Aku menyukai fotografi.
Aku menyukai keindahan.
Aku menyukai saat lensaku berhasil melihat keindahan yang belum tentu dilihat orang lain.
Dan dari sekian banyak hal indah yang kulihat, hari ini aku terpaku saat lensaku berhasil mengabadikan sebuah senyuman yang sangat indah
Senyuman yang paling indah yang pernah kulihat, dan senyum itu adalah milikmu, Indah.
💕💕💕
’Indah … siapa pemilik senyuman indah ini?’ Batinku.
Aku kembali mengingat-ingat ke mana saja aku dalam seminggu terakhir.
”Danau!” pekikku.
” Ya, benar … pasti di danau,” gumamku.
Segera kuambil tas yang berisi kamera dan peralatan fotografiku.
Lalu segera kulajukan mobilku menuju danau yang kukunjungi 3 hari yang lalu.
Kuperhatikan kembali foto pada ponselku. Memastikan tempat yang menjadi latar belakang difoto ini benar di sini.
”Ya, aku yakin tempatnya pasti di sini.”
Dengan kamera yang kubawa, kembali kupotret beberapa spot sembari berkeliling di sekitar danau.
”Bersyukur aku kemari, aku jadi temukan tempat yang luar biasa ini,” gumamku.
Kulihat jam di pergelangan tanganku, sudah 40 menit berlalu. Segera aku kembali ke tempatku semula.
Sepi.
Harapanku jika wanita itu kembali lagi ke sini harus sirna.
’Apa aku menunggu saja yah?’ batinku.
Aku pun memilih duduk di tepi danau. Kutatap air di danau yang riaknya sangat tenang.
Kupandangi kembali wajah cantik dengan senyuman manis seorang wanita yang terbadikan oleh lensa kameraku.
”Siapa wanita ini?”
”Dia membuatku tergila-gila, bahkan sebelum aku mengenalnya.”
Sesekali kurutuki diriku yang terlambat memeriksa hasil fotoku.
’Andai saja aku lebih cepat menemukannya,' batinku.
Tak bosan aku menatap lekat-lekat wajah cantik wanita yang namanya pun tak ku ketahui.
Terlalu banyak yang kupikirkan siang itu, hingga tak terasa langit yang tadinya berwarna biru cerah perlahan-lahan berubah menjadi jingga.
”Astaga, berapa jam yang telah kulewatkan di sini?” batinku.
Aku berjalan kembali ke mobilku. Sesekali aku menertawakan diriku.
Ini adalah hal teraneh yang ku lakukan di 28 tahun hidupku.
Mengejar seorang wanita yang namanya saja tak kuketahui.
Cinta pada pandangan pertama?
Dalam kasusku, cinta saat memandang fotonya.
💕💕💕
Tiga hari berlalu, dan selama 3 hari itu pula aku kembali melakukan hal yang sama berulang-ulang.
Kembali ke danau, menunggu si pemilik senyuman indah.
Hari ke 3 dengan harapan dan doa yang sudah kulipat gandakan sebanyak 3 kali, berharap Sang Pencipta mengabulkan doaku.
Langkah kakiku terhenti ketika aku melihat keindahan itu lagi di depan mataku.
”Akhirnya … aku menemukanmu lagi,” gumamku.
Sepertinya gumamanku terdengar olehnya, hingga ia berbalik dan menatapku.
Aku semakin terpaku.
Berdiri kaku bagai patung.
”Hai … maaf jika mengganggumu,” ucapku.
Sapaanku dibalas oleh senyumnya yang indah.
”Hai … tidak, aku tak merasa seperti itu,” balasnya.
”Aku menunggumu sejak 3 hari yang lalu, tapi kita baru bertemu hari ini.”
Keningnya mengernyit, dia tampak bingung. Meski begitu di mataku dia tetap cantik.
”Kamu menungguku? Apa aku melakukan kesalahan?”
Aku menggeleng, segera kukeluarkan sebuah amplop merah muda.
”Ini…” tanganku terulur padanya.
Dengan ragu diraihnya amplop tersebut, ia buka perlahan, dan seketika bola matanya membulat.
”Apa ini aku? Kenapa bisa ada padamu?”
Raut wajahnya saat ini sangat menggemaskan. Dia kagum dan curiga secara bersamaan.
”Jangan berpikir aneh dulu,” seruku.
”Perkenalkan, aku Roy. Aku seorang fotografer. Aku mengagumi ciptaan Tuhan dengan cara mengabadikannya dengan mata dan lensaku,” jelasku.
”Dan seminggu yang lalu, aku sempat ke sini, memotret beberapa spot. Namun tanpa kusadari, lensaku telah mengabadikan satu ciptaan Tuhan yang paling indah yang pernah kulihat.”
”Itulah kisah di balik foto yang ada di tanganmu sekarang,” Ujarku.
Semburat merah terbit di wajah cantiknya.
”Namaku Indah,” ucapnya lembut.
”Dulu, aku sering kemari bersama ayahku. Dia sangat hobi memancing,” lanjutnya dengan tawa yang terdengar nyaring namun indah di telingaku.
”Setelah beliau tiada, setiap kali merindukannya aku akan kemari. Sekedar mengingat kenangan untuk mengobati rindu.”
Tak ada kata yang terucap dariku. Aku hanya terus menatapnya lekat.
Indah, dia memang indah.
Seindah namanya, seindah parasnya, seindah senyumnya, seindah tawanya, dan aku semakin yakin jika aku akhirnya menemukan keindahan yang selama ini kucari.
Hari berganti hari, aku dan Indah semakin dekat.
Awalnya kami hanya sering berjanji untuk bertemu di danau. Kemudian aku mulai memberanikan diri mengajaknya ke tempat-tempat indah lainnya untuk mencari spot spot foto yang lebih bagus.
Tak terasa, aku dan Indah semakin hari semakin tak terpisahkan. Kami mulai mengenal satu sama lain.
Suatu hari, dengan segenap keberanian dalam diriku … aku menyatakan perasaanku padanya.
”Indah, aku telah jatuh dalam pesona keindahanmu.”
”Sejak pertama melihatmu, hanya dari sebuah foto, aku merasa telah menemukan keindahan yang selama ini kucari.”
”Indah, maukah kamu menjadi keindahan yang hanya tercipta untukku?” pintaku dengan setulus hati.
Tanpa ragu Indah mengangguk, dengan air mata yang telah membasahi pipi putih mulusnya.
Aku memeluknya erat, membawanya ke dalam dekapan hangat dan penuh cinta dariku.
Tak lupa kami mengabadikan momen bahagia hari ini dengan sebuah foto.
Semua kebahagiaan yang kami lalui selama ini, semua kisah kami, tak lupa kami abadikan dalam sebuah album foto yang kami beri judul pada sampulnya :
”Roy-Indah, Sepasang kekasih di tepi danau”
💕💕 END 💕💕