Aku seorang anak batang kara,karena sebuah kecelakaan mengakibatkan harus kehilangan orang tua.semua keluarga mengucilkan ku karena ke kurangan ku bukan inginku seperti sekarang,tapi mengapa aku harus mengalami hal ini.
di kucilkan dan di asingkan oleh orang-orang karena bagi mereka aku aneh dan mengerikan.semua ini berawal saat aku dan kedua orang tua ku akan berkunjung ke rumah kakek nenek tapi di perjalanan kami mengalami kecelakaan dan orang tua ku di tanyakan meninggal di tempat.
sedangkan aku masih bisa di selamat kan hanya aku mengalami koma selama 1tahun dan selama ini tak ada yang mengurus ku kecuali orang kepercayaan orang tua ku.
semua keluarga ku acuh seolah kami saling tak mengenal bahkan kakek nenek ku sendiri meninggalkan ku.beruntung nya mereka tak mengusik peninggalan orang tua ku mungkin mereka masih memiliki hati nurani padaku.
karena ini juga aku menutup diri dari dunia luar semua aktivitas aku lakukan dari kediaman peninggalan orang tua ku...hanya para orang kepercayaan ku saja yang membantu ku menjalankan perusahaan peninggalan mereka untuk aku bertahan hidup.
aku memiliki 2oranh kepercayaan yang memang sudah mengenal ku sedari kecil yaitu bik darmi yang menjadi pengurus rumah dan pengasuh sedari kecil serta anak nya bima yang sudah ku anggap seperti abang sendiri yang menjadi orang tangan kanan ku.
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
"mbok aku bantu masak ya...?" sambil mengambil pisau untuk memotong sayur
"eh jangan non biar mbok aja masak,non pasti capek kan semalam begadang sama bima karena ngurusin kerjaan.!" tolak mbok darmi sambil mengambil alih yang sedang di kerjakan rain
"aku bosen mbok lagian aku gak ada kerjaan lagi selain hanya di dalam rumah ini." ucap ku menertawakan nasib ku sendiri
mbok darmi langsung memeluk rain yang sedang sesenggukan. "non jangan nangis lagi mbok gak kuat liat nya non harus sabar ya masih ada mbok sama bima yang sayang sama non rain kalo sedih terus kasihan tuan dan nyonya di surga sana." ujar mbok darmi berusaha memberikan penyemangat padaku
"terimakasih mbok sama bang bima selalu ada buat ku di saat semua orang mengucilkan ku." ucap ku tulus menitihkan air mata
di saat kami sedang berpelukan tiba-tiba ada suara langkah kaki yang masuk dari halaman belakang. " ini kenapa ibuk sama rain menangis...?" ucap nya sambil mendekat
"gpp kok bang aku cuma suka keinget aja sama orang-orang yang mengucilkan ku." jawab ku sambil tersenyum
"kamu bawa non rain jalan-jalan saja bima tapi ingat jangan sampai dia terluka." ucap mbok darmi
"baik buk biar rain sama bima aja...dek kamu ke kamar ya ganti baju abang mau ajak kamu ke suatu tempat." ucap nya sambil membelai rambut panjangku
"iya bang tunggu sebentar ya."
BAAAAA
"astaga kenapa sih suka bikin kaget aja dasar setan." ucap ku
"aku kan emang setan kamu lupa aku udah mati." sambil menampilkan smrik dengan mata hitam nya
"ehh iya aku lupa hehehe dah lah sana aku mau jalan sama bang bima." ucap ku sambil mencari pakaian berganti pakaian
"awas jangan ngintip kamu kalo gak aku cekek.''
"dasar gila mana bisa kamu cekek aku,yang ada aku rasukin tubuh kamu mau...?" ucap sang hantu
"jangan macem-macem ya kamu dah lah sana sembunyi lagi aku dah bosen liat kamu itu." meninggalkan sendiri di kamar yang sudah mengomel
Ya ini lah satu keanehan dari diri ku karena kecelakaan tersebut menyebabkan aku bisa melihat roh seseorang yang sudah mati oleh karena itu aku di anggap gila oleh mereka.dan masih ada satu hal lagi yang membuat mereka menjauhi ku dsn melihat ku jijik.
kami sekarang sedang di dalam mobil yang di kendarai bang bima entah akan di bawa kemana aku hanya menurut saja... perjalanan kami cukup memakan waktu karena kami sampai sudah sore. "abang ngapain ngajak aku ke taman ini tempat umum aku gak mau." ucap ku menolak untuk turun tak jadi melepas setbelt
"ayolah percaya sama abang...kamu gak akan di ganggu ada abang di sini kamu gak bosen di rumah terus dek berapa tahun kamu selalu terkurung di rumah,setiap di ajak ke luar gak pernah mau." ujar nya sedikit membentak
tanpa terasa air mata ku kembali menetes. "aku gak siap bang sampai kapan pun gak akan siap, abang tau sendiri apa kekurangan ku kenapa aku harus menutup diri abang yang paling tau.aku sudah cukup bahagia walau pun hanya terkurung di sangkar emas dari pada mendengar gunjingan mereka yang mengatakan aku monster dan gila." ujar ku menumpahkan semua yang ku pendam selama ini padanya
"abang tau kan awal-awal keseharian yang ku jalani semenjak kecelakaan itu...aku di olok-olok di rendahkan bahkan di kucilkan oleh keluarga sendiri begitu miris nya nasib ku sampai kekasih ku pun meninggalkan ku karena hal itu hanya tinggal kalian yang mau berdekatan dengan ku."
karena sudah tak sanggup mendengar semua keluh kesah yang di pendam oleh rain selama ini bima langsung memeluk mendekap erat seolah rain benda rapuh yang bisa hancur sewaktu-waktu.
dia dan ibu nya adalah saksi mata atas semua yang di alami rain semua kesulitan dan caci maki dari semua orang yang merendahkan nya.tapi dia sendiri pun tak bisa melakukan apa-apa karena tak memiliki kekuasaan hanya bisa menjadi sandaran kapan pun di butuhkan rain.
"maafin abang dek...abang cuma sedih liat kamu gini hanya mengurung diri di rumah."
"kamu pasti masih trauma atas semua kejadian selama ini...kalo gitu kita pulang aja ya maafin abang."
"gpp bang terima kasih sudah selalu ada untuk ku selama ini...abang sama mbok adalah orang yang berharga bagiku aku gak butuh yang lain." ucap ku sambil menyentuh sisi wajah sebelah kiri
"aku akan berusaha siap menerima keadaan ku bang,cacat yang ku alami ini yang membuat ku minder apalagi semua caci maki mereka.aku sadar bukan hanya aku yang memiliki nasib ini di luar sana pun masih ada yang mengalami hal lebih parah."
"aku akan belajar menjadi tegar menerima semua ini bang rain janji...rain juga ingin bahagia dengan cara yang ku buat sendiri." ucap ku sambil memeluk nya kembali
"abang yakin kamu bisa dek...abang bakal siap buat nikahin kamu kalo mau." ucap Bima berusaha menghiburku
"ishh apaan sih bang wkwkwk...aku kasih tau mbok ya abang suka jahil."
"apa salah Abang menawarkan diri toh abang masih ting-ting." ucap nya sambil menaik turun kan alis
"mulai deh gaje abang itu udah paket komplit tapi cukup jadi abang nya rain aja,rain mau abang bahagia sama bidadari pilihan abang."
akhir nya bang bima menjalankan mobil lagi meninggalkan taman tersebut dan mencari tempat lain untuk aku menenangkan diri. "bang kita drivetru makanan ya aku laper." ucap ku melihat nya sekilas
"oke bentar lagi kita mampir setelah itu kita ke tempat biasa aja ya." ucap nya sambil mengelus kepalaku
setelah membeli makanan sampai lah kami di hutan bukan hutan liat tapi lebih tepat nya sebuah bukit yang di kelilingi pepohonan,di tempat ini lah aku bisa menjadi diri sendiri tanpa harus menutup diri karena hanya ada aku dan bang bima.
kami menikmati hembusan angin dan suara-suara hewan.aku bisa tersenyum dan tertawa dengan lepas disini tanpa di pandang aneh oleh orang walau pun terkadang aku memiliki keinginan bisa berbaur di tempat umum tapi aku sadar itu tak mungkin.
karena aku cacat wajah ku hancur sebelah dan aku di judeg gila karena bisa melihat roh orang mati.itu lah mengapa aku menutup diri dari dunia luar.
🥀🥀🥀🥀🥀🥀