Pagi terhias serpihan dedaunan kering, nyiur pohon kelapa yang melambai membawa kesejukan. Prisli sedang merentangkan tangan di tepi pantai. Dia memakai tetelah kaos putih dan rok coklat, ada topi putih besar sebagai penutup dari pancaran mentari yang bersinar. Hari ini masa liburan panjang di nikmati dengan berlibur di villa keluarga dengan keluarga besar.
Prisli sibuk melihat suasana para nelayan yang sedang mencari ikan. Dari kejauhan mereka berlayar hingga tidak terlihat lagi dari pandangan. Pengunjung yang menyelam dan orang-orang baik muda atau tua membuat istana pasir sambil tertawa bersama. Prisli berjalan mendekati air lebih dekat, dia membasahi kaki dan menenggelamkannya sampai batas dengkul.
“Prisli..!” seru kak San.
Prisli membalikkan tubuh. Dia tersenyum membalas panggilan sang kakak dengan melambikan tangan. Setelah itu dia berlari menghampirinya.
“Ada apa kak?” ucapnya.
“Ibu meminta kita membuat coklat untuk di hidangkan sebagai cemilan siang ini” ucapnya.
Segala bahan dan keperluan untuk membuat dua makanan dengan resep yang sama. Prsili dan San memulai memasak hingga mereka tidak sempat untuk berbincang-bincang. Sampai pada akhirnya Prisli berhasil membuat coklat buatannya sendiri. Dia menyandingkan coklat buatannya di samping buatan San.
“ini adalah coklat pertama buatan ku, semoga ibu dan semua keluarga menyukainya” gumam Prisli sambil tersenyum.