aku adalah nisa aku terlahir dari keluarga yang sederhana dan orangtuaku bekerja sebagai buruh tani.
aku sekarang masih kuliah meskipun orangtuaku cuma seorang petani tapi mereka ingin anaknya menjadi orang yang sukses dan berguna.
aku dikampus dikenal sebagai seorang yang pendiam dan jarang ngobrol dengan yang lainnya tapi aku mempunyai dua sahabat yang sangat baik kepada ku kami bertiga selalu mengerjakan tugas sama-sama.
suatu ketika disaat aku sedang buru-buru aku tidak sengaja menabrak seseorang dan dia adalah gibran mahasiswa yang dikagumi oleh semua mahasiswi dikampusku tapi dia tidak merespon semua mahasiswi yang mengaguminya.
aku dengan cepat meminta maaf kepadanya lalu dia pun juga minta maaf kepadaku ternyata dia tidak sesombong yang selama ini aku bayangkan ternyata dia sangatlah sopan dan tidak sombong lalu kamipun saling meminta maaf satu sama lain dan berhubung aku sedang buru-buru sudah ditunggu dosen untuk mengumpulkan tugas lalu aku langsung pergi dan tidak bisa mengobrol dengannya.setelah aku selesai bertemu dosen aku tidak sengaja bertemu dengan gibran lagi dan ternyata dia tidak lupa sama aku dia menyapaku duluan dan bertanya kenapa aku tadi pagi terburu-buru jalannya lalu aku menjawab kalau aku sudah ditunggu sama dosen dan dia sekarang mengajakku pergi ke kantin barengan.dan disetiap lorong jalan aku dan dia dilihat sama semua mahasiswi yang menganguminya sampai aku merasa takut kalau nantinya aku kena bully dari mereka semua dan tidak lama kemudian aku sama gibran sampai dikantin kampus lalu aku dan dia memesan makanan dan minuman lalu kita ngbrol-ngbrol dan ternyata kita berdua nyambung dan nyaman.
setelah beberapa bulan kemudian akhirnya kita semakin dekat dan akhirnya menjalin hubungan sebagai pacar kita berdua selalu pergi bareng-bareng dan suatu saat ada seorang perempuan yang datang menghampiriku dan marah-marah kepadaku trnyata dia perempuan yang sedang dijodohkan dengan gibran perempuan itu menamparku dan mencaci-makiku didepan banyak orang lalu gibran dengan sigap membelaku dan melindungiku dari perempuan itu dan menyuruh perempuan itu pergi untuk menjauh tanpa lama-lama perempuan itu langsung pergi meninggalkan kami berdua.dan setelah beberapa hari kemudian gibran tidak ada kabar sama sekali aku hubungi juga tidak bisa aku tanya sama teman-temannya juga tidak ada yang mau kasih tau kemana gibran pergi lalu aku mendengar kabar ternyata gibran dijodohkan sama orangtuanya dengan perempuan yang melabrakku itu gibran tidak bisa berbuat apa-apa karena orangtuanya mengancamnya kalau dia tidak mau bertunangan dengan perempuan itu maka suruhan orangtuanya akan membunuh aku dan membuat aku sengsara lalu dengan berat hati gibran mengikuti kemauan orangtuanya dan melangsungkan pertunangan dengan perempuan itu dan aku dengan sangat sakit harus melepaskan seseorang yang benar-benar aku sayangi dengan berat hati.