Celestia dan Lunayra sudah bersahabat sejak lama. Kemanapun mereka pergi selalu bersama. Penampilan dan gaya mereka juga hampir sama karena kebetulan mereka memiliki selera yang sama. Perbedaan mereka hanya satu, Celestia itu ceroboh sedangkan Lunayra adalah murid teladan.
Pagi itu Celestia masih tidur padahal sudah hampir jam tujuh. Ibunya yang mengetahui hal itu segera masuk ke kamarnya dan segera membangunkannya.
"Celestia, cepat bangun! Ini sudah siang lho, hampir jam tujuh. Cepetan bangun, entar telat lho! " Omel ibu.
Celestia akhirnya bangun dan segera ke kamar mandi. Gadis itu mandi dengan secepat kilat.
"Jangan lupa sarapan dulu! " Ucap Ibu ketika Celestia sudah siap.
"Sudah kesiangan, bu. Enggak sempat sarapan deh!" Jawab Celestia sambil mencium tangan ibunya.
"Ya sudah, ibu tambahin uang buat beli sarapan di kantin. " Ibu mengangsurkan uang kepada Celestia.
"Ya sudah, aku pergi dulu ya bu. Assalamu'alaikum!" Celestia berpamitan pada ibunya.
"Waalaikumsalam. Hati-hati di jalan ya! " Ibu memandangi kepergian Celestia yang berangkat sekolah dengan menaiki sepeda.
.
.
Karena sudah terlambat, Celestia mengayuh sepedanya dengan cepat. Untungnya jarak sekolah dari rumahnya tidak jauh jadi Celestia bisa sampai ke sekolah tepat saat bel masuk berbunyi.
Namun rupanya Bu Fadhilah, guru mata pelajaran matematika datang lebih awal karena akan ada ulangan harian.
"Celestia, sudah berapa kali kamu terlambat masuk kelas? Padahal kamu tahu kalau hari ini akan ada ulangan harian! "
"Maaf, Bu! " Ucap Celestia sambil menunduk.
"Ya sudah, cepat sana duduk. Kita mulai ulangan sekarang! " Bu Fadhilah menyuruh Lunayra yang menjabat sebagai ketua kelas untuk membagikan kertas ulangan.
Saat Lunayra memberikan kertas ulangan kepada Celestia, dia berbisik pada sahabatnya itu.
"Makanya jangan kebanyakan begadang main game. Telat terus kan jadinya! "
"Huuuh, sahabat lagi kesusahan malah diomelin! " Rutuk Celestia.
Akhirnya semua murid mulai sibuk mengerjakan ulangan. Sesekali Bu Fadhilah mengedarkan pandangannya pada murid-muridnya untuk memastikan tidak ada yang mencontek.
Setelah waktu yang diberikan oleh Bu Fadhilah untuk mengerjakan ulangan selesai, murid-murid segera mengumpulkan kertas ulangan di meja guru.
Sisa waktu yang masih ada dimanfaatkan Bu Fadhilah untuk memberikan materi selanjutnya.
Kriiiiing... kriiiiing... kriiiiing..!
Bel istirahat berbunyi, murid-murid langsung berhamburan keluar begitu Bu Fadhilah meninggalkan kelas.
"Lun, jajan yuk! " Ajak Celestia.
"Oke. Tapi tunggu bentar ya, aku ambil uang dulu. " Lunayra segera mengambil uang dari tasnya.
Kemudian mereka berjalan bergandengan ke kantin. Sesampainya di kantin mereka berdua segera mengantri untuk memesan makanan.
"Kalian mau pesan apa, cah ayu? " Tanya Bu Khairun dengan ramah.
"Saya pesan soto ayam pakai nasi ya, Bu. Jangan lupa sama es teh! " Celestia menyebutkan pesanannya.
"Kalau saya pesan batagor aja deh, Bu. Sama es teh juga." Lunayra juga menyebutkan pesanannya.
"Oke sip, ditunggu di meja ya! " Bu Khairun segera menyiapkan pesanan mereka.
Mereka berdua kemudian duduk untuk menunggu pesanan. Sambil menunggu mereka berdua asik mengobrol.
"Kamu udah liat video ini belum, Cel? " Lunayra memperlihatkan sebuah video seekor kucing persia berbulu lebat yang sangat imut.
"Iih, gemes deh. Imut banget! " Celestia merasa gemas melihat kucing yang memakai kostum itu.
"Kucing ini tuh lagi terkenal banget tau nggak. Dia terkenal karena sering pakai kostum lucu gitu! " Lunayra menjelaskan kepada Celestia.
"Tapi emang kucingnya lucu banget. Jadi pengen melihara kucing, deh! " Celestia mengerucutkan mulutnya sok imut.
"Emangnya kamu bisa melihara kucing? Takutnya kucingnya mati lagi gara-gara kamu lupa nggak ngasih makan! " Ledek Lunayra.
"Idiih, kamu tuh ya sebagai sahabat harusnya mendukung dong. Aku ini kan penyayang binatang!" Ucap Celestia.
"Hehe.. iya deh, percaya! "
Kemudian mereka segera menyantap makanan yang telah dihidangkan oleh Bu Khairun.
.
.
Ketika pulang sekolah, Celestia mengayuh sepedanya dengan cepat karena dia sudah kelaparan. Namun gara-gara kurang fokus, Celestia tidak menyadari jika ada seekor kucing kecil yang melintas di depannya.
Ciiiit!
Celestia segera meremas rem sepedanya dengan kencang. Untung saja kucing itu tidak sampai tertabrak. Kemudian Celestia turun dan memeriksa kucing itu untuk memastikannya tidak terluka.
"Untung kamu nggak kenapa-napa, pus! " Ucap Celestia sambil mengelus-elus kucing itu di dalam gendongannya.
"Meong! " Kucing kecil itu kelihatannya mendusel dalam pelukan Celestia. Keliatannya kucing kecil itu menyukai Celestia.
"Ya sudah, sana pulang. Soalnya aku juga mau pulang. Dadah, pus.. " Celestia kembali mengayuh sepedanya dan meninggalkan kucing itu.
Namun tanpa Celestia sadari, kucing kecil itu membuntutinya dari belakang. Saat Celestia sedang memasukkan sepedanya ke dalam garasi, tiba-tiba merasa ada sesuatu yang menempel di kakinya.
Hampir saja Celestia berteriak. Namun ketika dia menyadari bahwa yang menempel di kakinya ternyata seekor kucing.
"Loh, kok kamu disini? Kamu ngikutin aku ya? " Tanya Celestia sambil mengelus kepala kucing kecil itu.
"Meong! " Kucing itu seolah memahami perkataan Celestia.
Celestia kemudian membawa kucing itu masuk ke dalam. Dia mencari ibunya di dapur.
"Bu, kucing ini mengikuti aku sampai ke rumah. Boleh nggak, aku pelihara? " Tanya Celestia pada ibunya.
"Apa kamu yakin bisa memelihara kucing? Memiliki hewan peliharaan itu butuh tanggung jawab yang besar lho! "
"Aku janji bakalan memelihara dan mengurusnya dengan baik! " Celestia berharap ibunya mengizinkan.
"Baik, ibu izinkan." Ucap Ibu sambil tersenyum.
Celestia sangat gembira, dia segera memberi makan kucing kecil itu. Tak lupa Celestia segera mengabari Lunayra tentang peliharaan barunya.
Lunayra segera datang sambil membawa kotak kado.
"Ini hadiah buat kucing barumu! " Lunayra menyerahkan sebuah kotak kado berwarna pink.
"Terima kasih! " Celestia segera membuka kado dari Lunayra.
"Wow, kostum kucing! " Celestia berseru gembira.
Mereka berdua kemudian memakaikan kostum itu pada kucing kecil tadi.
"Imut banget! " Seru Celestia dan Lunayra bersamaan.
"Kamu sudah ngasih nama kucing ini belum? " Tanya Lunayra.
"Belum." Celestia menggeleng pelan.
"Ayo kita cari nama yang cocok buat kucing imut ini! " Kata Lunayra.
"Ehm, gimana kalo namanya si gemoy? " Usul Celestia.
"Wah, boleh juga itu! " Lunayra setuju dengan usul sahabatnya.
"Mulai sekarang nama kamu si gemoy! " Celestia berbicara pada kucing kecil berwarna oranye itu.
"Meong! " Kucing kecil itu keliatannya suka dengan nama barunya.
"Yuk kita foto-foto sama si gemoy! " Ajak Lunayra.
"Oke! " Jawab Celestia.
Mereka kemudian berfoto bersama si gemoy yang memakai kostum superman. Kemudian foto mereka langsung diupload di instagram milik Celestia.
Tidak menunggu lama, postingan itu langsung mendapat puluhan like.
"Wah, si gemoy lama-lama bisa jadi selebgram nih!" Lunayra mengelus perut si gemoy dengan gemas.
"Meong! "
~TAMAT~