbeda departemen.
Seluruh karyawan sibuk mengerjakan pekerjaan kantornya, hari Senin memang haru sibuk apalagi ada pergantianan CEO baru. Disha karyawan senior menghandle tugas Boss nya yang sibuk menyambut atasan baru mereka.
"Katanya masih lajang dan ganteng lagi.." Disha mencuri dengar komentar karyawan saat di pantry mengambil minum dan makan snacks. Efeknya semalam suntuk yang tak tidur karena melakukan itu. Oh, God kenapa masih aja ingat dia. Batinnya sambil berlalu.
Saat hendak masuk ke ruangan nya ia terkejut pintu masuk di halangi, lelaki bertubuh besar dan menjulang tinggi dengan pakaian jas mahal. " Tunggu dia seperti postur tubuhnya. Oh God kamu mikirin dia mulu. " Disha memukul kepalanya agar tak memikirkan semua itu.
"Disha ngapain disana ?" Tanya Reana, Boss nya Disha bersamaan dengan lelaki itu membalikkan badannya. Disha ? Deg. Mereka bertatapan mata tak berkedip.
" Beliau CEO baru kita, dia Disha karyawan senior seangkatan saya. " Ucap Reana memperkenalkan dirinya. Disha hanya membungkuk hormat.
"Pagi pak. Maaf, saya haus dan ingin kopi." Ucap Disha sopan. Lelaki itu hanya mengangguk mengerti. "Baiklah kerja yang baik dan optimal. Kita lihat hasil kerjanya maka kalian akan mendapatkan balasan dari perusahaan. Tetap semangat." Lelaki itu berlalu melewati Disha yang berdiri di pinggir pintu masuk ruangan.
Disha duduk di tempatnya, " Oh my Bos. Dia teman ONS." Disha meremas rambutnya gemetar dan lemas. " Dia bahkan tak berkedip menatap ke arahku. Semoga dia lupa. Oh my bos." Disha masih meruntuki kebodohannya dan kecerobohan nya. Sambil terus bergerak mengerjakan pekerjaan kantornya.