"Dear Siren,
aku suka melihat senyummu hari ini, pagiku seketika lebih berwarna melihatmu. Tetap seperti itu, yaaa...
Love,
Anonym
Siren menggeleng-gelengkan kepalanya dengan muka masam, ini adalah yang kesekian kalinya dia menemukan gulungan kertas kecil mirip gulungan kertas arisan itu di rak sepatu yang ada di depan pintu kostnya. Surat kecil itu hanya terdiri dari dua baris dan diketik rapi. Selalu begitu!
Anehnya, meskipun sepatu yang berjejer di rak itu bukan hanya sepatunya tetapi ada sepatu Ning dan Berta, teman se kostnya, kertas kecil itu selalu berada di dalam lubang sepatunya, terselip begitu rupa sehingga ketika Siren berusaha menjejalkan kakinya, dia merasa ada sesuatu yang mengganjal.
"Ini dari siapa, sih?" Siren mulai merasa terganggu.
"Dari fans rahasiamu pastinya." Sahut Ning sambil menyisir rambut panjangnya.
"Tapi, ini kan kost cewek kok bisanya kurang kerjaan kayak gini?"
"Dia mungkin ngira kamu jelmaan Lisa Blackpink " Berta mengikik sambil mencomot kue lidah kucing dari dalam toples. Badannya memang paling subur, mulutnya juga tidak betah kalau kosong.
"Alah, halu mu itu, Ber..." Siren merengut sambil melemparkan gulungan kertas itu ke kotak aksesorisnya di atas meja.
Mereka bertiga adalah tiga mahasiswi yang berkuliah di satu universitas tetapi beda fakultas.
Sudah dua tahun ini mereka tinggal bersama menyewa sebuah rumah kost yang langsung berhubungan dengan rumah ibu kost.
Ibu kostnya itu, bu Kinan, perempuan umur 40an yang modis. Dia janda dengan dua anak beranjak remaja Konon rumah-rumah kostnya ini di bamgunnya semasa dia menjadi simpanan seorang pengusaha.
Itu sebenarnya cuma gosip yang tak jelas kebenarannya, ibu Kinan sebenarnya orangnya baik dan pengertian, meski kadang mereka lambat membayar uang kost, bu Kinan tidak pernah marah.
"Kalian tidak malam mingguan?" tanya Ning sambil memoles bibirnya dengan lipstik berwarna soft pink, senada dress yang di pakainya. Dia adalah yang paling cantik dan fashionable, berganti pacar seoerti berganti baju. Terkenal sebagai Playgirl.
"Eh, kalau nanya mikir dulu, ini yang kamu tanyain jomblo semua! Memangnya mau malam mingguan sama tiang listrik?" Berta mengomel.
"Oh, iya lupa. Aku ingatnya Siren masih pacaran sama Yanu." Ning tertawa kecil. Siren tak meladeni, dia memang sudah putus dengan Yanu hampir tiga bulan, pacarnya selama setengah tahun itu minta putus dengan alasan gaya pacaran dengan Siren terlalu kuno.
"Masa jadi pacar tiga bulan, cuman dapet sun pipi doang. Itu gaya pacaran jaman batu kali." Alasan Yanu. Siren Legowo melepaskan Yanu, masalahnya dia janji dengan emak gak akan macam-macam sampai lulus kuliah. Jadi dia sangat menjaga diri takut kebablasan.
"Kamu jalan sama siapa malam ini?" Berta yang comel penasaran dengan partner jalan Ning yang setahunya baru tiga hari yang lalu putus dengan Bimbim, pacar dua bulannya.
"Tebak..." Ning mengedip dengan genit.
"Siapa?" Berta penasaran.
"William anak bu kost." Ning tertawa sumringah.
Siren dan Berta sama-sama melotot, mereka tak menyangka William yang baru pulang sebulanan ini dari Jakarta itu setelah menyelesaikan kuliahnya ternyata berhasil di gaet oleh Ning.
"Serius?"
"Ya, seriuslah...ntar deh kamu lihat, dia dah janji jemput aku jam tujuh teng! Kalau aku jadian sama dia aku janji berhenti jadi playgirl. Aku bakal setia."
Kedua temannya itu hanya melotot tak percaya, apalagi pas Jam 7 sesuai yang di katakan Ning, William mengetuk pintu mereka dan si tampan itu dengan sikap elegannya mengatakan.
"Saya permisi mengajak Ning keluar dulu, ya..."
Berta dan Siren selalu terpesona dengan keberuntungan Ning.
"Jadi goodlooking itu memang selalu beruntung." Berta hanya mendengus pada Siren, meratapi kejombloan yang memang sedang betah menghampiri hidupnya.
***
Dear Siren,
Hatiku menghangat saat melihatmu, apakah ini cinta?
Love,
Anonym
"Astagaaaah, ini orang siapa sih, jadi orang pengecut sekali!" Minggu pagi ini, Siren terbangun hendak jogging dan menemukan gulungan surat yang sama di salam sepatunya.
Dengan muka kesal dia berlari, keluar dari dalam pagar, melirik ke rumah induk yang sepi. Semua masih tidur, termasuk dua temannya itu, masih mendengkur dalam selimut.
Saat Siren keluar dari pagar
"Bruk!"
Dia menabrak seseorang yang sedang jongkok, sepertinya sedang membetulkan tali sepatunya.
"Agh!" Siren hampir tersungkur untung tubuh tinggi tegap itu menangkapnya.
"Oh, maaf." Siren terkesima, merasakan pinggangnya dipeluk erat dan lebih terkesima lagi saat menyadari siapa yang kini memeluknya itu
"Kak William?"
"Siren..."
Keduanya segera tersadar, William yang hanya menggunakan baju kaos olah raga tanpa lengan dan celana pendek itu melepaskan pelukannya, aroma parfum musk yang di pakainya seperti hipnotis.
"Maaf, aku gak hati-hati."
"Gak apa-apa, aku juga jongkok sembarangan di tengah jalan" Sahut William.
"Mau Jogging?"
"Iya."
"Yuk, sama-sama"
Dengan malu-malu Siren mengangguk.
"Astaga, kalau Ning tahu aku jogging dengan pacarnya, bisa di goroknya aku." Siren menggigit bibirnya, tapi dia yak kuasa menolak mengikuti William dengan pasrah.
Beberapa saat mereka berdua berlari mengitari kompleks yang masih sepi, berbasa-basi seadanya tetapi lebih banyak diam. Siren yang menyukai William tapi kalah gercep dari Ning, tak bisa berbuat apa-apa selain melirik si wajah mirip Lee min ho itu.
"Siren, kita ustirahat dulu di kursi itu " William menunjuk sebuah kursi.
Kemudian sambil mengatur nafas mereka melepas lelah, melap keringat masing-masing.
"Kak William sudah jadian ya sama Ning?" Tanya Siren penasaran.
"Kata siapa?"
"Tadi malam keluar sama Ning "
"Memangnya kalau keluar harus pacaran?"
"Eh, kak William kan lagi pedekate sama Ning?"
"Aku mau pedekate sama temennya. Ngajak Ning keluar tadi malam cunan cari info, temennya itu sudah punya pacar apa belum." Sahut William sambil terkekeh.
"Hah, kak William naksir teman Ning? Yang mana?"
"Kamu."
"What?" Siren hampir tersedak mendengar jawaban William.
"Kenalkan..." William mengangkat tangannya, dan meraih tangan Siren mengajak bersalaman.
"Anonym." Ucapnya, sambil nyengir. Tanpa Dosa.
(Tamat)
Yuuuuuk mampir di cerpen dan novel-novelku di Noveltoon. Di jamin baper sampai termehek2😅😅😅