Anak panah yang di arahkan Putri Mikaila mengenai tepat sasaran sang lawan tepat di jantung hingga ia jatuh tersungkur dari atas kudanya.
Tidak ada lagi seruan maju yang ada hanya kata mundur.
"Horeeeee, kita menang." seru para perajurit yang menyaksikan Putri Mikaila berhasil meruntuhkan benteng pertahanan sang lawan.
Para perajurit menghampiri Putri Mikaila dan mengangkat sang Putri, "Hidup Putri Mikaila." seruan menggema.
Kabar kemenangan Putri Mikaila pun langsung terdengar ke telinga sang raja.
"Aku sudah yakin, putri yang berhasil memenangkan perang di daerah perbatasan adalah putri ku." senyum mengembang dari bibir raja.