Angin berhembus, menggerakkan ranting-ranting yang masih bertahan di pohon tua yang ada di pinggir sungai dan sawah kuning itu.
"Sudah lama ya, aku tidak berkunjung ke desa" keadaan berputar ke kota ke sebuah gedung perkantoran yang tinggi menjulang. Wanita usia 21 tahun itu menghembuskan napas berat sembari menatap lekat pada foto masa lampau yang ada di meja kerjanya.
"Mungkin liburan kali ini, aku akan mengunjungi nenek, sekaligus mengunjungi makam Arga, tentunya" gumam wanita itu kembali.
6 bulan berlalu cepat, kini seluruh bagian kota sedang libur, sekolah, perusahaan, dan sebagainya, semuanya sedang libur.
"gerbong kereta nomor 24,iya sebelah sana"segera wanita yang bernama Alya itu berlari menuju gerbong kereta yang ia maksudkan.
" hhh, makin rindu saja dengan desa, walau pun sebentar lagi akan tiba"ia bergumam pelan.
Setelah sampai tempat yang pertama ia datangi adalah rumah neneknya, yang ada di dekat sungai, setelah itu makam sahabat lamanya, Arga.
"Kenapa sih, kamu cepat banget perginya, padahal kita udah janji bakalan sama-sama sampai akhir.
" padahal, kita udah rancangin mau kemana waktu gede, mau lihat-lihat jakarta kan kata kamu waktu itu"Alya merenung di bawah rindang nya pohon tua yang ia maksud.
saat-saat ia masih kecil, masih belum tau kalau tidak ada yang abadi.
"coba aja waktu bisa di ulang, aku pasti gak bakalan biarin kamu nyelam ke sungai waktu itu" Alya kembali bergumam.
Flashback on
"Al! pulang yuk, dah sore" Arga mengajak Alya yang masih betah bermain di sungai.
"bentar lagi Ga" Alya menolak cepat tanpa berpikir apa yang mungkin terjadi, kakinya tersangkut di salah satu dahan pohon tua yang patah tersambar petir 2 hari lalu, karena itu juga air sungai sedikit naik.
"Ga!kaki ku nyangkut tolongin! " Alya berseru gusar, tubuhnya sudah terasa dingin.
"Tunggu Al, aku turun" dengan cepat Arga turun ke sungai dan membantu Alya.
Hal yang terjadi berikutnya adalah yang menjadi penyesalan terbesar bagi Alya.
Arga lebih dulu tenggelam, karena arus, juga hujan yang tiba-tiba turun, tentu saja menyulitkan mereka
saat Alya sudah selamat, Arga malah ikut hanyut terbawa arus, sehingga membuat banyak orang dewasa kalang kabut mencarinya.
Flashback off
"maaf ya Ga, kalau aja waktu itu aku dengerin kamu, saat ini kita pasti bisa main lagi," Alya tersenyum kecut, menampakkan trauma dan ketakutan yang masih bertahan.
The End
gak tau nulis apa gabut aja