Di kantin
Jam istirahat
****
"Lily, boleh pinjem hp kamu bentar gak?" tanya Reyhan padaku.
"Buat apa, Rey? Aku gak ada kuota," sahutku sambil memakan bakso pedas kesukaanku.
"Aku mau bikin video presentasi bentaran aja. Kan hp kamu kameranya bagus, Li," bujuknya padaku.
"Yaudah, nih."
Reyhan seketika berbinar cerah karena aku meminjamkan hp terbaruku. Lelaki itu buru-buru ke kelas dan meninggalkanku bersama temanku yang juga sedang menikmati baksonya.
"Li, emang kamu gak mau pacaran sama Reyhan? Bukannya kamu udah suka sama dia udah lama, ya?" tanya Sisil padaku.
"Ya, kau bener. Tapi aku ingin fokus untuk ujian sekolah dulu," sahutku ringan sebelum akhirnya aku terdiam sejenak dan beberapa detik kemudian aku sudah berlari ke arah kelas Reyhan.
"Bodoh!!" umpatku kesal.
Brak
Aku membuka pintu ruang kelas Reyhan dengan seluruh tenagaku hingga tatapan kami berdua bertemu di tengah ruangan kosong itu.
Deg
Reyhan sedang tersenyum jahil padaku dan mengangkat hp ku seakan mengejek jika ia menemukan sesuatu di dalam ponselku.
"No!!!"
Aku berlari ke arahnya dan langsung merampas hp milikku, sedangkan Reyhan sudah menertawakanku sejak tadi.
"K-kau melihatnya?" tanyaku gugup.
"Tentu saja. Kau sungguh lucu," ucapnya sambil tertawa.
Sudah tak bisa dibayangkan wajahku memerah seperti apa hingga aku memilih kabur dari sana, namun suara tawa Reyhan masih terdengar jelas di telingaku.
"Sial! Dia melihat aibku," batinku menangis.
****
Aku seketika tersadar dari lamunanku tentang sosok lelaki yang sejak dulu selalu membuatku bahagia. Kenangan bersamanya tak akan pernah aku lupakan sampai kapan pun.
"Rey, aku merindukanmu," ucapku lirih sambil memandangi langit malam yang penuh bintang.
TAMAT
❤💔
Ini lanjutan cerita dari cerpenku di tantangan day 1 dan 2. Yg penasaran bisa baca ya 🥰