"hai namaku via ini mungkin akan menjadi kisah yang membosankan dan juga menyedihkan"
"hai bulan kamu lagi apa apa aku boleh bercerita kepadamu"tanya via, ia yang termenung di tengah gelap nya malam yang disinari cahaya bulan dan bintang bintang yang indah "bulan aku iri sekali denganmu enak ya walau kamu ditengah gelap malam pasti bintang selalu bersamamu andai saja aku jadi kamu pasti menyenangkan apa aku bisa menjadi dirimu aku lelah aku berjuang sekuat dan sebisa ku tapi usaha ku tidak dihargai aku sudah lelah tapi mau sebesar apapun usaha ku mereka tak melihat usaha yang sudah ku perjuangkan "ucap via diiringi tangis nya
"hiks kenapa apa aku salah karena lahir didunia ini aku tak meminta apapun dari mereka tapi kenapa,kenapa mereka tak menghargai aku tak meminta apapun hanya sedikit sedikt saja hargai aku "tangis via dengan ucapannya
lalu terdengarlah sebuah suara di telinga via entah suara siapa itu lantaran pada saat itu ia sendirian "via jangan menangis ceritakan lah semua masalah di benak mu padaku aku akan selalu mendengarkanmu "suara itu
via pun berkata "siapa kau dan dimana kenapa aku tak melihat mu kenapa aku hanya mendengar suara mu"tanya via dengan nada takut,"aku adalah bulan via cobalah kau lihat kearahku"ucap bulan
"hah mana mungkin bukan bisa berbicara" ucap via,"ada beberapa saat dimana jika ada seseorang yang sangat membutuhkan aku keajaiban bisa saja terjadi"ucap bulan.
"memaang bisa bukannya keajaiban itu tidak ada ya?"tanya via,"kau tidak perlu bingung via dan ada hal yang terkadang tidak harus kau ketahui"jawab bulan.
"baiklah~"ucap via."apakah aku bisa mempercayai mu?"tanya via ,. "tentu aku akan selalu menjaga rahasia mu apapun itu"jawab bulan
via pun bercerita tentang semua keluh kesah di benaknya.
sampai sini dulu bye