Sepulang dari danau, aku pun langsung mandi dan beristirahat. Besok adalah hari senin dan itu berarti hari liburku akan usai...
“Selamat bertemu dengan hari senin lagi Hifza”
Namaku Hifza Raquella, seorang remaja yang manis dan pendiam kalo kata orang terdekat ku.
Waktu berlalu, dan kini aku sedang duduk dikelas ku sembari membaca buku novel yang kubawa.
Seorang pria tampak mengajak ku bicara, dia murid ter ramah di antara semua murid laki-laki yang ada.. dia selalu ada di jejeran peringkat 5 besar, pintar, rajin dan simpel sekali orangnya.
Aku yang pendiam, merasa cocok saja berbicara dengannya yang selalu memulai. Jujur saja dia menarik perhatian ku sejak lama, karena kami merupakan teman alumni di jenjang sekolah sebelum nya.
Tapi aku gundah, ketertarikan ku bukan hanya padanya... tetapi ada satu lainnya.
Yang kedua, seorang pria gagah dan tinggi berjalan menuju kelas dengan langkah tegap nya. Dia merupakan sang ketua kelas dan berada di jejeran peringkat 3 besar, siapa yang tidak tertarik padanya terutama remaja sederhana seperti ku.
Dia tidak terlalu bicara banyak seperti pria pertama, tapi dia juga memiliki keramahan yang memikat siapa saja. Aku sering kali mengalihkan tatapanku ketika pandangan kami tak sengaja bertemu, salting kurasa aaa tidak.
Tapi aku bisa menutupi semua rasa yang ada, siapa lah diriku hanya insan biasa eakkkk.
Semua berjalan seperti biasa, tidak ada yang berbeda. Kedua pria tidak ada yang tahu tentang ketertarikan ku kepada mereka wkwk... Hingga suatu ketika, ada moment memalukan bagiku.
Suatu ketika, kami akan mengerjakan kerja kelompok... pagi ini aku, dan kedua pria yang kusuka serta 1 teman perempuan ku sedang berdiskusi dimana teman kami melakukan tugas kelompok kami. Dan setelah diputuskan mereka akan ke rumah ku hari ini, akupun pergi ke toko tak begitu jauh dari rumah untuk membeli beberapa cemilan.
Setelah berbelanja, akupun kembali kerumah. Sesampainya aku dirumah bertepatan dengan kedatangan ke-3 temanku. Aku pun mempersilahkan mereka masuk dan....
Aaaaaaaa! jerit ku dalam hati dengan raut wajah panik, sedangkan teman teman ku dengan raut wajah bahagia ...
Tanpa ku tahu, ketika aku berangkat tadi kedua kakakku mempersiapkan kejutan ulang tahun untuk ku... ada kue serta hiasan hiasan sederhana sudah ada disana, tapi bukan itu yang membuat ku histeris tetapi foto foto yang di tempelkan didinding lah yang membuat ku malu...
“Hifza apa ini benar kamu?”Ucap pria pertama bernama Alvaro sumringah sembari terus menatapi foto foto masa kecilku dan banyak foto random yang ada
“Aku tidak menyangka kamu se menggemas kan ini” Ucap Daren pria yang kedua
Aku hanya diam sembari menutup wajah malu dengan kedua telapak tangan “ini mah yang namanya Aib Dilihat Orang yang Disuka”.
END.
(Cerpen Bersambung dari Day8 - Day14)