Pagi in lyra sengaja bangun lebih awal dari biasanya. karna harus berkerja sebagai Mua.
ada klein yang meminta nya untuk datang kerumah secara privat.
namun dijalan terjjadi kecelakkaan hingga membuat macet. dan lyra tak bisa berbuat
apa apa.
" ly.....telat ya " cepatan gih....tuh dicari mami.
liry pun cepat masuk keruangan sang bos.
Deg............
" ya Allah mudahan bos hamba tidak marah" guman lyra. panic.
ketika sudah di berdiri di depan mami cecil bosku.
" maaf .....mami tadi ada kecelakaan dijalan , jadi macet " kata ku gugup.
" mhemm...........ok ....jangan diulang" kata mami
cecil menatapku tajam.
" alhamdulilah..." gumanku dalam hati.
" sekarang cepat bantu roy untuk kerumah nona
jasmine.. karna kalau kalian telat bisa bahaya " ucap mami ketus.
" siap mami" jawabku pelan.
Aq pun melangkah keluar dari ruangan mami menuju ruangan kak roy mentorku yang suda malang melintag menjadi mua.
" hei.......ly sudah datang ayo siap siap nona jasmine sudah menunggu kita." kata kak roy dengan gaya gemulainya.
" iya kak " kataku yang menyiapkan semua peralatan untuk di bawa kerumah pribadi nona jasmine.
Setelah selesai berkemas aq dan kak roy sampai
dihalaman bertembok kokoh yang tinggi.sekitar
2000 meter.
Aq dan kak roy pun memasuki rumah bak istiana
di antar oleh seorang penjaga sampai keruangan
khusus. yang terlihat begitu luas dan elegan lengkap dengan hiasan dan isi ruangan yang serba
wah.......
" masyaallah......" gumanku pelan begini rumah
para sutan ya. begitu besar dan luas .
Ketika tak berapa lama muncul seorang wanita.
" tuan roy ditunggu nona di ruang bacanya" kata
wanita itu sopan.
" baik lah bisa anda mengantar kami" kata kak roy
lembut.
" baik tuan ikuti saya " kata wanita itu lalu berbalik
melangkah.
Kak roy dan aq pun mengikuti wanita itu kesebuah ruangan yang tak lain ruang baca nona jasmine.
tok....tok...tok.
" masuk.....terdengar suara dari dalam.
" silahkan tuan " kata wanita itu dengan sopan.
" ok trimakasih mey" kata kak roy.
Kami berdua pun masuk ke ruang baca yang cukup luas dan nyaman.terlihat banyak rak rak buku yang tertata rapi yang berisikan buku buku bagus.
hatiku menciut melihat pemandangan didepan mata. ruangan yang banyak dengan hiasan kristal
mahal itu luar biasa.
" hai roy.....sapa seorang gadis cantik yang muncul
diantara rak buku.
" pagi nona jasmine apa kabar" kata kak roy sopan.
" pagi roy.kau membawa asisten rupanya." kata gadis itu yang tak lain nona jasmine.
" siapa namamu " katanya bertanya padaku seraya
tersenyum.
" saya lyra nona." kataku pelan dan sopan.
" ok kita mulai roy.kita ke halaman belakang" kata nona jasmine. lalu melangkah keluar ruangan menuju suatu tempat.
Aq dan kak roy hanya mengikuti nona jasmine
dari belakang dan berherti di sebuah teras yang begitu asri yang sudah ada karpet berbulu dan kursi malas.
" kita disini saja" kata nona jasmine seraya duduk
di sofa empuk yang terlihat. mahal.
" ok nona." jawab kak roy lalu meletakan pekakas
kami yang kami bawa.
Tugasku melakukan adalah melulur sang nona cantik dan memijat tubuhnya agar rilex. sedang
kak roy nanti akan mengecat rambutnya dan mekrimbat rambut panjang sang nona.
Lingkungan yang asri dan sejuk membuat betah bekerja. aq melakukan dengan hati senang.
sambil melihat suasana sekitar yang begitu indah
membuatku takjub . apalagi ditambah sebuah pohon sakura yang berbunga mekar..
Sungguh luar biasa. ...
aq dengan telaten memijat sang nona cantik.
rambut hitam nya yang legam dan panjang
terasa wangi di penciumanku.
" ya ampun begini banget ya jadi irang kaya" bathinku serba ada dan lenkap.bahkan bisa
bermalas malasan tampa bekerja keras seperti ku.
Setelah aq selesai melakukan tugas ku .aq beristirahat duduk tak jauh dari nona jasmine
dan kak roy. kak roy sedang memijat rambut
sang nona.
" menurut warna apa yang bagus roy" kata nona jasmine.
" warna apa yang nona suka" tanya balik kak roy.
" aq ingin memirangkan rambutku" jawab nona jasmine sedokit manja.
" baik nona " kata kak roy. tersenyum.
Proses krimbat rambut pun selesai maka tinggal pengeringan dan mencat rambut nona jasmine.
kak roy mengadon cat rambut yang disiapkan
untuk sang nona sedang aq duduk manis bersantai
sambil menikmati cemilan yang dibawakan seorang pelayan.
waktu cukup lama untuk melayani nona jasmine.
namun tentunya sesuai bayaran yang pantas.
suara seorang pelayan terdengar memanggil
nona jasmine.
" nona ini tuan gabtiel telp" kata pelayan itu.
" berikan padaku " kata nona jasmine." kak roy
yang sedang sibuk dengan persiapkan pengecatan rambut nona jasmine pun menudanya sesaat untuk menunggu nona jasmine bicara.
" nona bolehkan saya kekamar kecil sebentar." izin
kak roy.
" pergilah " jawab nona jasmine.
Aq yang juga ingin kekamar kecil ikut dengan kak roy agar tahu tempatnya.
sedangkan nona jasmine sedang asyik ngobrol dengan seseorang ditelpn.
Tak lama kami kembali.terlihat nona jasmine tersenyum sedang menemani anak kecil yang bermain didekatnya.
" hai uncle. roy......" sapa anak kecil itu.
" hai.....jack are you " balas kak roy
" Am ok......lalu berlari pergi tersenyum miring penuh arti.
" bye......katanya barlari dan menghilang dibalik ruangan yang luas.
..................
Perawatan rambut nona jasmine pun berjalan lancar tinggal menunggu dibuka dan pengeringan.
kak roy bekerja dengan telaten dan cepat.hingga
bisa maximal dan......
" roy..............." teriak sebuah suara....mengelegar.
Aq yang sedari tadi sibuk dengan hpku membaca noveltoon cukup tersentak kaget.
" iya nona ada apa." kata kak roy yang panic mendengar teriak kan sang nona.
"lihat......lihat .....roy." kata nona jasmine menunjuk
rambuttnya.
Aq yang melihat pun langsung menutup mulut karena kaget.
" astaga mampuss.......kita kak roy " bathinku resah tak enak.
" look at me....apa warnanya.......
" kenapa bisa begini.......roy....." kata nona jasmine
marah.
" maaf nona tapi saya tidak melakukan dengan sengaja "kata kak roy yang terlihat gemetar.
" ha......ha ....ha .......is funny ......hore.....
berhasil......tetdengar celoteh anak kecil tertawa.
" jack........ you............aaaa..........
Nona jasmine berteriak sambil melempar semua barang yang ada disamping nya kearah jack.
jack yang di lempar hanya tertawa terbahak bahak.
Aq dan kak roy tadi merasa takut dan tegang akhirnya diam terpaku tampa suara melihat apa yang terjadi didepan kami.
Pada akhirnya rambut pirang yang diinginkan nona jasmine pun gagal total. rambutnya yang hitam legam berubah jadi putih..
" ha....ha....ha......is good......." kata jack yang berdiri
tak jauh dari kami setelah kak roy mengeramasinya dan mengeringkan rambut indah nona jasmine.
" bagus kan kau seperti penyihir putih" ujar jack
tersenyum puas pada sang kaka.
Ya.......jack melakukannya bukan tampa alasan karna sang kaka yang cerewet dan slalu usil juga
seenaknya membuat jack berbalik melawannya
dengan mengerjai nona jasmine.
Dan itu benar terjadi jack sengaja mencampur adonan cat rambut putih. tampa disadari kak roy.
" awas kamu jack .....akan kubalas" ucap nona jasmine ketus dengan wajah kesal.
" wk wk wk .....ok kutunggu ...kau pikir kau saja yang bisa melakukannya.aku pun bisa" kata jack
seakan meledek nona jasmine.
" shit.........." ..umpat jasmine. jengkel.
" jack........." teriak nona jasmine lagi
Ketika kami pulang ada perasaan bersalah karna lalai dalam pekerjaan. membuat aq dan kak roy
merasa tak enak hati.
Tetapi nona jasmine lah yang meminta maaf pada kami atas keusilan sang adik yang sempat membuat nona jasmine salah paham pada kak roy yang dikira sengaja melakukannya.
Seminggu setelah kejadian itu kami mendapat undangan pernikahan nona jasmine. yang diadakan
di hotel mewah.
Kami karyawan mami semua hadir termasuk diriku. untuk menyaksikan pernikahan megah sang nona dengan seorang pengusaha terkenal.
Terlihat jelas pengantin perempuan berambut putih
namun terlihat tetap cantik dan elegan.
banyak tamu yang berbisik karna penasaran kenapa rambut nona jasmine berwarna putih.
Tapi .....ada julukan baru pada nona jasmine
dari jack penyihir putih.
Jack yang hadir disana terlihat puas pada sang kakak tirinya. itu.
" kamu tahu nona pengantin berambut putih itu adalah penyihir putih seperti di lord in the ring"
kata jack yang berbisik kepadaku. saat aq menyapanya.
Tamat.
.