Dari tadi Rio sudah membujuk Lulu dengan segala cara, namun hasilnya tetap sama. Lulu tetap dengan wajah sedihnya menopang pipinya dengan telapak tangannya, sedangkan Rio memayungi Lulu agar tidak kebasahan dengan tangan menopang dagu.
"Sudah lah Lulu, jangan cemberut lagi. Kita pulang saja yuk!" ajak Rio.
"Tidak, kau saja yang pulang." elak Lulu.
"Apa segitu besarnya kau marah pada ku Lulu?" tanya Rio.
"Aku tidak marah, aku hanya malu. Aku sungguh malu pada mu Rio. Apa kau tidak mengerti itu?" Lulu menatap Rio lalu membuang lagi wajahnya.
"Kenapa harus di permasalahkan aib yang dilihat orang yang disukai bagi mu Lulu?" tanya Rio.
"Aku takut kamu tidak lagi mencintai ku." ujar Lulu.
Payung yang di pegang Rio langsung di lepas begitu saja dari genggaman tangan Rio. Rio membawa Lulu dalam dekapan Rio.
"Aku tidak akan mempermasalahkan aib itu, asal kau meninggalkan dunia pekerjaan malam mu itu." ujar Rio.
Lulu mengangguk ada rasa syukur di hatinya, hal yang ia takutkan ternyata tidak terjadi dan tidak di lakukan Rio