“Tuhan aku lelah~ Berapa lama lagi aku harus bertahan?”
-Adelia Syifanazia-
Adelia Syifanazia, Gadis yang menyembunyikan segala lukanya di balik topeng ceria penuh kebahagianya. Ia lelah berpura-pura, lelah dengan kehidupan yang dijalaninya, setiap hari ia harus selalu memakai topeng kepura-puraannya terlihat bahagia dan baik-baik saja di hadapan kedua orang tuanya dan juga sahabat-sahabatnya hanya untuk meyakinkan mereka bahwa ia baik-baik saja. Meski pada kenyataannya adalah kebalikannya.
Ia benci dirinya sendiri. Benci karena selalu merepotkan orang di sekitarnya dan membuat kedua orang tuanya khawatir akan kondisi fisiknya. Ingin sekali rasanya Adelia mengakhiri hidupnya sendiri ketika sesuatu yang bersarang di dalam dirinya itu kambuh dan menyiksanya.
Meski ia pernah berkali-kali mencoba untuk bunuh diri, namun semua itu selalu gagal. Kenapa? Karena di setiap ia akan mengakhiri hidupnya bayangan kedua orang tuanya dan orang terdekatnya selalu melintas di benaknya membuat ia mengurungkan kembali niatnya itu lagi dan lagi.
Sampai suatu ketika dirinya menginjak masa SMA dan bertemu kakak senior tampan yang terkenal akan sifatnya yang angkuh, dingin, galak juga tempramen.
Dirinya akhirnya memutuskan untuk bertahan bahkan bertekad untuk sembuh dan menyingkirkan penyakit sialan yang selalu menyiksanya di saat tertentu. Adelia menemukan semangat hidupnya selain kedua orang tuanya dan para sahabatnya.
Selama enam bulan Adelia bertahan dari penyakitnya dan rajin melakukan kemoterapinya hanya untuk bisa lebih lama bersama dengan kakak seniornya yang bernama Azka Abbiya Pratama
Dan selama itu pula Adelia berusaha mati-matian memperjuangkan Azka untuk memenangkan hatinya, sampai semua pengorbanannya itu membuahkan hasil. Namun sangat di sayangkan belum sempat ia mendengar Azka menyatakan cinta pada dirinya ia justru telah di panggil oleh Sang Pencipta.
Membuat semua orang yang menyayanginya menangis pilu akan kepergiannya terutama Azka.
"Seandainya Waktu itu gue langsung nerima lo.
Apa lo gak bakalan pergi?”
-Azka Abbiya Pratama-
Azka Abbiya Pratama, Pria tampan yang dingin dengan segala keangkuhannya. Dalam hidupnya Azka tak pernah berpikir bahwa ia akan di jatuhkan sejatuh-jatuhnya oleh seorang gadis gadis yang bahkan duluan ia menganggap gadis itu sangat mengganggu kehidupannya yang tenang.
Namun siapa sangka selama tiga bulan ia memperlakukan gadis itu dengan kasar dan semena-mena. Gadis itu tak menyerah untuk menaklukkannya, membuat hatinya beku itu perlahan mencair dan menerima gadis itu seutuhnya.
Tapi sangat disayangkan karena kebodohannya ia tak bisa menyampaikan perasaannya terhadap gadis itu. Ia benar-benar bodoh menganggap senyum ceria nan manis itu tak akan pernah hilang dari si pemiliknya sampai ketika dirinya mengetahui kenyataan bahwa gadis itu menderita penyakit yang serius dan belum sempat menyatakan rasa di hatinya gadis itu justru pergi meninggalkannya untuk kembali pada Sang Pencipta.
Menyesal? Tentu saja. Azka menyesalinya semuanya terlambat. Gadis itu benar-benar kuat dan hebat bisa menjatuhkannya pada titik serendah ini dalam hidupnya.
Tahukah kalian? saat itu, Azka adalah orang yang paling meraung keras ketika ditinggalkan Gadis itu. Gadis yang berhasil mencairkan hati dan menempati relung hatinya.
Adelia Syifanazia, Gadis yang akan selalu di ingat kenangannya, gadis pertama yang dicintai dan juga yang pertama meninggalkannya.
.
.
.
Jika ingin lihat kelanjutan ceritanya bisa baca novel lengkapnya di profil aku ya☺👍