Di seberang danau indah yang memantulkan cahaya jingga dari atas sana, ada dua sosok sempurna yang saling berpelukan erat seolah sangat takut untuk berpisah.
Mereka sedang bercanda sambil memakan buah anggur merah yang sangat lezat dimakan ketika sore hari.
Suasana yang sejuk, bunga yang bermekaran indah di sepanjang danau, menambah kesan yang romantis bagi dua sejoli yang sedang mabuk asmara itu.
Rasa cinta yang begitu besar terpantul dari bola mata keduanya, seakan mengungkapkan pada seluruh dunia bahwa mereka berdua adalah cinta sejati yang tak akan pernah lekang oleh ruang dan waktu.
Rasa yang tak bisa dibandingkan dengan apapun juga di dunia ini.
Cinta yang membuat keduanya bertahan di saat kondisi genting yang kala itu melanda tempat bernaung keduanya.
Hanya ada senyum dan tawa yang selalu diperlihatkan oleh sepasang kekasih itu menjadikan hati yang sedang bermekar indah hingga tak menoleh ke sekitarnya yang perlahan membuat langit yang awalnya cerah, berubah menjadi gelap oleh lapisan asap yang semakin menebal.
Teriakan, jeritan, dan suara pedang beradu tak membuat mereka memutuskan tatapan cinta yang mengikat mereka berdua begitu erat.
Seolah semua yang terjadi di sekelilingnya hanyalah sekedar fatamorgana.
Jari lentik dan halusnya mengusap perlahan kepala lelaki itu. Lelaki terbaik yang membuatnya merasa sangat dihargai sebagai seorang wanita.
Lelaki itu sangat nyaman dan menikmati akan belaian kekasih hatinya yang selalu membuatnya rindu pada sosok cantik jelita yang sedang menatapnya intens, seolah menyimpan baik-baik wajah lelaki yang paling dicintainya itu di relung hati terdalam.
"Aku sangat mencintaimu, Chris."
Hoossshhh...
Hoossshhh...
Hoossshhh...
Nafas memburu itu terdengar jelas di kegelapan malam. Seorang lelaki tampan tengah memegang dadanya yang terasa sangat sakit karena mimpi itu selalu menghantuinya sejak 2 tahun yang lalu.
"Kenapa? Kenapa aku tak bisa mengingatmu? Siapa dirimu sebenarnya?" tanyanya lirih.
TAMAT
❤💔
Cerpen ini aku dedikasikan untuk novelku yang mandek di tengah jalan 🥺🥺🤧🤧🤧