Jangan meminta gelap nya malam di penuhi serbuk harapan dari bintang-bintang yang jatuh. Tidak semua keberuntungan itu akan menghampiri dan mengabulkan permintaan. Tapi, ada yang menjadi hal istimewa jika di katakan sebuah istilah pucuk di cinta ulam pun tiba.
Hari ini, sebuah waktu yang bersimpangan menoleh akan sepasang kekasih yang baru saja merasakan indahnya cinta.
Dini hari, sebuah kecelakaan terjadi. Cantika dan Prima terjatuh di sebuah jurang perbatasan kota di dekat tebing yang curam. Beberapa orang lainnya terlempar di dataran rendah, ada yang mengalami luka-luka bahkan meninggal di tempat kejadian perkara.
Cantika tidak sadarkan diri, Prima berkali-kali mengguncang tubuhnya perlahan melihat wanita yang sangat di khawatir kan itu mulai membuka mata.
"Cantika syukur lah engkau sudah sadar" ucap Prima.
Cantika melihat sekujur tubuh yang masih utuh. Dia bergerak melakukan beberapa langkah jarak. Menatap sekitar yang sangat gelap. Hanya cahaya rembulan yang menjadi penerangan di antara selipan pohon dan ranting.
Sudah lama Prima menunggu untuk mendapatkan waktu berdua dengannya. Sampai pada hari ini meskipun terbilang musibah, menjadi suatu peluang untuk mempunyai waktu berdua dengan gadis primadona yang dia kagumi itu.
Sekujur tubuh Cantika terasa sakit. Ketika dia berusaha tegak dan berdiri. Tiba-tiba kakinya terasa lemah, hampir saja dia terjatuh. Prima langsung membantu memeganginya berjalan mendekati sebuah pohon lalu menyenderkan tubuhnya.
"Cantika sadarlah" ucap Prima.
"Aku kedinginan" kata Cantika menggigil.
Prima mengusap telapak tangannya. Dia membuka jaketnya sendiri lalu menyelimuti tubuh wanita tersebut. Sepanjang malam Prima memeluk gadis itu, alangkah bahagianya dia bisa berada dan menyentuh wanita yang dia suka tanpa memperdulikan hawa dingin yang sudah mulai menyelinap ke tubuhnya.
"Walau hanya satu malam merasakan kebahagiaan bersama mu. Aku akan mengingatnya seumur hidup ku. Sekalipun engkau akan menolak cinta ku" gumam Prima merangkulnya.
🌿IG AUTHOR: @arsyalfaza