Sebuah notifikasi berbunyi, ada sebuah pesan masuk di ponsel Calista.
"Apa kabarmu Calista Davidson?
Calista mengerutkan keningnya, sebuah pesan dari nomer tak dikenal.
"Sorry, ini siapa ya? Sepertinya nomermu tak sengaja terhapus." Calista membalas pesan itu dengan pertanyaan. Tak lupa menambahkan emoticon senyum terbalik.
"Hmmm...padahal aku merindukanmu." hanya berselang sekian detik, langsung masuk sebuah pesan balasan.
"Iya. Ini siapa?"
"Apa kamu melupakanku?" lagi - lagi pesan Calista dijawab dengan cepat. Sepertinya si pengirim sedang berniat main tebak - tebakan.
"Ini siapa? Aku tak mau mengurusi pesan anonim" Calista mengirimkan pesan dengan sedikit kesal.
"Ck... ck...ck... penggemar mafia kesayanganku kenapa galak bener?"
(Mafia singkatan dari Matematika, Fisika, Kimia)
Calista tak segera menjawab pesan itu. Otaknya berpikir cepat. Kemungkinan besar, pengirim pesan ini adalah salah satu teman SMAnya. Mengingat sekarang dirinya ada di semester terakhir jurusan design, dan tak ada pelajaran mafia dijurusannya.
"Calista, I miss you."
"Penggemar komik"
"Penyuka mickey mouse"
"Pink lovers"
"Chocolate eaters"
Pesan demi pesan masuk ke ponsel Calista. Dan semuanya menunjukkan kalau si pengirim mengenal dekat dirinya.
"Aku benar - benar ga tau siapa kamu? Kamu ngerjain aku ya? Calista mulai penasaran, dan memutuskan untuk bertanya ulang.
Balasan - balasan berikutnya justru membuat Calista sedikit takut, karena ia merasa diteror.
"See you soon..."
"Apa kamu melupakanku?"
"Sudah lama sejak terakhir bertemu kamu"
"Tunggu aku disana"
Tak kunjung mengingat siapa pengirim pesan itu, membuat Calista sedikit paranoid. Apalagi pesan - pesan itu terus menerus berdatangan.
Kuatir kalau - kalau si pengirim pesan ada niat buruk padanya, Calista memutuskan untuk cepat - cepat meninggalkan campus.
Sekarang sebuah panggilan telpon masuk. Dari nomer asing itu. Calista menghentikan langkahnya di dekat pos satpam. Dia menimbang apakah akan menerima atau tidak.
Tapi telepon itu sudah mati lebih dahulu. Tak lama, ada sebuah pesan muncul berisi emoticon senyum dengan mata berkedip. Kemudian disusul sebuah pesan lagi.
"Tita, it's me..."
DEG!!
Jantung Calista berdebar kencang, tangannya bergetar dan matanya pun terasa menghangat. Rasa rindu yang selama ini disimpan, langsung membuncah. Menimbulkan letupan - letupan bahagia.
"Tita"
Astaga! Kejutan apalagi ini.
Kenapa suara itu terdengar begitu dekat, sepertinya berasal dari belakangnya.
Sekian detik dia membeku, lalu cepat - cepat Calista menoleh. Pandangannya bertemu dengan seseorang yang diam - diam dirindukannya.
"Rick?"
Pandangannya bertemu dengan mata teduh seorang pemuda. Senyum pemuda itu begitu hangat, membuat Calista merasa seperti pulang ke rumah.
Calista mengerjapkan mata. Ya. Ini bukan mimpi.
"Kamu jahat....Rick." lirih suara Calista. Akhirnya semua rasa yang tersimpan di dada meledak bersama luruhnya air mata.
"Maaf" jawab Rick singkat dengan raut menyesal.
"Kenapa baru muncul? tanya Calista kemudian.
"Ceritanya panjang, Tita. Mungkin suatu hari, kamu bisa membuatnya menjadi novel"
Thank you buat yang sudah mampir...
😂😂😂😂😂😂