𝘋𝘢𝘩𝘶𝘭𝘶 𝘬𝘢𝘭𝘢 𝘥𝘪𝘴𝘦𝘣𝘶𝘢𝘩 𝘸𝘪𝘭𝘢𝘺𝘢𝘩 𝘢𝘥𝘢 𝘴𝘦𝘣𝘶𝘢𝘩 𝘬𝘦𝘳𝘢𝘫𝘢𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘨𝘢𝘩 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘸𝘢𝘩..𝘬𝘦𝘳𝘢𝘫𝘢𝘢𝘯 𝘪𝘯𝘪 𝘣𝘦𝘳𝘯𝘢𝘮𝘢 𝘢𝘭𝘹𝘢𝘣𝘢𝘳𝘥𝘢
𝘋𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘬𝘦𝘳𝘢𝘫𝘢𝘢𝘯 𝘢𝘭𝘹𝘢𝘣𝘢𝘳𝘥𝘢 𝘪𝘯𝘪 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘭𝘪𝘬𝘪 𝘳𝘢𝘫𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘨𝘢𝘴 𝘫𝘶𝘨𝘢..𝘥𝘢𝘯 𝘳𝘢𝘵𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘳𝘦𝘯𝘥𝘢𝘩 𝘩𝘢𝘵𝘪....
𝘚𝘢𝘯𝘨 𝘳𝘢𝘫𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘳𝘢𝘵𝘶 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 2 𝘵𝘢𝘩𝘶𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘪𝘬𝘢𝘩 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘥𝘪𝘬𝘢𝘳𝘶𝘯𝘪𝘢𝘪 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘥𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘩𝘪𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘥𝘶𝘢 𝘥𝘪𝘬𝘢𝘳𝘶𝘯𝘪𝘢𝘪 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘱𝘦𝘳𝘦𝘮𝘱𝘶𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘮𝘢𝘵 𝘤𝘢𝘯𝘵𝘪𝘬..
𝐀𝐫𝐢𝐚𝐧𝐧𝐚 𝐥𝐢𝐬𝐬𝐚𝐧𝐚 𝐚𝐥𝐱𝐚𝐛𝐚𝐝𝐫𝐚
𝘐𝘵𝘶𝘭𝘢𝘩 𝘯𝘢𝘮𝘢 𝘴𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘶𝘵𝘳𝘪...
𝘮𝘢𝘵𝘢 𝘴𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘶𝘵𝘳𝘪 𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘵𝘶 𝘱𝘦𝘳𝘮𝘢𝘵𝘢 𝘸𝘢𝘳𝘯𝘢 𝘶𝘯𝘨𝘶 𝘵𝘶𝘢 𝘱𝘦𝘬𝘢𝘵 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘢𝘺𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘳𝘢𝘮𝘣𝘶𝘵𝘯𝘺𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘶𝘵𝘪𝘩 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘴𝘢𝘭𝘫𝘶 𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘶𝘭𝘪𝘵𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘸𝘢𝘯 𝘱𝘶𝘵𝘪𝘩 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘦𝘮𝘣𝘶𝘵 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘪𝘣𝘶𝘯𝘺𝘢...
9 𝙩𝙖𝙝𝙪𝙣 𝙠𝙚𝙢𝙪𝙙𝙞𝙖𝙣..
"tuan putri ariana? Tuan putri?"
"aku disini lulu..lihat ini ada burung kecil yang jatuh dari sarangnya.."
"ah saya akan mengembalikannya ke sarangnya jadi tuan putri tidak perlu khawatir.."
Ariana mendengar berita bahwa ayahnya sudah kembali dari medan perang dan kembali dengan selamat...
"ayah! /peluk"
"astaga anakku ada disini...bagaimana keadaanmu saat ayah berada dimedan perang hm?"
"aku baik..oh ya ayah aku juga belajar menggunakan pedang dan belajar bela diri...aku harap ayah tidak marah kepada ibu..aku yang memintanya"
"pedang? Tapi sayangku kenapa harus pedang?"
"aku ingin agar aku bisa melindungi diriku sendiri jika tidak ada orang yang bisa melindungiku dan orang orang tidak akan memanggilku lemah."
"tapi itu kan-"
"maafkan wanita bodoh ini rajaku..*batuk"
"kenapa kamu keluar disaat seperti ini ratuku.."
"aku ingin melihatmu datang,rajaku..masalah ariana mohon maafkan aku yang mulia..tapi yang arianna katakan itu masuk akal..jadi jangan salahkan dirinya juga.."
"ariana ayah membawakan pengawal untukmu..jadi ayah harap dia bisa menjadi pengawal pribadi yang baik.."
"mmm baiklah ayah..aku akan mencoba mendekatkan diriku dengannya dan aku ingin tau dia ada dimana?"
"hamba disini yang mulia..perkenalkan nama saya lucas.."
"ayah kakak ini kan bisa dibilang masih sebaya denganku..ayah.. kenapa menjadikannya pengawal pribadiku dibandingkan temanku saja?"
"ariana putri ayah yang cantik dengarkan ayah..dia adalah budak dan tidak akan pantas jika dia menjadi teman untukmu sayangku"
"sudah kuputuskan untuk menjadikannya temanku dan ayah tolong ya..aku mohon"
"baiklah jika itu yang kamu inginkan...(anak ini pandai membuat putriku seperti ini aku akan membuatmu merasakan yang namanya neraka)"
Skip
Kamar ariana
"hei lucas ayo bermain..."
"yang mulia jangan berlarian..."
"kurasa memanggilku dengan sebutan yang mulia agak panjang..bagaimana jika kamu memanggilku ari saja jika tidak ada orang dan kita hanya berdua saja...tentunya aku tidak akan keberatan.."
"tapi yang mulia.."
"bukan yang mulia, lucas"
"baiklah ari.."
"😊"
𝘔𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘵𝘦𝘮𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘢𝘳𝘪𝘢𝘯𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘶𝘮𝘶𝘳 20 𝘵𝘢𝘩𝘶𝘯...𝘢𝘺𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘈𝘳𝘪𝘢𝘯𝘢 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘭𝘪𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘤𝘢𝘭𝘰𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘯𝘵𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘤𝘰𝘤𝘰𝘬 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘢𝘵𝘶 𝘴𝘢𝘵𝘶𝘯𝘺𝘢..
𝘛𝘢𝘱𝘪 𝘢𝘳𝘪𝘢𝘯𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘶𝘬𝘢𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘦𝘳𝘪𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘦𝘮𝘶 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘭𝘶𝘤𝘢𝘴 𝘴𝘦𝘤𝘢𝘳𝘢 𝘥𝘪𝘢𝘮 𝘥𝘪𝘢𝘮 𝘥𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘳𝘪𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘤𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢 𝘵𝘦𝘯𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘱𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘩𝘢𝘳𝘪 𝘪𝘵𝘶 𝘥𝘪 𝘱𝘰𝘩𝘰𝘯 𝘤𝘩𝘦𝘳𝘳𝘺𝘣𝘭𝘰𝘰𝘴𝘰𝘮 𝘵𝘢𝘯𝘱𝘢 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘯𝘨𝘦𝘵𝘢𝘩𝘶𝘢𝘯 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘶𝘢𝘯𝘺𝘢
𝘋𝘪𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘶𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘢𝘩𝘶𝘯 𝘢𝘳𝘪𝘢𝘯𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘦 20 𝘥𝘪𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘢𝘨𝘢𝘳 𝘭𝘶𝘤𝘢𝘴 𝘮𝘢𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘱𝘢𝘳𝘵𝘯𝘦𝘳 𝘢𝘵𝘢𝘶 𝘱𝘢𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘣𝘦𝘳𝘥𝘢𝘯𝘴𝘢...
𝘛𝘦𝘯𝘵𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘺𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘪𝘻𝘪𝘯𝘬𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘣𝘦𝘳𝘥𝘢𝘯𝘴𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘶𝘥𝘢𝘬 𝘥𝘪𝘥𝘦𝘱𝘢𝘯 𝘳𝘢𝘬𝘺𝘢𝘵𝘯𝘺𝘢..
𝘈𝘳𝘪𝘢𝘯𝘢 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘮𝘢𝘳𝘢𝘩 𝘥𝘢𝘯 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘺𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘫𝘢𝘬 𝘭𝘶𝘤𝘢𝘴 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘣𝘦𝘳𝘥𝘢𝘯𝘴𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘪𝘥𝘦𝘱𝘢𝘯 𝘵𝘶𝘯𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢...
"tuan putri ariana perkenalan saya edward von anderlight..saya akan menjadi tunangan anda.."
"lucas ayo berdansa..."
"tuan putri..tunangan anda.."
"arianna, edward adalah tunanganmu..ayah berharap kamu bisa kan?"
"dansa pertamaku ingin bersama lucas.."
"lucas!"
"baik yang mulia...maaf tuan putri.."
"arianna mau berdansa?"
"baiklah duke anderlight /bisik.. ini semua karna kamu dan jangan panggil aku terlalu dekat..kita blm mengenal satu sama lain ingat itu../pergi hmph dasar orang tidak tau malu..."
"arianna tunggu!!"
𝘚𝘢𝘯𝘨 𝘳𝘢𝘫𝘢 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘭𝘪𝘨𝘶𝘴 𝘢𝘺𝘢𝘩 𝘢𝘳𝘪𝘢𝘯𝘯𝘢 𝘮𝘢𝘳𝘢𝘩 𝘣𝘦𝘴𝘢𝘳 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘶𝘵𝘶𝘴𝘬𝘢𝘯 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘮𝘪𝘴𝘪 𝘱𝘢𝘭𝘴𝘶...
/𝘳𝘶𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘳𝘫𝘢 𝘴𝘢𝘯𝘨 𝘳𝘢𝘫𝘢
"aku ucapkan lagi selamat kembali ayah dan atas kemenangan perangmu yang kedua"
"apa yang kamu lakukan itu salah terhadap duke anderlight, sayang..."
"waw aku baru saja memberikan salam hangat dan kau langsung ke inti pertemuan kita yang mendadak ini.. Jujur saja aku hanya ingin kebahagiaanku..apa itu salah??"
"sayang itu bukan masalah..tapi ayah hanya meminta kamu ini saja.."
"aku hanya ingin menikah dengan lucas"
"sayang duke anderlight itu jelas jelas orang yang tepat.."
"tepat?? Apa ayah tau berapa wanita yang dia jadikan kekasih?? Bahkan akhir akhir ini aku sering melihat ayah sama sepertinya.."
"apa maksudmu?!"
"maksudku?? Singkat...ayah itu sama seperti tunangan yang ayah pilihkan untukku dan satu hal yang tidak bisa berubah adalah yang kehilangan ibu bukanlah ayah saja.."
"tunggu apa maksud dari perkataanmu tadi hah?!"
"ayah belum mengetahui kematian ibu?? Astaga bodohnya aku.. Aku seharusnya mengerti bahwa sang raja ini sangat sibuk dengan pekerjaannya dan selir yang baru saja masuk sekaligus langsung menjadi permaisuri kerajaan ini.."
[kok tiba tiba ada plot twist?]
[jadi saat perang kedua terjadi sang raja akhirnya memenangkan peperangan dan menyukai si putri dari kerajaan musuh dan langsung menjadikannya selir di kerajaan alxabarda tanpa diketahui oleh sang ratu karna sudah terlanjur meninggal tapi malah diketahui oleh sang putri]
"kau bilang kaira meninggal?"
"aku sungguh kecewa denganmu...pelayan ku sudah memberitahukan pelayanmu tentang ini semua..."
"tapi pelayanmu bilang bahwa raja sedang tidak ingin diganggu karna raja dan selirnya sedang berduaan bahkan jika tuan putri memanggilnya..."
"ari sayang kamu masih percaya ayah kan?? Sayang??"
"kepercayaanku padamu sudah hancur saat kau menghancurkan keluargaku yang tercinta dan kau bilang kau tidak menganggapku anak bukan??"
"ari bukan begitu sayang...ayah tidak.."
"kau tidak ku anggap sebagai ayahku...kau membuangku! Membuang ibuku!! Semuanya hancur!! Itu semua karna kamu!! /𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪"
"ini bukan salahku..ini salah anak itu yang membuatmu menjadi berubah..panggilkan lucas ke sini!! Sekarang!!"
𝘚𝘢𝘯𝘨 𝘳𝘢𝘫𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘱𝘢𝘩𝘢𝘮 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘪𝘬𝘢𝘱 𝘣𝘦𝘨𝘪𝘵𝘶 𝘮𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘢𝘭𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘴𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘶𝘵𝘳𝘪 𝘬𝘢𝘳𝘯𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯𝘨𝘨𝘢𝘱 𝘣𝘢𝘩𝘸𝘢 𝘬𝘦𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘱𝘦𝘯𝘺𝘦𝘣𝘢𝘣 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘪𝘯𝘪..
𝐀𝐮𝐭𝐡𝐨𝐫 : 𝐏𝐚𝐝𝐚𝐡𝐚𝐥 𝐢𝐭𝐮 𝐬𝐚𝐥𝐚𝐡𝐦𝐮 𝐬𝐞𝐧𝐝𝐢𝐫𝐢 𝐥𝐨𝐡 𝐛𝐚𝐩𝐚𝐤 -"-)
/𝘣𝘦𝘣𝘦𝘳𝘢𝘱𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘪𝘵 𝘬𝘦𝘮𝘶𝘥𝘪𝘢𝘯...
"lucas aku memiliki satu misi penting untukmu dan aku harap kamu bisa membantu kerajaan ini dan sejujurnya ini demi arianna"
𝘚𝘢𝘯𝘨 𝘳𝘢𝘫𝘢 𝘵𝘢𝘶 𝘣𝘢𝘩𝘸𝘢 𝘭𝘶𝘤𝘢𝘴 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢𝘪 𝘱𝘶𝘵𝘳𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘬𝘢𝘪 𝘬𝘢𝘵𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘵𝘶𝘫𝘶𝘪 𝘮𝘪𝘴𝘪 𝘱𝘢𝘭𝘴𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘢𝘫𝘶𝘬𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢...
"(ini demi arianna??) baiklah yang mulia saya menerima dengan segenap hati..."
𝘓𝘶𝘤𝘢𝘴 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘮𝘶𝘪 𝘢𝘳𝘪𝘢𝘯𝘯𝘢 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢𝘩𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘯𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘪𝘴𝘪 𝘪𝘯𝘪...
"hei ari untuk beberapa hari kedepan aku mungkin tidak bisa kembali ke kerajaan..."
"kenapa?? Apa kamu membenciku?? Tolong jangan membenciku..aku mohon"
"aku tidak membencimu ari...hanya saja ada misi yang hampir memasuki tingkat a"
"tapi..."
"kamu percaya padaku kan,ari?"
"tentu saja..tapi aku.."
"sudahlah..hadiah untukmu belum kuberikan...jadi akan kuberikan padamu sekarang.."
"kenapa kamu menarikku kekamarku?!"
"hadiahku untukmu akan ku berikan dan kamu mau menerimaku bukan??"
"aku tidak bilang menolak hadiah besar bukan?"
𝘈𝘳𝘪𝘢𝘯𝘯𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘭𝘶𝘤𝘢𝘴 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘴𝘦𝘱𝘢𝘯𝘫𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘥𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘢𝘳𝘪𝘢𝘯𝘯𝘢 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘶𝘯 𝘥𝘪𝘢 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘭𝘶𝘤𝘢𝘴 𝘭𝘢𝘨𝘪...
"dia benar benar pergi setelah melakukan hal ini.."
/𝘣𝘶𝘬𝘢
"selamat pagi yang mulia"
"clara, ada apa??"
"sudah waktunya anda sarapan yang mulia.."
"baiklah hari ini aku mau makan diruang makan karna suasana hatiku lumayan baik.."
"baik yang mulia.."
/𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪 𝘬𝘦𝘳𝘶𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘢𝘬𝘢𝘯....
/𝘬𝘰𝘳𝘪𝘥𝘰𝘳...
"oya oya?? Bukankah ini seorang putri yang memiliki kekasih seorang budak??"
"jaga mulut anda yang mulia tidak seperti yang kamu bayangkan!!"
"/tampar.. Berani sekali pelayan sampah ini meneriakiku!"
"pengawal! Bawa selir jalang ini ketempat yang seharusnya dimana penjahat harus memasuki tempat itu.."
"baik tuan putri!"
"lepaskan aku!! Yang mulia raja tolong!!! Yang mulia raja!!!"
"ada apa ini ribut ribut??"
"putri arianna ingin mengurung hamba yang mulia!!"
"arianna apa itu benar???"
"slejujurnya aku akan membuang-buang tenagaku saja untuk penjelasan yang ujung ujungnya tidak akan didengarkan dan malah membela binatang ini... Lebih baik saya pergi...kalau begitu saya serahkan peliharaan ini kepada raja..saya permisi /𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪.."
"kau anak tidak tau diri!!"
"seharusnya ada yg lebih mengerti tentang hal itu bukankah begitu raja alxadra? Atau kau ingin aku memanggil orang sampah dan orang yang mengabaikan keluarganya itu dengan sebutan 𝘢𝘺𝘢𝘩?"
"aku.."
"sungguh sangat mengecewakan sekali.. Ayo clara"
"baik tuan putri.."
"rajaku bagaimana bisa anda melihat saya tersiksa begini.."
"aku agak sibuk..jangan dulu.."
"setidaknya mari sarapan diruang makan rajaku.."
"baiklah.."
/𝘳𝘶𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘢𝘬𝘢𝘯..
"/makan makan..."
/𝘣𝘶𝘬𝘢
"astaga kita baru saja bertemu dan sudah bertemu lagi"
"clara"
"baik tuan putri...butler! Semua makanan yang putri blm selesai makan tolong bawa keruangan putri arianna"
"membuat sarapanku menjadi hancur saja...ayo clara"
"arianna tunggu!"
"jika bisa aku ingin tidak menjawabmu..tapi karna kamu seorang raja jadi yasudah..ada apa raja alxadra?"
"apa kita tidak bisa makan bersama dimeja ini lagi?"
"hei clara bagaimana menurutmu jika ada ayah sampah yang sudah bilang bahwa dia tidak memerlukan apapun lagi bahkan itu termasuk anak dan istrinya kecuali kekuasaan didepan anaknya itu?? Dan bagaimana cara mengurus peliharaan dengan baik?"
"Clara tolong gunakan pendapatmu masalah menyinggung raja atau keluarga kerajaan itu akan kutanggung"
"saya menjawab tuan putri..saya merasa orang seperti itu harusnya lebih mengetahui apa yang dia katakan sebelumnya dan mengingat apa yang dia lakukan dimasa lalu setidaknya kurang lebih dia bisa intropeksi diri dan untuk mengurus hewan peliharaan yangbtidak menurut biasanya harus dihukum supaya dia jera"
"berani sekali pelayan jalang ini mengkritik sang raja! Pengawal!"
"clara adalah pelayanku..ayo clara..dan juga ucapan clara ada benarnya..jadi ingatlah itu raja alxadra"
"pengawal tangkap pelayan sang putri!"
"sudah ku bilang bukan? Kalau kalian itu sangat mengganggu waktu sarapanku..."
𝙎𝙖𝙣𝙜 𝙥𝙪𝙩𝙧𝙞 𝙢𝙚𝙢𝙞𝙡𝙞𝙠𝙞 𝙨𝙞𝙝𝙞𝙧 𝙡𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖 𝙙𝙖𝙣 𝙨𝙞𝙝𝙞𝙧 𝙞𝙩𝙪 𝙢𝙪𝙣𝙘𝙪𝙡 𝙙𝙞𝙨𝙖𝙖𝙩 𝙨𝙖𝙣𝙜 𝙥𝙪𝙩𝙧𝙞 𝙗𝙚𝙧𝙪𝙨𝙞𝙖 20 𝙩𝙝𝙣 𝙨𝙞𝙝𝙞𝙧 𝙞𝙣𝙞 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙝𝙞𝙡𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙖𝙖𝙩 𝙙𝙞𝙖 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙢𝙖𝙩𝙞 𝙙𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙢𝙪𝙣𝙜𝙠𝙞𝙣𝙖𝙣 𝙗𝙚𝙨𝙖𝙧 𝙖𝙣𝙖𝙠 𝙩𝙪𝙖𝙣 𝙥𝙪𝙩𝙧𝙞 𝙣𝙖𝙣𝙩𝙞𝙣𝙮𝙖 𝙟𝙪𝙜𝙖 𝙖𝙙𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙚𝙢𝙞𝙡𝙞𝙠𝙞 𝙨𝙞𝙝𝙞𝙧 𝙞𝙣𝙞..
"yang mulia!"
"membekulah!!!"
"ini? Sihir es yang bercampur dengan sihir cristalys!"
"yang mulia itu hampir mengenai saya "
"kamu diam saja ditempat saya"
"baik yang mulia.."
"sungguh romantic sekali.."
"tuan putri mari.."
"aku sampai lupa tentang makananku karna kalian.. Sudahlah ayo clara /𝘴𝘦𝘯𝘺𝘶𝘮 /𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪"
"arianna.."
"rajaku?? Anda tidak apa apa kan??"
"aku tidak ada nafsu untuk makan sekarang aku akan kembali saja /𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪"
"yang mulia? Cih ini gara gara anak sialan itu awas kau ya"
/𝘬𝘢𝘮𝘢𝘳 𝘢𝘳𝘪𝘢𝘯𝘯𝘢
"lucas kapan kembali ya..padahal ini baru sehari dia meninggalkanku.."
"yang mulia, raja memanggil anda keruangannya"
"hah? Kau serius?? Kenapa orang tua itu memanggilku lagi ini sungguh mengganggu"
"maaf tuan putri sang raja memanggil anda untuk segera keruangannya"
"aku tidak perlu diingatkan lagi! Kalian semua keluar dulu!"
"apa saya juga yang mulia??"
"clara aku mohon.."
"yang mulia...baiklah kalau begitu saya undur diri dulu../pergi.."
"/𝘩𝘪𝘬𝘴 𝘩𝘪𝘬𝘴..ibu aku harus bagaimana"
𝘊𝘪𝘵 𝘤𝘪𝘵 𝘤𝘪𝘵..
"ini kan? Bukannya kamu zack? Burung yang dilatih oleh lucas??"
𝘛𝘦𝘳𝘯𝘺𝘢𝘵𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘭𝘶𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘶𝘢𝘳𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘣𝘶𝘳𝘶𝘯𝘨 𝘦𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘭𝘢𝘵𝘪𝘩 𝘴𝘦𝘯𝘥𝘪𝘳𝘪 𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘭𝘶𝘤𝘢𝘴..𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨𝘪𝘴..
"ini adalah?! Surat?"
Surat itu bertuliskan :
𝚂𝚊𝚢𝚊 𝚝𝚞𝚕𝚒𝚜𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚞𝚛𝚊𝚝 𝚒𝚗𝚒 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚞𝚕𝚒𝚊 𝚙𝚞𝚝𝚛𝚒 𝚊𝚛𝚒𝚊𝚗𝚗𝚊 𝚜𝚊𝚢𝚊 𝚒𝚗𝚐𝚒𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚋𝚊𝚛𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚑𝚠𝚊 𝚔𝚘𝚖𝚊𝚗𝚍𝚊𝚗 𝚕𝚞𝚌𝚊𝚜 𝚜𝚎𝚍𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚎𝚛𝚕𝚞𝚔𝚊 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚊𝚖𝚒 𝚜𝚎𝚍𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚜𝚎𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚔𝚊𝚖𝚒 𝚖𝚎𝚖𝚒𝚗𝚝𝚊 𝚋𝚊𝚗𝚝𝚞𝚊𝚗 𝚝𝚞𝚊𝚗 𝚙𝚞𝚝𝚛𝚒
"Lucas? Terluka?! Aku ga bisa terus menerus untuk diam"
"Yang mulia.. Sang Raja menunggu.. "
"Katakan padanya,clara aku akan pergi karna ada urusan mendadak."
"Baik yang mulia.."
"siapkan evelyn!"
"arianna! Turun darinya!"
"ohh raja alxabarda aku kira siapa..."
"aku adalah ayahmu!"
"maaf tapi cintaku sangat penting untukku.."
/𝘵𝘦𝘳𝘣𝘢𝘯𝘨...
"itu adalah tempat dimana lucas berada! Eve turunkan aku disana dan berubahlah menjadi versi kecil"
"maaf tuan apa tuan tidak memerlukanku dalam versi original?"
"eve kau memiliki indra yang bagus bukan? Cari lucas untukku"
"siap laksanakan tuanku"
/𝘣𝘦𝘣𝘦𝘳𝘢𝘱𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘪𝘵..
"yang mulia ada yang datang! /𝘚𝘳𝘦𝘵"
"hei! Tunggu kak leon ini aku eve adikmu!"
"eve?! Aku ingin bicara denganmu berdua!"
"kakak?! Tidak!!!"
"arianna disini?!"
"lucas!"
"arianna?!"
"aku akan menyembuhkanmu jadi diamlah"
"aku sangat bersyukur mempunyai dirimu dalam hidupku"
"kau sangat bodoh!"
"hei aku yang bodoh ini bisa juga dicintai seorang putri kerajaan (๑•́ ₃ •̀๑)"
"aku sangat bodoh!"
"hei kau tidak..jadi jangan menyalahkan dirimu ok?"
"lucas..aku akan mencari obat obatan yang ada disini jadi tunggu ya"
/𝘣𝘦𝘣𝘦𝘳𝘢𝘱𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘪𝘵 𝘬𝘦𝘮𝘶𝘥𝘪𝘢𝘯...
"Aku kembali lu-"
𝘛𝘪𝘣𝘢 𝘵𝘪𝘣𝘢 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘱𝘢𝘯𝘢𝘩 𝘥𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘢𝘵𝘢𝘴 𝘥𝘢𝘯 𝘩𝘢𝘮𝘱𝘪𝘳 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘯𝘢𝘪 𝘢𝘳𝘪𝘢𝘯𝘯𝘢 𝘵𝘢𝘱𝘪..
𝘠𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘬𝘦𝘯𝘢 𝘴𝘦𝘳𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘭𝘶𝘤𝘢𝘴..
"argh!"
"Lucas?! Lucas?!"
"kau tidak bisa menyembuhkanku..pergilah..aku minta maaf"
"kita pergi! Misi sudah selesai!"
"tidak!!!!!"
"Kita pergi sekarang!"
"ingin pergi? Setelah membunuh kekasihku?"
"/pergi"
"angin berhembus lembut,api yang menjadi kawan,air yang memberi kehidupan,tanah membuat kehidupan,es membekukan segalanya crystal membekukan dan menghancurkan semuanya! Hancurkan semua.."
"argh!!!! Akh!!!! Orang itu kuat sekali!!!"
"lucas hei lihat aku sudah membunuh mereka"
"ari..aku..minta maaf..aku..b-belum b-bisa melin-dungi mu d-engan b-baik"
"apa maksudmu? Kamu sudah melindungiku dengan baik...jangan menyalahkan dirimu..kamu pasti baik baik saja..hei kamu belum menikah denganku..dan belum menjadi suami sahku..!!!"
"maaf..tapi...jika disaat aku meninggal nantinya carilah suami yang lebih-baik.."
"apa yang kamu bilang?! Aku ga mau dengerin..aku cuma mau kamu!!!!"
"racun ini udah aku tahan selama 20 tahun..dan ini ga ada obatnya..aku harap kamu bisa bahagia walaupun aku udah ga ada..tolong ya..aku minta maaf-"
"lucas? Hei..kok kamu berhenti si bicaranya..lanjutin....lucas!!!!!!! Tidak!!!!"
"maaf tuanku..hamba tidak menjalankan tugas dengan baik..."
"maaf yang mulia..hamba-"
"hei kalian berdua bangun...kalian meninggalkanku sama seperti lucas?!!! Bangun!!!! Eve!!! Leon!!!!"
"katakan siapa yang memberikan perintah untuk membunuh kekasihku?!"
"yang memberikan perintah ini ada 2 orang..yaitu raja dan ratu alxabarda"
"baiklah kalau begitu..terimakasih ya oh iya kamu ga diperlukan lagi silahkan hidup dengan baik.."
"Eh? Akh!"
"Kenapa? Ibu!! Apa yang ku lakukan itu salah?!!"
"Aku hanya mencintai seseorang!! Apa dengan mencintaiku semuanya akan meninggalkanku?!!"
Arianna menangis dan berteriak kencang dan kembali dengan tatapan yang mengerikan..
Tanpa memakai sepatu...
Dan kembali ke alxabadra..
Alxabadra..
"Yang mulia!"
"Apa lagi?!"
"Tuan putri arianna sudah kembali dan-"
"Diam"
"Lebih sedikit kau berbicara semakin baik"
"Ari?!"
"Apa enak berduaan??"
"A-apa?!"
"Ari dimana sepatumu?! Dan kakimu berdarah begitu pelayan! Panggilkan dokter!"
"Ini masih bisa ku tahan dari pada melihat orang tersayangku mati didepan mataku"
"(Dia menemukannya?!)"
"Apa kalian suka sekali membunuh orang??"
"/diam"
"Membunuh kekasihku bukan berarti aku akan diam saja..meskipun kamu adalah raja alxabadra sekaligus ayah kandungku"
"Ari berani sekali kau?!"
"Aku menemukan apa yang ku inginkan.. Tapi raja alxabadra rela melakukan ini untuk memisahkan ku rupanya"
"Rajaku.. Apa yang?! (Jangan sampai dia tau bahwa Assassin yang membunuhnya bukanlah Assassin yang mulia melainkan bawahanku)"
"Hei pelayan.. Bawa wanita itu kemari"
"T-tapi-"
"Aku tidak memanggilmu.. Tapi memanggil mereka yang melayani wanita itu"
'Cepat lakukan maka akan semakin baik"
"Kau?!"
"Maaf nyonya /tarik"
"Banting dia"
"Kau?!"
"Arianna lissana alxabadra!"
"Bukan bukan.. Namaku adalah Arianna cecilion"
"Apa?! Kau!"
"Nama cecilion adalah nama keluarga lucas"
"Yang mulia.. Evelyn menemui anda.."
"Oya?"
"/𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘶𝘣𝘶𝘩 𝘭𝘶𝘤𝘢𝘴"
"Terimakasih sudah membawakannya dan dia terlihat tampan.."
"Lucas?! Dia lagi?! Dia menyebabkan hubungan kita renggang!"
"Dia? Kau salah raja alxabadra, yang membuat hubungan kita renggang adalah kau sendiri dan perempuan itu"
"Akh!"
"Astaga maaf.. Aku sungguh tidak melihat tanganmu itu.."
"Akh!"
"Ari! Hentikan!"
"Kalian dieksekusi dulu ya..pelayan!"
"B-baik"
"Aku adalah putri Mahkota dan aku memutuskan untuk menjadikan Lucas cecilion sebagai rajaku.."
"Yang mulia?!"
"Oya? Bukan kah kita kedatangan tamu tak diundang?"
"Aku? Tamu tak diundang?! Aku adalah tunangan anda yang mulia!"
"Maafkan aku Lucas.. Apa disini berisik? Kita ke dalam saja ya?"
"Dia sudah meninggal!"
"Diam!"
"Akh!"
"Bersihkan mayat itu dan berikan dia tuduhan atas menghina keluarga kerajaan yang baru.."
"Kerajaan ini bukan Kerajaan alxabadra lagi! Tapi Kerajaan chilion!! Bagi kalian yang masih setia dengan alxabadra aku tidak masalah jika kalian ingin mati disini karna kalian adalah pengikut setia raja kalian yang harus ku eksekusi.."
"Pilihlah.."
"Kami memutuskan untuk menerima yang mulia sebagai pemimpin baru kami.."
"Jika ada yang tidak bisa memenuhi persyaratan ini.. Kalian bisa pergi dan bawa keluarga kalian jauh jauh.."
"Eh?!"
"Aku hanya tidak mau kalian hidup dalam kesengsaraan dan keegoisan milikku.."
"Beliau adalah?"
"Lucas?!"
"Dia adalah raja kalian.. Lucas cecilion.."
"dia adalah anak yang baik.."
"kau mengenalnya juga, yah tidak salah juga.. dia adalah Assassin terbaik dan orang bodoh yang berhasil mendapatkan ku.."
𝙨𝙚𝙩𝙚𝙡𝙖𝙝 𝙠𝙚𝙢𝙖𝙩𝙞𝙖𝙣 𝙇𝙪𝙘𝙖𝙨 𝙘𝙚𝙘𝙞𝙡𝙞𝙤𝙣 𝙝𝙖𝙧𝙞 𝙚𝙠𝙨𝙚𝙠𝙪𝙨𝙞 𝙥𝙪𝙣 𝙩𝙞𝙗𝙖..
"𝙢𝙚𝙧𝙚𝙠𝙖 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙧𝙖𝙟𝙖 𝙖𝙡𝙭𝙖𝙗𝙖𝙙𝙧𝙖 𝙙𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙡𝙞𝙧𝙣𝙮𝙖!"
"mereka adalah orang yang mencoba membunuh ratu baru.."
"ratu baru?"
𝙥𝙖𝙧𝙖 𝙧𝙖𝙠𝙮𝙖𝙩 𝙖𝙡𝙭𝙖𝙗𝙖𝙙𝙧𝙖 𝙗𝙞𝙣𝙜𝙪𝙣𝙜 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙟𝙖𝙙𝙞𝙖𝙣 𝙩𝙞𝙗𝙖-𝙩𝙞𝙗𝙖 𝙞𝙣𝙞..
"aku Arianna cecilion! mulai sekarang mengganti nama Kerajaan alxabadra menjadi Kerajaan chilion! bagi siapa pun yang masih bersama dengan alxabadra tinggalkan Kerajaan ini dan tinggalah ditempat lain"
"kami akan mengikuti apa keinginan yang mulia ratu cecilion.."
"raja Kerajaan chilion sudah mati! karna mereka membuat raja chilion mati! dia menyelamatkan ku dari para anak panah.."
"apa yang ingin disampaikan oleh ratu Arianna sudah selesai.. sekarang proses pengeksekusian akan segera dimulai!"
𝙢𝙖𝙖𝙛..
𝙞𝙩𝙪 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙞𝙠𝙖𝙩𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙗𝙞𝙗𝙞𝙧 𝙧𝙖𝙟𝙖 𝙖𝙡𝙭𝙖𝙗𝙖𝙙𝙧𝙖.. 𝙬𝙖𝙡𝙖𝙪𝙥𝙪𝙣 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙩𝙚𝙧𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙧 𝙩𝙖𝙥𝙞 𝘼𝙧𝙞𝙖𝙣𝙣𝙖 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙚𝙩𝙖𝙝𝙪𝙞 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙘𝙚𝙥𝙖𝙩..
𝙗𝙚𝙗𝙚𝙧𝙖𝙥𝙖 𝙩𝙖𝙝𝙪𝙣 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙩𝙚𝙧𝙡𝙚𝙬𝙖𝙩𝙞..
𝘼𝙧𝙞𝙖𝙣𝙣𝙖 𝙢𝙚𝙢𝙞𝙡𝙞𝙠𝙞 2 𝙖𝙣𝙖𝙠 𝙠𝙚𝙢𝙗𝙖𝙧
𝙨𝙖𝙩𝙪 𝙡𝙖𝙠𝙞 𝙡𝙖𝙠𝙞, 𝙈𝙖𝙭𝙞𝙢𝙞𝙡𝙞𝙖𝙣 𝙘𝙚𝙘𝙞𝙡𝙞𝙤𝙣
𝙙𝙖𝙣 𝙨𝙖𝙩𝙪 𝙥𝙚𝙧𝙚𝙢𝙥𝙪𝙖𝙣, 𝙢𝙖𝙧𝙧𝙞𝙖𝙣𝙚 𝙘𝙚𝙘𝙞𝙡𝙞𝙤𝙣
𝙢𝙚𝙧𝙚𝙠𝙖 𝙨𝙚𝙠𝙖𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙗𝙚𝙧𝙪𝙢𝙪𝙧 10 𝙩𝙖𝙝𝙪𝙣..
𝘼𝙧𝙞𝙖𝙣𝙣𝙖 𝙢𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙢𝙚𝙧𝙞𝙣𝙙𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙖𝙣𝙜 𝙠𝙚𝙠𝙖𝙨𝙞𝙝𝙣𝙮𝙖 𝙞𝙩𝙪..
𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 10 𝙩𝙖𝙝𝙪𝙣 𝘼𝙧𝙞𝙖𝙣𝙣𝙖 𝙨𝙚𝙡𝙖𝙡𝙪 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙪𝙣𝙟𝙪𝙣𝙜𝙞 𝙨𝙖𝙩𝙪 𝙠𝙖𝙢𝙖𝙧
𝙠𝙖𝙢𝙖𝙧 𝙞𝙩𝙪 𝙗𝙚𝙧𝙞𝙨𝙞 𝙠𝙚𝙣𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝘼𝙧𝙞𝙖𝙣𝙣𝙖 𝙙𝙖𝙣 𝙇𝙪𝙘𝙖𝙨..
𝙨𝙚𝙠𝙖𝙡𝙞𝙜𝙪𝙨 𝙩𝙚𝙢𝙥𝙖𝙩 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙞𝙨𝙪𝙠𝙖𝙞 𝙇𝙪𝙘𝙖𝙨 𝙙𝙖𝙣 𝙙𝙞𝙟𝙖𝙙𝙞𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙢𝙖𝙧 𝙩𝙚𝙢𝙥𝙖𝙩 𝙖𝙗𝙪 𝙇𝙪𝙘𝙖𝙨..
"ibu apa ayah dulu sangat keren??"
"sangat keren.."
"aku lebih keren dari pada ayah"
"ayah lebih keren!"
"sudah sudah jangan bertengkar, max kau akan melampaui ayahmu..ibu yakin itu"
"terimakasih ibu.."
"bagaimana denganku? apa hanya max saja yang perlu?"
"marriane juga pasti akan menjadi anak yang cantik dan pintar.."
"mirip seperti ibu!"
"akan ku akui kalau ibu lebih cantik dari pada kamu"
"max, kau!!💢"
"/pfftt...sudah sudah kalian ini"
𝙖𝙠𝙝𝙞𝙧𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙞 𝙠𝙚𝙢𝙗𝙖𝙧 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙘𝙪𝙠𝙪𝙥 𝙪𝙢𝙪𝙧 𝙢𝙚𝙢𝙖𝙨𝙪𝙠𝙞 𝙩𝙖𝙝𝙖𝙥 𝙥𝙚𝙧𝙩𝙪𝙣𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣...
𝘼𝙧𝙞𝙖𝙣𝙣𝙖 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙖𝙠𝙨𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙖𝙣𝙖𝙠 𝙖𝙣𝙖𝙠𝙣𝙮𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙞𝙠𝙖𝙝 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙢𝙚𝙧𝙚𝙠𝙖 𝙘𝙞𝙣𝙩𝙖𝙞..
𝙢𝙚𝙧𝙚𝙠𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙚𝙢𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙘𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙨𝙚𝙟𝙖𝙩𝙞 𝙢𝙚𝙧𝙚𝙠𝙖 𝙙𝙖𝙣 𝙖𝙠𝙝𝙞𝙧𝙣𝙮𝙖 𝙢𝙚𝙧𝙚𝙠𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙞𝙠𝙖𝙝..
𝙙𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙞𝙡𝙞𝙠𝙞 𝙖𝙣𝙖𝙠..
𝘼𝙧𝙞𝙖𝙣𝙣𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙞𝙣𝙜𝙜𝙖𝙡 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙩𝙚𝙣𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙚𝙡𝙞𝙝𝙖𝙩 𝙖𝙣𝙖𝙠𝙣𝙮𝙖 𝙗𝙖𝙝𝙖𝙜𝙞𝙖 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙥𝙞𝙡𝙞𝙝𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙧𝙚𝙠𝙖..
-𝚝𝚑𝚎 𝚎𝚗𝚍-
-𝚝𝚑𝚗𝚔𝚜 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚞𝚍𝚊𝚑 𝚖𝚊𝚖𝚙𝚒𝚛 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚞 𝚋𝚊𝚌𝚊
-𝚔𝚊𝚕𝚊𝚞 𝚔𝚊𝚕𝚒𝚊𝚗 𝚔𝚞𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚜𝚞𝚔𝚊 𝚔𝚊𝚕𝚒𝚊𝚗 𝚋𝚘𝚕𝚎𝚑 𝚜𝚔𝚒𝚙 𝚊𝚓𝚊
-𝚔𝚊𝚕𝚊𝚞 𝚔𝚊𝚕𝚒𝚊𝚗 𝚜𝚞𝚔𝚊 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚕𝚒𝚔𝚎 𝚝𝚑𝚡 𝚞 𝚋𝚊𝚗𝚐𝚎𝚝
-𝚍𝚘𝚗'𝚝 𝚏𝚘𝚛𝚐𝚎𝚝 𝚝𝚘 𝚏𝚘𝚕𝚕𝚘𝚠💗
-𝚜𝚎𝚎 𝚢𝚘𝚞 𝚒𝚗 𝚝𝚑𝚎 𝚗𝚎𝚡𝚝 𝚜𝚝𝚘𝚛𝚢..
-𝚔𝚊𝚕𝚊𝚞 𝚊𝚍𝚊 𝚜𝚊𝚛𝚊𝚗 𝚗𝚎𝚡𝚝 𝚌𝚎𝚛𝚙𝚎𝚗 𝚋𝚘𝚕𝚎𝚑 𝚔𝚘𝚖𝚎𝚗 𝚢𝚊 𝚍𝚊𝚗 𝚐𝚎𝚗𝚛𝚎 𝚗𝚢𝚊 𝚜𝚎𝚔𝚊𝚕𝚒𝚊𝚗..
-𝚔𝚊𝚕𝚊𝚞 𝚖𝚎𝚗𝚊𝚛𝚒𝚔 𝚋𝚊𝚔𝚊𝚕 𝚔𝚞 buatin😊👌