Ada satu rahasia terbesarku yang tak ingin orang lain mengetahuinya. Sesuatu yang memalukan itu biasanya terjadi pada saat aku kelelahan dan kurang tidur.
Mendengkur. Ya walaupun tubuhku kecil tapi dengkuran ku tidak bisa dianggap hal yang sepele. Terdengar keras dan terus terang saja mengusik pendengaran orang lain.
Jarang terjadi tapi mengganggu sekali. Keluargaku mengetahui hal ini, jadi pada saat mereka tahu aku kurang istirahat terutama kurang tidur, tidak ada satupun yang mau tidur dekat-dekat denganku. Mereka memilih menjauh.
Aku tidak menyangka sesuatu yang aku anggap aib terbesarku akhirnya diketahui orang yang aku sukai.
Semua itu dimulai pada saat sekolahku mengadakan pentas seni. Aku sebagai ketua kelas tentu saja termasuk orang yang paling sibuk. Aku ingin penampilan teman-teman sekelas ku tidak mengecewakan.
Sehari sebelumnya aku sudah sibuk mempersiapkan semuanya, otomatis aku kurang tidur, memikirkan pertunjukan untuk keesokan harinya.
Singkat cerita pertunjukan berjalan dengan mulus, bahagia rasanya, di ruang kelas, selesai acara mereka beristirahat termasuk Dio salah seorang teman sekelas yang kusukai sejak lama.
Tanpa aku sadari, aku mengantuk, aku tertidur dengan kepala yang menelungkup di atas kedua tanganku yang terlipat. Awal mulanya tidak apa-apa, selanjutnya dengkuran super power ku mulai membahana, aku tidak menyadarinya, sampai Nina sahabatku menepuk bahu untuk membangunkan aku dari tidurku.
Aku terbangun, kulihat teman-teman pada menutup mulut mereka menahan tawa. Melihat mukaku yang bingung seketika mereka tidak dapat menahan tawanya. Ruang kelas menjadi penuh dengan gelak tawa. Aku lalu secara tidak sengaja melihat Dio yang juga sedang melihatku, senyum menghiasi wajahnya. Ia lalu berkata," ga apa-apa tidur aja lagi".
Ya Allah, aku harus sembunyi dimana?, seandainya aku bisa menghilang.
TAMAT