[Aib dilihat orang yang disukai]
Hana mendengar bunyi bel. Ia segera bergegas menuju pintu rumah. Ia mengira yang datang adalah kurir yang mengantar paket.
Hana terkejut saat melihat Joshua yang datang. Ia tidak memakai make-up.
Joshua melihat wajah polosku!
Selama ini Hana selalu memaki make-up saat di luar rumah. Hanya di dalam rumah ia bisa menjadi dirinya sendiri. Hana buru-buru masuk rumah dan memakai masker. Setidaknya bisa menutupi sebagian wajahnya.
"Uhuk ... uhuk ..." Hana berpura-pura batuk.
"Josh ... ada perlu apa kau ke sini?" Hana bertanya.
"Apa aku boleh masuk ke dalam?" Joshua ingin berbicara berdua dengan Hana.
"Maafkan aku. Aku tidak bisa mengundangmu masuk ke dalam rumah. Orang tuaku sedang tidak ada di rumah." Hana sudah diwanti-wanti oleh orang tuanya.
"Apa kita bisa bicara di taman?" Joshua memilih di taman terdekat yang terlihat sepi.
Hana mengambil jaketnya lalu berjalan mengikuti Joshua.
Di taman.
Joshua bercerita, "Aku menyukai seorang wanita. Apa ia juga menyukaiku?"
Hati Hana terasa perih. Ia berharap ia lah wanita yang disukai Joshua.
Tapi tadi Joshua sudah ngeliat muka polosku. Ia pasti suka wanita yang cantik.
"Kau sudah bilang ke dia?"
"Belum. Aku takut ditolak."
"Bilang aja. Kalaupun ditolak, ya nggak pa pa. Cari yang lain."
Cari aku maksudnya.
"Hana, aku menyukaimu."
Eh? Ini Joshua cuma latihan atau sungguh-sungguh?
"Hana, aku menyukaimu." Joshua mengucapkannya lagi.