Perkenalkan namaku Ariana biasan dipanggi Ari. Yah meskipun nama Ari identik dengan nama cowok, tetapi karena aku sudah nyaman dengan nama itu, aku pun cuek sajah toh aku sendiri tidak menyerupai cowok. Justru aku cewek yang selalu berpenampilan feminime.
Aku saat ini duduk di bangku sekolah kelas sebelas. Aku menyukain kaka kelas ku yang bernama Aren. Ka Aren adalah motifasiku untuk selalu rajin belajar dan selalu berpenampilan menarik. Yup, tujuanku agar aku bisa menarik perhatian Ka Aren.
"Ri mau kekantin apa di kelas sajah?" tanya salah satu temanku, Rindu.
"Di kelas ajah Ndu, aku juga mau belajar nanti kan ada ulangan dan aku belum sempat belajar semalam," tolakku, karena memang aku akan belajar.
Rindu pun meninggalkan aku. Di dalam kelas aku hanya sendiri. Teman-temanku sedang ke kantin untuk makan siang. Karena kelas sepi aku yang sedang fokus belajar sembari mengupil. Rasanya hidung gatal sekali, saking enaknya ngupil aku pun tidak sadar ka Aren masuk ke dalam kelasku bersama teman cowok satu kelas denganku, sebut sajah namanya Dono.
"Ih Ari jorok deh, ngupil terus," ucap Dono, sembari terkekeh.
"Aku pun kaget dan reflek menarik jari kelingkingku. dari hidung. Aku menengok kearah Dono hendak membela diri, tetapi betapa malunya hatiku, ternyata yang tengah tertawa bersama Dono adalah Ka Aren.
"Ya Tuhan mau ditaro mana mukaku, kenapa Aib ku diketahu oleh Ka Daren, cowok yang selama ini aku suka. Reflek aku pun menutup wajahku. Malu, sangat malu.🙈🙈🙈