Vania adalah gadis paling populer disekolah nya kali ini gadis itu tengah berada dikantin bersama ketiga sahabatnya vallen dan via mereka mendapat julukan trio V disekolah nya, sebelum jam pelajaran dimulai trio V itu sering berada dikantin tak jarang juga mereka tidak ikut kelas karena terlalu asyik berada disana, pagi ini ada seorang siswa baru dia tengah berjalan mencari kelas baru nya, kali ini vania kalah taruhan dengan teman teman nya siapapun cowok yang pertama kali berada dikantin akan menjadi pacar vania selama satu bulan, Vino berjalan semakin mendekat ke arah kantin dia kemudian bertanya ke salah satu siswa.
"maaf ruang kelas atlas dimana ya" belum sempat vino mendapat jawaban vania sudah datang menghampiri nya,
"hay mulai hari ini lo jadi cowok gue" dengan seenak jidat vania berucap seperti itu, dahi vino berkerut dia tidak menjawab pertanyaannya vania pemuda itu kemudian berjalan mengabaikan kata kata vania, vallen dan via datang dia mengolok olok vania baru kali ini ada cowok yang menolak permintaan primadona sekolah SMA ini, vania mendengus kesal melihat raut wajah vania para sahabat nya tersenyum penuh kemenangan.
Jam pelajaran sudah dimulai p. rusdi adalah wali kelas 11 pria paruh baya itu membawa pemuda tampan bersamanya,
"kenalkan anak anak dia adalah murid baru saya harap kalian bisa berteman baik, silahkan kenalkan namamu".
" kenalkan nama ku vino bastian aku baru pindah dari SMA 2 dikota bandung" para siswi berbisik bisik melihat wajah vino murid baru itu begitu menawan tapi sikapnya sepertinya dia adalah cowok yang dingin, via dan vallen membulatkan mata nya begitu indah ciptaan tuhan bagaikan pahatan patung wajah vino begitu tampan pastas saja dia jual mahal kepada vania,
"nia lihat kamu harus bisa mendapatkan vino secepatnya kalau lo gagal otomatis kita berdua bakalan bantuin galang buat balikan sama lo"
"idih gue ma ogah balikan sama galang mending aja gue pacaran sama sidion culun itu dari pada harus balikan sama galang" pak rusdi menyuruh vino duduk didepan vania kebetulan kursi itu kosong karena si dion tidak masuk sekolah,
"Hai ganteng" sapa vania saat vino baru saja duduk didepan nya,
"heeem" satu kata yang keluar dari bibir vino membuat vania semakin kesal, jam pelajaran telah usia vania menghalangi jalan vino saat dia akan berjalan keluar,
"tunngu vin, gue mau minta tolong sama lo pleace" vania menampilkan pup eyes-nya,
"apa"
"gue minta tolong lo mau ya jadi pacar gue, eeeh ralat jadi pacar pura pura gue"
"kenapa harus gue banyak cowok lain disekolah ini"
"tapi menurut gue lo yang paling cocok diantara semua cowok yang ada di sekolah ini" jawab vania asal padahal gadis itu hanya kalah taruhan dengan teman temannya,
vino tidak menjawab dia kemudian menerobos tubuh vania dia pun berhasil keluar dari dalam kelas. Tiga hari sudah berlalu vania terus mengejar vino tapi pemuda itu selalu mengacuhkan nya, saat ini vania tengah berdiri dibawah terik matahari gadis itu menunggu sopirnya yang tak kunjung datang galang tiba tiba saja memeluk tubuh vania,
"lepas lang kita udah putus" vania menghempaskan tangan galang dari bahu nya,
"berani ya sekarang kamu" galang sudah melayangkan tangan nya hampir saja tangan galang mendarat di pipi vania beruntung vino datang tepat waktu dikemudian mencekal tangan galang,
"siapa lo" emosi Gilang meluap,
"gue cowok vania"
"apa itu semua nggak mungkin, nggak ada satu cowok pun yang berani sama gue"
"buktinya gue sekarang berani sama lo" Galang melayangkan satu pukulan diwajah vino sudut bibir vino berdarah karena ulah galang, vino membalas perbuatan galang di juga memukul wajah galang hingga pemuda itu tersungkur, galang semakin emosi dia kemudian bangkit tapi p. rusdi kebetulan melihat mereka dari kejauhan,
"galang kamu berulah lagi cepat ikut bapak keruangan sekarang"
"ini bukan salah saya pak ini salah tu siswa baru"
"bener pak bawa aja galang dia tadi tiba tiba mukul vino duluan " jawab vania, pak rusdi kemudian menyeret galang agar ikut masuk kedalam, vania bernafas lega dia kemudian berjalan mendekati vino.
"thank ya vin" vania kemudian berlalu meninggalkan vino,
"tunggu nia" vino sedikit mempercepat langkah nya , gue mau jadi cowok pura pura lo, cowok tadi terlalu berbahaya buat lo"
"beneran vin" raut wajah vania seketika berubah ceria,
"iya"
"makasih vin" tanpa sadar vania memeluk vino, hari terus berjalan hari ini vania dan vino sudah dua minggu menjadi hubungan pura pura nya, awalnya galang ragu tapi melihat mereka semakin dekat galang tidak bisa berbuat apa apa, saat itu galang sama sama berada di lapangan basket bersama vino, galang sengaja menabrak vino akibatnya vino terjatuh hingga lututnya berdarah vania yang juga berada disana berlari kearah vino,
"vin lutut lo berdarha, ayo kita ke UKS" vania memapah tubuh vino saat sampai didalam uks vania dengan telaten mengobati luka vino,
"lo nggak usah terlalu khawatir nia gue kan cuma pacar boongan " galang mendengar kata kata yang keluar dari mulut vino dia kemudian masuk menghadiri mereka berdua,
"jadi selama ini lo boongin gue nia, sekarang juga lo ikut gue" galang menarik paksa tangan vania,
"lepasin lang gue nggak mau ikut lo" vania mencoba melawan tapi cengkraman tangan galang semakin erat hingga tangan vania memerah melihat hal itu emosi vino pun tersulut dia kemudia bangkit dari ranjang,
"lepasin dia" bentak vino,
"buat apa gue lepasin vania haaah, toh lo sama dia cuma pacar boong'an dan kali ini vania harus balik lagi sama gue"
"gue nggak akan biarin hal itu terjadi, vino menarik tangan vania tubuh gadis itu begitu dekat dengan vino, mulai sekarang vania akan benar benar jadi cewek gue" vino kemudian mencium bibir vania didepan galang, mata vania terpejam baru kali ini dia dicium oleh seorang pria selama dia pacaran dengan galang vania selalu menolak jika galang akan menciumnya tapi kali ini mengapa vania hanya pasrah terhadapa perlakuan vino apa mungkin vania memang sudah jatuh hati kepada pacar taruhan nya itu, galang merasa kesal melihat itu dia kemudian keluar dari ruang uks,
"vin lo be.. neran suka sama gue" vania mencoba memastikan perbuatan vino,
"iya nia gue udah terlanjur suka sama lo"
"tapi vin, vania menggigit bibir bawah nya, gue sebernarnya kalah taruhan sama temen temen aku, gue kemaren cuma jadiin lo pacar taruhan" raut wajah vania berubah cemas dia takut jika vino akan marah tapi reaksi vino justru sebaliknya,
"gue udah tau itu dari awal nia dan itu nggak masalah buat gue, gue selama ini ngrasa kalau perasaan lo ke gue itu tulus tanpa ada unsur ke pura puraan"
"beneran lo nggak marah vin"
"nggak sayang" pipi vania bersemu merah dia salah tingkah mendengar vino memanggilnya dengan sebutan sayang,
"jadi mulai sekarang kita nggak pacaran pura pura lagi? " tanya vania masih ragu,
"iya sayang" vino kembali mencium bibir vania gadis itu memejamkan matanya dia menikmati ciuman pertamanya bersama orang yang benar benar dia sayang.
__tamat happy ready ___😘😘😘😘😘😘