Purnama malam ini akan menjadi saksi penentu kisah cintaku dg Badrun. Seperti biasa, setiap malam aku akan menunggunya di danau lembah hijau untuk menemaninya memancing. Namun malam ini aku ingin menunjukkan jati diriku kepadanya.
Namaku Nila, aku adalah manusia ikan. Sifat iri saudariku telah menjadikanku seekor ikan. Pada saat itu saudariku mengajak jalan-jalan ditepi danau. Karena aku tak mengerti maksud jahatnya aku mengiyakan permintaannya. Namun ternyata disana sudah ada penyihir jahat yg tiba-tiba saja menyihirku menjadi seekor ikan. Disiang hari aku menjadi seekor ikan, dan kembali menjadi manusia saat matahari terbenam. Kata penyihir itu aku akan menjadi manusia seutuhnya jika aku berjasa pada manusia.
"Hai Nil.. Sudah lama nunggu ya. Maaf ya agak lama. Tadi aku cari umpan dulu" sapa Badrun sambil menepuk pundakku membuat lamunanku menghilang. "Tidak apa-apa kok" jawabku.. Kemudian Badrun mulai memancing..
Setelah semalaman memancing, Badrun berhasil mengumpulkan 1 ember ikan. Hal itu membuat hatinya berbunga-bunga. "Wah.. hasil tangkapan ikan kita banyak sekali ya.. Bagaimana kalau kita masak dan makan bersama-sama" ajak Badrun. "Tapi aku tidak makan ikan bang" jawab Nila. "Kalau begitu bagaimana jika kamu ikut aku pulang? Nanti aku masakkan yg lain" tawar Badrun. "Tidak bang.. lebih baik abang bakar ikannya disana aja. Sambil menunggu pagi." Jawab Nila sambil menunjuk ke hutan di samping danau. "Baiklah kalau begitu kita kesana sekarang" ajak Badrun yg langsung berdiri sambil membawa pancing dan ikan hasil tangkapannya.
Dalam remang-remang pagi aku beranikan diri untuk mengungkap siapa aku sebenarnya. "Bang.. Kalau misalkan aku ini ikan apakah abang akan tetap mencintaiku?" Tanya Nila yg dijawab tawa oleh Badrun. "Kamu ini ada-ada saja. Apa kamu fikir aku percaya kalau kamu itu titisan Dewi seperti kisah Danau Toba"
"Aku tidak bercanda bang.. aku memang bukan seorang dewi. Tapi aku ini manusia ikan. Saudariku menyuruh penyihir melakukan itu. Disiang hari aku akan berubah wujud menjadi ikan. Sedangkan saat matahari tenggelam aku akan menjadi manusia." Tutur Nila panjang lebar. Namun Badrun hanya menggelengkan kepala tanda dia tak percaya. "Aku baru bisa kembali menjadi manusia jika aku berjasa menolong hidup orang lain. Tapi sampai saat ini aku belum mendapat kesempatan itu." Kataku mencoba menjelaskan. "Kalau abang masih tidak percaya tunggulah sebentar lagi. Aku akan kembali menjadi ikan".
Matahari mulai naik. Akupun kembali kedanau. Tubuhku berubah menjadi seekor ikan. Badrun yg melihat kejadian itu mulutnya menggangga. Matanya dikucek-kecek masih tak percaya dg kenyataan ini. "Nila.. apakah benar yg aku lihat ini. Inikah dirimu?" Tanya Badrun. "Benar bang.. beginilah wujudku disiang hari." Jawab Nila "Jika benar abang masih mencintaiku maka datanglah ke danau ini tiap malam. Aku akan menunggumu. Tapi jika kau tak datang, itu berarti kau tak bisa menerimaku" imbuh Nila yg pergi begitu saja.
Badrun pulang dg keadaan yg kacau. Dia tak menyangga jika wanita yg dicintainya ternyata adalah seekor ikan. Sejak saat itu Badrun tak pernah datang lagi ke danau. Aku sangat sedih menerima kenyataan ini. Namun tiba-tiba terdengar suara seorang ibu yg berteriak minta tolong. "Tolong.. tolong.. anakku tercebur ke danau" akupun mencari sosok yg dikatakan ibu itu. Dan benar saja. Ada anak kecil yg tenggelam di danau ini. Akupun segera menolongnya. Membawanya kembali ke daratan dg wujud ikan.. Dan alangkah terkejutnya diriku ternyata seketika tubuhku menjadi manusia kembali. Aku berteriak memanggil ibu dari anak yg ku tolong tadi. Ibu itupun berterima kasih kepadaku. "Terima kasih nak engkau telah menyelamatkan anak ibu. Apa yg bisa ibu lakukan untuk membalas jasamu?" Tanya ibu itu. "Sebenarnya aku butuh tempat tinggal bu.. Saudariku yg jahat tidak menerima kehadiranku dirumah" jawab Nila. "Kalau begitu tinggallah dirumahku nak.. Kami hanya tinggal berdua setelah suamiku meninggal." Rupanya ibu itu adalah seorang janda. Akhirnya aku tinggal bersama ibu itu. Sekarang aku sadar bahwa Badrun memang tak pernah tulus mencintaiku. Namun aku bahagia akhirnya mendapat keluarga baru yg sangat menyayangiku.