Suatu hari...di sebuah desa kecil, seorang gadis yang tengah beristirahat di bawah pohon rindang.
″Hmm...lelah sekali! Aku ingin minum...
Gluk...gluk...Ah...segarnya..., Eh, hihihi..
Gadis itu tertawa sedang
″Besok adalah hari istimewa ku, aku ingin membuat coklat sendiri, aku biasanya membuat coklat dari bahan pasar, nah...sekarang aku akan mencari bahan coklat ku sendiri!!.
Tak lama kemudian, dia pun bangun dari istirahatnya, dan beranjak pulang...
Klak...
Aku harus segera bersiap-siap pergi ke kebun!!
Sesampainya di kebun...
″Waaah...buah kakao yang ku tanam sudah begitu besar, buahnya sangat banyak!!
″andai ibu masih ada, aku pasti sudah memanen buah kakao ini bersama″
Ucap gadis itu dalam hati.
″Yah... sudahlah, ibu juga sudah tenang disana, aku juga akan membuatkan coklat untuk ibu!!
Gadis itu berjalan menuju sebuah pohon kakao yang lebat akan buahnya, dan memetik buah kakao yang sudah siapa panen...
″Wah...buah kakao yang ini sudah siap panen, sudah bisa untuk di olah menjadi coklat!, Aku akan memetik cukup banyak untuk hari ini dan juga besok!!
Lalala...eh...aku melupakan sesuatu, aku belum memetik buah ceri untuk hiasan!!
Ah...tidak, aku harus kembali!!
Ketika Ino(nama gadis itu), sedang menuju kebun ceri miliknya, ternyata ada seorang pria yang tertarik dengan kebunnya...
Tak...tak...tak...
Eh...si...siapa kau?
Hmm?, Aku ya, aku kebetulan lewat, dan melihat kebun mu, aku sungguh tertarik, apa aku boleh membelinya?
″Eh?, Tidak!!
Aku tak akan pernah menjual kebun ini, karena kebun ini hanya satu satunya peninggalan ibu ku, kau tak berhak memaksa aku!!
″Yoh...jika nona berkata tidak, ya berarti tidak, kalau begitu, apakah aku boleh memesan coklat buatan mu?
″E-eh?... iya, boleh, tentu saja boleh!!.
Ucap Ino senang.
Sesampainya di rumah...
Anu...tuan, anda tidak perlu membantu ku, aku bisa sendiri!!
″Tak apa apa, aku juga ingin mencoba membuat coklat!, ″ngomong ngomong, gadis ini cantik juga ya″
″Eh-apa?, Dia menyukai ku″
Tanpa disadari, Ino ternyata dapat membaca pikiran orang lain...
″Itu...tuan kamu pulang saja besok aku akan mengantar coklat pesanan mu!!
″Apakah benar tidak apa apa?
″Iya...benar tidak apa apa!!
″semoga saja pria itu segera pulang″
Ucap Ino dalam hati.
″Ah...baiklah, eh iya, ngomong ngomong, siapa namamu?
″Namaku Ino!
Ucap Ino sibuk.
″Hmm...baiklah salam kenal namaku Shion!
Ucap Shion tersenyum sambil melambaikan tangannya.
Setelah keesokan harinya, coklat buatan Ino pun jadi...
″Hoam...apakah coklat ku sudah jadi?
Woah...sudah jadi, akhirnya!!
Setelah coklat Ino sudah jadi, dia pun mengantarkan coklat yang ia buat dengan penuh kasih sayang, ke Makam sang Ibunda...
″Halo ibu, aku tidak mengingkari janji ku bukan?, Ini coklat yang ku buat dengan penuh kasih sayang, hanya untuk mu ibu, hari ini juga ada seorang pria yang memesan coklat buatan ku, ibu, ″hari ini aku merasa sangat senang″
Setelah Ino memberikan Coklat kepada mendiang Ibundanya, Ino pun beranjak pulang dan mengantarkan coklat pesanan Shion...
Tok...tok..tok... ″selamat pagi Tuan Shion, saya Ino, saya mengantarkan coklat pesanan anda!!
″Oh...Ino ya, Masuklah!!
″Terimakasih Tuan, begini tuan aku tidak bisa terlalu lama, aku harus membuat kue coklat untuk pelanggan ku, ini coklat anda, selamat menikmati, semoga harimu indah!
Iya, terimakasih Ino!!
Setelah Ino selesai mengantarkan semua pesanan, ia pun beranjak pulang dan beristirahat, ia pun merasa senang karena ia sudah bisa membuatkan coklat untuk Sang Ibunda, dan membuat pelanggan nya merasa puas, dan kehidupan Ino selalu berubah menjadi lebih baik dari hari sebelumnya...
Pesan: kalian jangan pernah menyerah untuk suatu hal yang cukup berat bagi kalian, teruslah berusaha, meskipun terdapat banyak godaan.
[Selesai]