Terima !!!
Terima !!!
Terima !!!
suara sorak sorai orang² yang meneriaki padaku untuk segera menerima ungkapan cinta yang dilakukan oleh seorang pria muda yang merupakan idola di sekolah ini.
Ini merupakan hari pertamaku bersekolah di lingkungan yang baru,aku baru pindah dari luar kota. Tapi aku dikejutkan dengan peristiwa besar yang kualami. Bagaimana tidak ?
Sepulang sekolah aku digiring oleh beberapa teman baruku menuju lapangan basket yang ada di halaman belakang.
"ayo,kita ke lapangan bentar aja !, disana tempatnya para cogan kermut ngumpul" ucap salah seorang teman yang membuat keningku berkerut tak mengerti apa maksud ucapannya.
"cogan kermut ?" tanyaku tak faham.
"cowok ganteng keren dan imut " aku manggut manggut.
Aku menuruti saja ajakan mereka karena kufikir tak ada salahnya kan ? Setibanya disana aku pun duduk disebuah bangku penonton yang berada di deretan tribun paling bawah.
Beberapa nama dielu elu kan oleh para siswi yang kebetulan sudah lebih dulu berada disana dan menonton pertandingan mereka.
"David !!"
"Eros !!"
"Sandy !!"
"go go go Arsen !!"
Aku tak faham nama² itu,hanya ikut menikmati alur permainan yang mereka sajikan. Sebenarnya tangan dan kakiku sudah gatal untuk terjun dalam permainan mereka,tapi aku gak mau mereka berfikir kalau aku sombong dengan menunjukkan skill basketku dihari pertama ku sekolah disini.
Sambil mataku yang terus saja memperhatikan permainan mereka seorang teman yang berada di sisi kanan dan kiriku menunjukkan padaku seorang yang bernama Arsen.
"lumayan juga" batinku berreaksi
Body atletis dengan roti sobek dibagian perut,dada bidang yang terlihat nyaman untuk dijadikan sandaran kepala,tinggi kira² 1,9m,rambut lurus warna hitam dengan sedikit gradasi warna blonde acak,memakai ikat kepala berwarna hitam,didukung wajah tampan dan kulitnya yang putih.
"sempurna....aukh......" bola basket mengenai kepalaku.
Seketika kepalaku terasa sangat berat,pandanganku menjadi gelap dan ..........
Entah berapa lama aku pingsan,yang jelas telingaku mendengar suara seoang cowok yang bergumam tepat ditelingaku dengan nada khawatirnya.
"kumohon cepatlah sadar,aku gak bermaksud membuatmu celaka"
"aku tak sengaja melakukannya"
sementara itu aku juga merasakan hidungku yang hangat dengan aroma minyak kayu putih yang menyeruak.
semilir angin juga sedikit aku rasakan menerpa dibagian wajah dan dadaku.
Aku coba membuka mataku walau kepalaku masih terasa sangat pusing.
,,,,,,,,,,,grebbbbb,,,,,,,,,
Tubuhku berada dalam pelukan seorang cowok dan membuat banyak pasang mata terbelalak tak percaya.
Banyak diantara mereka yang terkejut dengan pemandangan yang ada didepan mereka.
"wow,seorang Arsen,si anti cewek tiba² meluk cewek ?"
"seorang kulkas berjalan bikin jantungku meleleh"
"ukh,co cweeeeet"
"harusnya aku yang disana...."
dan banyak lagi suara² kagum maupun kecewa terlontar dari mulut mereka.
Aku masih terdiam tak tahu harus berbuat apa,karena aku masih cukup terkejut dengan yang aku alami.
Cukup lama aku dia mendekapku,hingga aku memintanya untuk melepaskan dekapannya. Dengan dibantu seorang teman aku mencoba berdiri ,tapi kepalaku terasa kembali berkunang dan lututku seakan tak kuat menopang berat badanku yang tak seberapa ini.
"eh,kok gak sakit sih ?" fikirku,ternyata sebuah tangan sigap menangkap badanku.
"tolong jangan tolak bantuanku"ucapnya memohon.
aku tak bisa menolak karena dia sudah lebih dulu mengangkat tubuhku,akupun otomatis mengalungkan tanganku dilehernya yang basah oleh keringat.
Entah ide siapa,kulihat ditengah lapangan telah disediakan kursi. Arsen bukannya membawaku ke uks tapi malah mendudukkanku dikursi tersebut,akupun hanya menurut.
Dia berlari ke tepi lapangan lalu seperti mendiskusikan sesuatu dengan yang lain,tapi apa ?
entahlah,aku juga tak berniat untuk kepo. mungkin saja dia meminta pada yang lain untuk menyudahi permainan mereka,karena setelah Arsen melangkah pergi mereka juga membubarkan diri.
Arsen kembali berjalan ke arahku,kali ini aku merasa auranya sedikit berbeda dari yang tadi. "mungkin hanya perasaanku " batinku.
Dia mengulurkan tangannya padaku,aku tak langsung menerimanya tapi justru mencari tahu dengan mendongakkan wajahku penuh tanya padanya.
Hanya sedikit menganggukkan kepala,aku faham apa maunya,tapi aku belum tau apa maksudnya. Kubalas uluran tangannya,dia membantuku berdiri.
Tubuhku kini sudah berdiri dengan tegak,tak lagi terasa pusing,tapi malah Arsen yang tiba² malah menundukkan tubuhnya seperti berlutut padaku,aku jadi merasa serba salah.
"Aku tahu mungkin aja kamu kaget dengan apa yang aku lakukan,mungkin juga kamu gak percaya dengan yang namanya cinta pandangan pertama,tapi satu hal yang harus kamu tau..." Arsen menghentikan kalimatnya.
Dia bangkit dari posisi berlutut,dan kembali berdiri.
"Aku Arsen Dirgantara dengan ini menyatakan perasaanku pada seorang cewek yang baru aja aku temui,"
"Arini !!" aku mendongakkan kepala mendengar namaku disebut.
"maukah kamu jadi kekasihku?" sontak saja para fans Arsen berteriak histeris dari tepi lapangan.
tak sedikit pula dari mereka menatap ke arahku dan seolah berharap aku menerima Arsen menjadi kekasihku.
"kamu ber sungguh² dengan perkataanmu ?" aku ingin memastikan.
"seorang Arsen tidak pernah main² dengan ucapannya" ucapnya tegas.
suasana lapangan yang tadinya sudah agak sepi entah kenapa jadi ramai kembali. mereka berbondong bondong masuk kedalam lapangan basket secara berkelompok,kemudian mengambil tempat duduk masing².
"sekali lagi aku ucapkan. Arini maukah kamu jadi kekasihku ?" kali ini dengan suara yang lebih lantang tapi terdengar lebih memohon.
kulangkahkan kakiku mendekat ke Arsen,
kubalikkan tubuhnya menghadap padaku. aku hendak mengatakan sesuatu padanya tapi belum sempat aku mengatakannya suara sorakan dari para murid² yang berdatangan dan telah duduk dengan rapi ditribun penonton telah lebih dulu menggema dengan kerasnya.
Terima !!!
Terima !!!
Terima !!!
Arsen mengangkat satu jari telunjuknya ke atas,seketika itu juga suasana jadi hening,tak lagi terdengar suara sorakan yang menggema memenuhi lapangan basket yang letaknya didalam ruangan.
Aku kembali tertegun dan sedikit kikuk saat tanganku kembali digenggam oleh Arsen. Jantungku ber dag-dig-dug tak karuan.
"duuuuuuh,kenapa jantungku berdisko gini sih ?"aku bergumam sendiri.
"aku mau jadi kekasihmu......" Arsen hendak melompat girang...
"tapi dengan satu syarat..." lanjutku kemudian.
"apa,aku akan memenuhi syarat apapun itu" tanpa ragu dia menyatakan kesanggupannya.
"aku mau jadi kekasih Arsen Dirgantara,seorang siswa yang menjadi primadona dan idola disekolah kalau syarat dariku terpenuhi"
"kita tanding one by one" tantangku.
"oke" Arsen tentu saja langsung menyanggupi.
Pertarungan basket one by one antara aku dan Arsen pun berlangsung setelah seseorang meniup peluit.
Setelah 30 menit berlangsung,tembakan pertama dari tengah lapangan masuk ke dalam ring dengan sempurna dilakukan oleh Arsen.
"yesssss" soraknya seraya berlari ke arahku kemudian menggendongku sambil berputar putar.
"aku menang,itu artinya sekarang kita jadian kan? ucapnya masih mengangkat tinggi tubuhku.
malu² aku menganggukkan kepala ku sebagai jawaban atas pertanyaannya.
Sejak saat itu aku resmi jadi kekasih Arsen Dirgantara,dan kemudian kami dikenal sebagai dewa dewi basket,karena memang kami yang sama² mahir di olahraga yang juga menjadi andalan sekolah kami.
Tak pernah terfikirkan sebelumnya,aku yang tak pernah berfikir sedikitpun untuk pacaran dimasa sekolah,justru pada kenyataanya malah
...Aku Ditembak Primadona di hari Pertama Pindah Sekolah......
*******************
*******************
*******************
S E L E S A I