Beberapa bulan sebelum keberangkatan ke Jakarta, kita masih saling bertukar kabar dan telfon. Tapi entah kenapa setelah beberapa minggu berlalu, seolah kabar darimu menghilang.
Tak ada telfon atau inbox yang masuk di ponselku, setiap saat aku mengecek notifikasi yang masuk tapi tak satupun darimu. Dulu aku sering mendoakanmu "semoga kamu nanti mendapatkan pasangan yang cocok dan hidup bahagia"
Setelah jauh darimu aku baru menyadari betapa pentingnya kehadiranmu disisiku selama ini.
Aku terus menatap kekosongan..
"Hey!!" Teriak Bella menepuk punggungku dengan keras dan mengagetkanku. Menyadarkanku dari lamunan tentangmu.
"Hem...., kamu Bel." ucapku sambil tersenyum tipis.
"Kamu ngapain bengong di sini sendiri, jangan terlalu banyak mikirin yang enggak-enggak deh." ucapnya sambil memelukku.
"Enak ya suasana disini, lihat pemandangan pinggiran pantai." seolah ingin mengalihkan fikiranku . Tapi aku tetap sama masih memikirkan tentang Andi.
"Rin, kamu tuh jangan terlalu kalut. Mungkin dia lupa tentang kamu setelah kecelakaan, kita semua kan teman." ucapnya
"yah, walaupun sebenarnya aku turut berseding dengan hubungan kalian. Bahkan kalian belum memulainya, tapi sekarang keadaannya berbeda." Batin Bella.
"ya udah kalo gitu, aku pulang dulu ya. Udah sore juga, tetep semangat ya." sambil mengangkat tangannya 💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻.
"Ehem." ucapku singkat menganggukkan kepalaku.
Aku masih duduk di teras depan.
"Rintik hujan terlihat jelas dari jendela yang menghapus jejakmu, kemarin masih terlihat jelas dibenakku kau akan selalu menemaniku. Hanya angan yang selalu muncul dan terlintas difikiranku, sebenarnya apa yang terjadi setelah kecelakaan itu. Tanpa kata yang terucap dari bibirmu, seolah lenyap ditelan waktu.
Aku masih merindu, kapan kau akan kembali lagi ke sisiku. Dikala senja tenggelam ditelan malam, aku masih terus menunggumu." Gumamku
"Nak.... Pulang yuk, sudah sore sebentar lagi mau malam. Gak baik angin malam untuk kesehatanmu nak." Pinta ibu padaku yang masih melamun menatap senja tenggelam.
"Nanti aja Bu, Rindu masih ingin melihat senja tenggelam." Ucapku
"Ya sudah, jangan lama-lama ya nak. Ibu kedalam dulu." Ucap ibu sembari mengelus kepalaku
"Iya Bu."jawabku
"Oh iya, tadi ada telfon dari kakakmu di kota, katanya dia mau jemput kamu kesana nanti pas liburan tengah semester." Ibu berkata sambil melangkah masuk kedalam rumah
"Hemm.." hanya hembusan nafas panjang yang keluar dari mulutku tanpa ekspresi membuat ibu hanya menggelengkan kepalanya.
kenapa kamu bisa hilang ingatan dan melupakan aku. Walaupun aku memang bukan siapa-siapa dihatimu, aku masih berharap.