Lahir dari keluarga miskin membuat Rani selalu menjadi bahan bullyan teman sekolahnya. Namun hal itu tak membuat semangat belajarnya mengendur. Justru bullyan mereka menjadikan Rani anak yg kuat dan giat belajar. Setiap istirahat sekolah dia selalu pergi ke perpustakaan untuk membaca buku.
Kriiing.. Bel sekolah sudah berbunyi. Menandakan sekolah telah usai. Rani bergegas membereskan buku pelajarannya dan segera menyusul guru kelasnya yg sudah ke luar. "Buru-buru amat. Mau kemana kamu?" Kata Silvi ketua geng dikelasnya. "Mau pulang" jawab Rani singkat. "Nih tugas gue lo kerjain. Ntar gue bayar" kata Silvi sambil melemparkan buku kearahnya. "Maaf ya Vi, aku emang miskin tapi aku gak butuh uangmu." Bentak Rani sambil melangkah pergi.
Sesampai dirumah Rani segera menaruh sepatunya di rak. "Assalamualaikum bu.." sapa Rani pada ibunya. "Waalaikumsalam.. kamu sudah pulang nak.." tanya ibu. "Ya bu.. Rani ganti baju dulu ya" pamit Rani kepada ibunya.
Setelah berganti pakaian Rani membaringkan diri di kasur. Berharap bisa memejamkan mata sejenak untuk melepas lelahnya. Tring.. Tiba-tiba terdengar notifikasi dari HPnya. Ada pesan dari nomor tak dikenal. Ia hanya meliriknya tanpa berniat membuka atau membalas pesannya. Kemudian ia mencoba memejamkan mata lagi. Namun lagi-lagi ada pesan masuk begitu banyak dari nomor yg sama.
Pesan ke-1 [Hai.. Rani]
Pesan ke-2 [Baru pulang sekolah ya..?]
Pesan ke-3 [Selamat Istirahat Rani..]
Pesan ke-4 [Rani.. Tidurlah.. Lepaskanlah segala lelahmu. Biarkanlah aku jadi kasur yg membuat tidurmu lebih nyenyak.. Rani.. Aku mencintaimu]
Semua pesan itu membuat Rani bertanya-tanya. Pasalnya sampai detik ini dia tak pernah dekat dg laki-laki. Namun Rani hanya membaca pesan itu tanpa berniat membalasnya.
Sore hari Rani membantu ibunya membersihkan rumah. Setelah selesai kemudian ia menyusul ibunya ke dapur untuk memasak.. "Ibu lagi masak apa? Rani bantuin ya" tawar Rani pada ibu. "Ini lagi mau rebus singkong. Biar nanti kalau bapakmu pulang dari sawah tinggal makan" jawab ibu. "Biar Rani yg potong-potong singkongnya bu" Rani merebut singkong dari tangan ibunya dan kemudian memotongnya menjadi bagian-bagian kecil. "Udah selesai bu.. Rani mandi dulu ya" pamit Rani yg dijawab anggukan oleh ibunya.
Sesampai di kamar Rani segera menyambar handuk. Ia harus segera mandi sebelum bapaknya pulang. Rani tak ingin bapaknya mengantri kamar mandi terlalu lama. Sebab dirumah Rani hanya ada 1 kamar mandi saja. Baru saja Rani berniat ke luar kamar. Langkahnya dihentikan oleh suara notifikasi dari HPnya. Rani kembali masuk mengambil HPnya. Ternyata itu pesan dari nomor yg sama. [Senja akan segera datang. Sinar mentari sebentar lagi akan terganti. Namun hanya namamu yg ada dihatiku. Selamanya tak akan pernah terganti. Rani.. I love you]. Rani hanya mendengus sebal melihat isi pesan itu.
Siang kini berganti malam. Keluarga Rani berkumpul diruang keluarga. "Pak.. ini Rani buatin kopi" kata Rani sambil menaruh kopi di meja. "Makasih nduk.. sini duduk.. kita makan singkong buatan ibumu.." kata pak Muslim kepada Rani. Ranipun menurut dan segera duduk disamping ibunya. "Sekolah kamu gimana tadi nduk?" Tanya pak Muslim "Alhamdulillah lancar pak.." jawab Rani. "Kamu yg semangat belajarnya ya nduk.. Bapak pengen kamu sekolah yg tinggi. Kuliah.. Biar bisa jadi guru.. Memang bayaran guru tidak seberapa. Tapi kalau kamu jadi guru kamu ikut membantu orang-orang jadi pinter. Itu pahalanya gak habis-habis lho nduk.."
"Inggih bapak.. Bapak do'akan saja Rani jadi juara kelas. Biar Rani dapat beasiswa" jawab Rani. "Maafkan ibu bapak ya nduk.. Kami belum bisa memberikan harta yg cukup buat bekal masa depan kamu" raut wajah pak Muslim terlihat sedih. "Sudah lah pak.. Bu.. harta memang penting. Tapi itu bukan segalanya. Punya keluarga yg utuh, yg selalu mendukung Rani itu sudah cukup. Ditambah lagi bapak dan ibu sudah membekali Rani dg ilmu pengetahuan. Itu sudah cukup untuk bekal masa depan Rani".
Waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam. Rani segera membersihkan dirinya ke kamar mandi dan hendak tidur. Namun lagi-lagi ada pesan masuk dari nomor yg sama.
Pesan 1 [Selamat malam Rani.. Selamat beristirahat]
Pesan ke2 [Langit malam ini cerah ya.. Bintangnya juga banyak.. Jadi terlihat lebih indah.. Seperti hari-hariku yg akan jadi lebih indah jika ada kamu menemaniku.. I love you Rani]
Selang beberapa menit pesan ke3pun muncul [Ran.. kenapa setiap kali aku memejamkan mata hanya wajahmu yg muncul? Apa karena hanya kamu yg ada dihati dan fikiranku ya? Rani.. kau sungguh membuatku tergila-gila].
Karena penasaran Rani mencoba mencari tahu siapa pemilik nomor itu. Namun semua nihil.. Akhirnya dia mencoba membalas pesan itu
Rani : [Siapa kamu? Kenapa mengirim pesan yg gak penting?]
X : [Buat kamu pesan itu memang gak penting. Tapi aku tak mampu lagi menahan semua rasa ini Ran.. Aku sungguh mencintaimu] setelah itu Rani tak mau lagi membalas pesan orang misterius itu. Dia membiarkan HPnya tergeletak begitu saja dan kemudian tidur.
Kokok ayam jantan membangunkan Rani dari mimpi-mimpinya. Dia melihat HPnya untuk mengecek jam. Namun lagi-lagi HPnya dipenuhi notifikasi pesan dari nomor yg tak dikenal itu. Pesan yg berbeda tetapi dg maksud yg sama. Yaitu mengungkapkan perasaan pada Rani.