Pagi-pagi sekitar jam 06.30 Nada terbangun, betapa kagetnya dia saat melihat jam dinding yang seolah-olah begitu besar dimatanya.
"YA ALLAH, SUBUH!!!" Nada berlari ke kamar mandi dengan segenap jiwanya yang masih melayang.
"Nada kemana lo?!!" Nofan yang sedang membawa air panas ikut terkejut saat Nada berlari di depannya seperti Ghost rider. Untung saja air itu tidak tumpah. Jikalau sampai tumpah, ia harus siap sedia mendengar ceramah ibu akan yang bersinar pagi buta seperti ini.
Setelah melaksanakan sholat subuh Nada bernapas lega dan melanjutkan sholat dhuha-nya. Nada melipat sajadah serta mukenanya, tak lupa ia meletakkan kembali di tempat semula dengan rapi. Kemudian Nada keluar menuruni tangga untuk mencari keberadaan Nofan kakaknya.
"Kak!!!" teriaknya keras.
"Oik!! Gue di belakang!!"
Teriakan itu menuntun langkah Nada ke arah teras belakang rumahnya. Dengan sedikit kesal ia menghampiri ayah, ibu dan kakaknya.
"Kenapa nggak ada yang bangunin Nada?" dengan cemberut Nada duduk di samping ayahnya.
"Gue udah bangunin, ketok-ketok pintu kek maling.. Kebo sih, jadinya gue balik ke kamar lagi." jawab Nofan santai.
"Mana ada maling ketok-ketok pintu?"
"Ada... Itu namanya maling sopan, mau maling ijin dulu ama yang punya rumah.." dengan entengnya Nofan menjawab sehingga ibu dan ayah tertawa melihat mereka.
"udah-udah, lagian kamu Nada... Udah SMA masa subuh mau di bangunin mulu." oke ibu memulai metode ceramahnya membuat Nada merasa was-was dengan keadaan.
"ya... namanya juga ketiduran, bu."
"Ga ada, kalo udah sahur itu ga boleh tidur lagi. Kamu sih, dibilangin bandel." ucap Ibu yang diiringi kekehan ayah dan Nofan.
Nada hanya diam dan mengiyakan ucapan ibu agar ceramah ini tidak berlanjut. Pagi ini terasa begitu indah, walaupun Nada dari kalangan keluarga menengah, namun kebahagiaan dan kehangatan keluarga sangat sulit didapatkan jaman sekarang. Ia bersyukur Allah memberinya keluarga yang lengkap dan senantiasa taat kepada-Nya.
"KAKKK!!!!" teriakan Nada kali ini lebih menggelegar. Lebih mirip suara kambing yang kakinya terjepit dari pada suara gadis.
"ngapain teriak mulu sih? Suara lu nggak ada bagus-bagusnya tau nggak!" jawab Nofan sedikit kesal.
"hehe, cuman mau nanya.. Lu udah sarapan?" tanya Nada dengan begitu enteng.
"Lu demam? Kan lagi puasa.. Ngapain sarapan?" Nofan benar-benar heran dengan adiknya ini. Padahal puasa sudah 21 hari namun Nada sering kali bertanya tentang sarapan, makan siang dan sebagainya yang berhubungan dengan makanan.
"Puasa?" Nada mengetuk kepalanya pelan dengan jarinya seperti berpikir. Nofan menjawab dengan mengangguk polos.
"OH iya, Puasa.. Sekarang bulan apa sih?"
Oke, Nofan mulai merasa kesal dengan kegoblokan adik kesayangannya itu.
"Bulan Ramadhan." jawabnya begitu datar. Nofan lelah menjawab pertanyaan yang sama, yang di ajukan Nada sebanyak 3 kali seminggu, selama bulan puasa ini.
"OH iya,,, maaf lupa. Oke deh." Nada tersenyum girang saat mengingat sesuatu.
"OH iya kak...." dengan kesal Nofan berbalik dan melihat senyum lugu adiknya.
"Apa?" dengan kesal yang mulai menumpuk Nofan mencoba menahan emosinya.
"Ada cemilan nggak?"
Nofan menarik napas pelan dan kemudian mengeluarkannya dengan pelan pula. Hati-hati Nofan menjawab pertanyaan adiknya lembut agar emosinya tidak terlepas.
"buat apa? Kan lagi puasa.."
Nada terkekeh kecil dan menjawab santai yang membuat Nofan kesal setengah mati.
"Buat cadangan kak, ntar mau nonton film."
"Nonton film? Emang harus pake cemilan!" tanya Nofan heran.
"Haruslah, biar enak gitu nontonnya.." jawab Nada dengan begitu senang.
"Yaudah ntar Nada beli sendiri aja."
"Nggak boleh!"
Nada mendengus kesal, heran dengan kakaknya ini.
"Kenapa nggak boleh? Kan pakai uang Nada sendiri!" protes Nada kesal.
"Tetep nggak boleh!" tegas Nofan.
"Kakak kenapa sih!! Suka-suka Nada lah.." sungguh Nofan sangat menjengkelkan dimata Nada saat ini.
"Iya nanti puasa kamu batal dong?"
"Kenapa gitu kan Nada nggak ngapa-ngapain.."
"Trus itu cemilan buat apa?" tingkah adiknya ini benar-benar diluar batas orang normal. Berbicara dengan santai seolah-olah tidak ada beban.
"Ya buat makan lah kak, namanya juga cemilan."
"Nggakk!!!" Nofan masih berusaha menahan kesalnya yang berada di ujung kepala.
"Kakak kenapa sih, semuanya ga boleh.." dengan nyali sedikit menciut Nada masih sempat saja protes kepada kakaknya.
"LAGI PUASA!!!!!!!!!"
Habislah, mungkin setelah ini puasa Nofan batal karena tak bisa menahan amarahnya.
"Oh, iya....? Aku lupa lagi!"
Nofan menutup keras pintu kamarnya, sungguh kesal dengan adiknya itu.
'Ampuni Nofan ya Allah, udah marah-marah sama Nada, padahal Nofan lagi puasa.' 😔😔😔
TAMAT!!!!!!! 🤣