Aku berdiri sambil tangan ku memegangi jepit yang terpasang di atas kepala ku sambil tangan yang satunya dengan selembut mungkin memegangi kipas biar teekesan ayu, lemah gelai gitu.
"Auuuuh, pangeran... apa tidak ada cara lain? Apa kau harus ikut lomba ini?" hanya kelugan yang terlontar dari bibir sang pengawal.
"Hai kau! Aku tidak menyuruh mu untuk terus mengikuti ku kan?" tatapan ayu dari kedua mata ku berubah tajam seakan menusuk.
"Tapi ini sudah kewajiban ku pangeran, mengikuti kemana pun anda pergi." ujarnya dengan menundukkan kepalanya.
"Kau itu harusnya jadi perempuan."
Pangeran berjalan begitu saja mendekat ke arah keramain dimana di adakannya lomba.
"Andai saja mereka tahu, jika ada salah satu dari mereka adalah pangeran yang ikut lomba kecantikan kerajaan? Apa mereka akan mengakui kecantikan paras ayu dari pangeran?" gumam sang pengawal yang menatap pangeran.