"Ouh Sasi, kenapa kamu begitu cantik? Aku ingin memilikimu." gumam Arka mengintip seorang penari jalanan dari balik kaca toko kuenya.
Setiap malam, Arka akan bergadang di toko kue hanya untuk melihat pertunjukan satu gadis penari jalanan dengan mata berbinar.
Lima hari berlalu...
"eeeuumm.. malasnya aku hari ini. Lebih baik dirumah saja." desak Arka sembari turun dari ranjangnya, membuka pintu jendela.
Diluar jendela kamarnya ada seekor kucing manis. Rasa gemas menggerogoti hatinya. Dengan cekatan Arka membopong kucing kecil dan memberikan susu. Tangan Arka cekatan, rambut panjangnya pun di berikan jepitan layaknya anak gadis. Semua aktivitas Arka terpampang jelas dengan jendela kaca tak bertirai bagaimana dirinya berselfie ria bersama kucing temuannya.
"Ekhem!" Seseorang berdehem dan membuat mata Arka melotot.
Seperti ketahuan mencuri saja, Arka buru-buru melepaskan jepitan di rambutnya dan melemparkan ponsel mahalnya. "Anda mencari siapa?"
Kedatangan gadis penari jalanan ke rumahnya sepagi ini sukses membuat Arka malu dengan penampilannya yang tak ada bedanya dengan imut ala anak gadis. Satu kebiasaan yang tersembunyi, justru sang gadis pujaan hati melihat secara langsung.
Gadis itu mendekati Arka, membungkuk dan mengambil jepitan warna putih dari lantai. Tangannya menyibakkan rambut panjang Arka. Tanpa permisi gadis itu kembali menjepit kan jepitan ke rambut Arka, memperlihatkan wajah Arka dengan sempurna tanpa tertutupi rambut. "Ini lebih baik, aku suka dengan matamu. Your habit cute."
"Love you Sasi." ucap Arka spontan.
Greeb...
Satu pelukan datang dari Sasi. "Love you too my stalker."