Zio dan Jane adalah pasangan kekasih. Telah 5 tahun mereka merenda hari bersama sejak pertengahan semester saat mereka sama sama berkuliah di Institud Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Jurusan Seni Teater.
Keduanya menemukan beberapa kesamaan saat berkutat dengan teori juga berdarah darah berjuang mendalamai ilmu, memutar otak untuk menyelesaikan proyek tugas dari pengajar mereka.
Seperti sekarang tim mereka sedang melakukan syuting untuk pembuatan film pendek asal usul batu kecubung. Sehingga mereka mengambil latar di pulau Kalimantan, di sebuah desa yang terletak di Kabupaten Kota Waringin Barat, Pangkalanbun. Yang sering di sebut juga kota Manis. Di mana berasal batu kecubung yang sangat cantik dan berkualitas baik.
Kisah mereka di bintangi oleh sesama rekan mahasiswa juga penduduk lokal setempat. Agar penghayatan peran dan kesesuaian cerita dengan legenda itu sendiri.
Dalam film pendek itu, mengisahkan seorang nenek tua renta yang ahli menafsirkan tempat mana saja yang banyak batu kecubungnya.
Nenek itu, akan melakukan semacam ritual penyembahan pada sang leluhur, sekaligus memohon ijin. Akan menambang di tempat itu.
"Yang... Nek Aluh keren yaah. Padahal sudah tua, tapi pendengarannya tajam. Untuk mengankap kode dari alam." Salut Jane pada nenek yang sedang melakukan perannya tersebut.
"Ya... Kan itu memang ke ahliannya, sayang." Jawan Zio pada kekasihnya itu.
"Semoga ritualnya beneran sukses. Jadi kita ga perlu banyak edit videonya. Jadi, kita bisa cepat pulang." Tanggap Jane penuh harap.
"Kenapa? Udah ga betah di sini?"
"Ah... Ga kok. Selalu betah karena sama kamu, yank." Senyum Jane mengembang ke arah Zio.
"Sayang... Perhatikan ga? Aku tuh liat nek Aluh tuh keren lho dengan rambut putihnya." Puji Zio pada nek Aluh yang memang memiliki rambut tak hitam lagi.
"Ya... Kan sesuai usianya yank. Jadi cocok aja sama wajahnya." Jawab Jane.
"Eh... Gimana kalo besok pas kita nikah, sayang dandannya ala ala nek Aluh saja." Ide Zio terdengar agak konyol.
"Aah... Ayank. Jelek nanti yank."
"Yang bilang jelek siapa? Kan aku yang mau sayang begitu." Zio tetap saja dengan permintaan tiba-tibanya
"Emm... Boleh deh. Tapi foto prewedding kita nanti juga, ayank harus kayak kakek kakek Dayak. Gimana?" tantang Jane tak mau kalah.
"Oke deal siapa takut."
Berawal dari obrolan iseng saat syuting itulah, akhirya. Tepat 3 tahun setelahnya. Sungguh Jane menjelma menjadi Pengantin wanita berambut putih. Yang tetap tampak cantik dan cocok dengan gaun dan tampilan khasnya sebagai pengantin pada umumnya.
Tamat.