Seminggu yang lalu kami sekeliuargga berduka karna kakek meninggal mendadak dan juga tidak sakit,alasan karna kelelahan.nenek yang masih sedih pun terpaksa di temani bunda dirumah sedang kan aq ,ayah kak deva juga adikku rafa harus pulang kerumah..tiga hari sekali ayah pulang kerumah kakek untuk menengok nenek dan bunda disana.
aq baru saja bangun tidur sore ini sepulang dari kampus. entah mengapa perasaanku tetasa aneh.
lalu aq bangun dan menuju kaca rias.
"deg.........astagfirullah alazim " gumanku.
" kenapa bayangan ku tak tampak.astaga." kataku bingung.
aq sempat takut dan panik ,karna terkejut.entah kenapa aq bisa menjadi tembus pandang.dan
aq pun melihat kearah cincin yang diberi mendiang kakek sebelum beliau meninggal dan mencabutnya dari jari manisku. dan.
" ahk...........sakit
" alhamdulilah akhirnya bisa " kataku karna hampir mau lepas dan....
" astaga ......jadi concin ini yang menyembabkan
aq tak kelihatan' gumanku. heran.
ya cincin merah delima pemberian kakek itu rupanya bukan sembarang cincin.. cincin dengan
emas murni bertahta batu merah delima itu akhirnya kusimpan dalam tas selempangku.
Kini aq sedang dikantor seraya mengerjakan pekerjaan ku sebagai staff keuangan adminitrasi.
aq sedikit melamun. sudah 2 bulan aq bekerja dikantor ini setelah lulus kuliah betsama temanku
rissa.yang juga bagian staff audit akuntan.
" woi......ngelamun bae....kerjaan sudah digarap lum" tanya rissa yang membuatku kaget.
" udah ris tinggal nunggu panggilan" jawabku santai.
" hari ini presdir baru datang penganti presdir lama
katanya masih muda" kata rissa antusias.
" kayanya ada bau bau pedekate nih " godaku pada rissa.
" alah ....jangan muna ya, nanti juga kalo lihat iniganteng pasti suka" katanya membalas ucapanku.
" tergantung, keren apa ngak " jawabku santai.
seraya melihat rissa.
" ck.......awas ya nanti kalo ikutan suka" ancam rissa.
" ha ....ha ...ha... ya deh gue ngalah buat lho aja rissa, gue malas bersaingan sama sahabat." jawabku santai.
" dih.......pede banget " kata rissa.
" kok sewot sih, nanti kalo suka gue gimana " godaku.
" ish........katanya ngk mau saingan. kok masih mengharap" ejek rissa.
" gue cuma bilang kalo tuh bos suka sama gue gimana" kataku.
" ck......kepedean banget lho aliya zahra assyifa" kata rissa.menyebut nama lengkapku.
" he ..he....he... ya deh ngak jadi pede nih gue .borong semua buat lho " kataku seraya mencebikkan bibir.
" cie......cie.....mulai emosi die......." ejek rissa.
padaku
" aih....... nyerah deh , gue ngaku kalah" jawabku cuek.
rissa pun tersenyum berhasil memancing emosiku karna dia tahu aq orang yang cuek dan banyak diam, dan cara iitu membuatku jadi cerewet.
...............................
Sepulang kerja aq mampir dulu ke ingin mampir dulu kemini market. namun brak......
" astaga.....sebuah mobil menghantam bahu jalan
karna ditabrak mobil lain dari belakang. dan mobil yang menabrak pun ikut berhenti.
" aq pun meminggirkan motorku dan melihat kedua mobil itu. ada beberapa orang yang sudah mendatangi untuk menolong.
"pa gimana ada yang meninggal ngak" tanyaku ikut memeriksa.
" ngak mb, itu mas nya cuma terluka....dan yang belakang juga cuma luka luka kecil.
" bisa saya bantu pa" kataku menawarkan diri.
": oh iya tolong mas yang ini, biar kami lihat yang dimobil belakang" jawab bapa tua iyang menolong.
aq pun mengobati seorang pria pemilik mobil depan, yang cukup shock dengan apa yang dialaminya.
aq berlari mengambil p3k di bagasi motorku.dan kembali untuk mengobati luka pria itu.
' mas, angkat sedikit wajahnya " kataku pada pria itu. karna darah dipelipisnya makin banyak keluar..
aq mengobati lukanya dengan pelan. takut yang kuobati merasa sakit. matanya menatapku intens.
deg................
Entah mengapa dadaku rasa bergemuruh.
"ya Allah.......kenapa jadi begini " bathinku.
sekilas aq menatap pria di depanku mata elang nya yang tajam. mampu menusuk jantungku.
cukup tampan.dan terlihat berwibawa dengan
sikap diamnya.
Beberapa orang yang menolong tadipun sudah
mulai pergi.karna tidak begitu parah.begitu juga dengan pria yang kutolong..
" sudah ya mas " kataku lalu beranjak ingin pergi.
" trimakasih siapa namamu " katanya bertanya namaku.
" eh ....aliya mas" jawabku lalu menjauh dari pria itu dan menghampiri wanita penumpang mobil belakang yang sedang duduk minum
" sudah baikan mb, " tanyaku pada perempuan itu.
" oh sudah ngak apa apa mb ,trimakasih mb tinggal rembugkan sama mas nya itu " kata wanita
itu seraya menunjuk pria tadi yang sempat kuobati.
" oh iya kalo begitu saya pamit dulu mb"semoga bisa damai " kataku pamit.
" ya mb hati hati ' kata wanita itu.
Aq tidak jadi ke mini market karna kejadian tadi dan langsung pulang saja kerumah.
dan sesampai dirumah aq .langsung masuk kamar dan membersihkan firi di kamar mandi.setelah itu
aq kedapur untuk memasak makanan karna bunda belum pulang dari rumah nenek.biasanya ayah atau bang deva beli matengan untuk makan dirumah
aq hendak melangkah namun kuurungkan niatku karna mendengar bisik bisik dikamar depan.lalu aq
kembali kekamar.
" oh iya cincin itu." gumanku.
aq buru buru memasang cincin tembus pandang dan berjalan pelan menuju kamar depan dan kuintip lewat celah pintu.
" lho om guna" bathin ngapain dia dirumah kami.
aq pun masuk ketika om guna sedang asyik berbicara ditelp.dengan suara pelan.
" nanti malam saja, ngak enak kalo bang devan tahu" kata om guna yang tak lain suami adik dari bundaku.yaitu tante lila.
" ................
" sabar sayang abang bakal kesana nanti " jawab om guna lagi.
entah apa yang om guna bicarakan aq hanya menyimak dari balik gorden dekat pintu.karnaemang tembus pandang aq tak terlihat.
setelah obrolan itu selesai om gunapun keluar dan
menuju kamar ayah.
Deg......
" ih ngapain om guna kekamar ayah dan bunda" bathinku mengikuti om guna yang masuk kekamar
orangtuaku.
Aq terus mengikuti om guna yang rupanya mencuri uang ayah yang ada di lemari pakaian.
" ya ampun om guna kok gitu" bathinku. yang terus
mengikutinya.
rumah yang sepi membuat om guna cari kesempatan lalu setelah menciuri dikamar ayah om guna pergi ke rumah tetangga kami yaiitu
mb dewi.
" oh.....rupanya om guna ada main dengan janda gatel ini toh' bathinku yang berdiri di pinggir kamar
mb dewi.
keduanya asyik gobrol dan tak lama om guma memberi uang yang tadi dicurinya di kamar ayah
aq pun mengikuti mb dewi yang menyimpan uangnya dilemari pakaiannya.
setelah mb dewi pergi dari kamar aq pun menuju lemari mb dewi dan mengambil uang ayah. dan
pulang cepat cepat mengembalikan uang ayah sebelum pulang lalu mengunci kamar ayah.
aq pergi memadak kedapur untuk makan mslam tak bersdlang lama ayah pulang bersama bang deva.
" lho anak ayah massk ya" kata ayah yang sedang mengambil minum.
" iya yah pas tadi aliya pulang cepat " jawabku.
" wah kebetulan nih " kata bang deva.
" lho om mu belum pulang va" kata ayah bertanya
pada bang deva.
" sudah yah, tadi aliya lihat kerumah mb dewi" kataku cuek.
" oh ya sudah " kata ayah yang juga tahu suami adik iparnya itu suka main perempuan.
" kok bisa apa dia ngak takut ketahuan tante lila yah, nanti kalo ketahuan baru nyaho" kata bang deva.
" biar aja nanti keciduk warga baru yahu rasa" kata ayah tenang.
" astagfirullah ......" jawabku seraya mengelengkan kepala.
.........................
Seperti biasa aq pulang sore setiap pulang kerja
dan menyempatkan diri untuk mampir mini market
untuk membeli makanan instan dan sayur segar kalo pun ada. karna untuk kepasar harus pagi dan
siang. sore pasar sudah bubar.
selesai belanja aq pulang tampa sengaja aq melihat seorang pria di keroyok lima preman.
pria itu dengan sigap melawan.aq pun berhenti dan
memasang cincin pemberian kakek dan membantu
pria itu memukuli preman itu dangan kayu.
" ahk .....heh siapa yzng memukulku" kata preman yang kupukul.
" bukan aq " kata preman yang lain.
" aq pun mengerjai meteka, karna aneh dan tidak wajar mereka lari dan mengira ada hantu.
" setan........setan " kata seorang preman mdlihat kayu yang melayang layang. lpara preman lari tungang lagang
" ck......segitu aja kabur" ejekku.
aq pun melihat pria yang tadi ku tolong dengan
perasaan kebingungan , berpikir ada apa dengan pera preman yang menganggunya.ku lihat sejenak wajah pria itu.
" eh....bukannya dia yang kuyolong tempo hari." bathinku.
" ah sudah lah aq pun pergi dan melepas cincin merah delima ketika hendak naik motor.lalu pulang kerumah.
.......................
Pagi ini aq sengaja .berangkat lebih awal karna menurut rissa predir baru akan datang. jadi aq lebih awal datang agar tidak terlambat dan menyiapkan berkas berkas penting untuk diperiksa.
" heh tumben datang duluan" tegur rissa.
" gue takut telat" jawabku santai.
" ck.......bilang aja takut ketinggalan lihat bohan" kata t rissa.
" apaan tuh bo gan ris" kataku heran.
" ya bos ganteng lah" jawabnya cuek.
" ya ampun riss istilah lho aneh aneh aja deh" kataku sambil mengelengkan kepala.
' hadeh......biar keren dikit ya, ikut ngetren" jawab rissa.
" ck......bukan ngetren tambah payah iya, bahasa
katro itu" jawabku asal.
" widih..........protes, biasanya cuek aja tuh" kata rissa mengejek.
" heh.........capek deh " kataku akhirnya mengalah.
" woi ......ayo siap siap bos datang" tegur pa satya atasan kami.
" siap pa" jawabku dan rissa kompak.
..................................
Orang yang ditunggupun datang. diiringi staf kantor seperti Direktur, asisten dan staf staf penting.
wajah tampan terlihat jelas, dan masih muda.
juga keren, banyak staf wanita yang berdecak kagum.melihat presdir muda itu.
dan deg...........
Kedua matanya menatapku., aq pun terkejut
ketika sekilas melihat eajah itu.
" astaga dia kan.....pria yang kutolong waktu itu"
gumanku dalam hati.
" hei ya.....melamun ayo ' kata rissa yangenepuk bahuku karna para staf sudah bubar selesai menyambut presdir baru itu.
Aq dan rissa pun kembali kemeja kerja masing masing. untuk mulai mengerjakan pekerjaan pagi ini.
...................
Sebulan priedir muda itu sudah menjadi atasan kami dikantor mengantikan ayahnya. banyak staf wanita yang berlomba lomba untuk memikatnya dan mencoba menaklukan hatinya termasuk rissa sahabatku.
Arka wiranata kusuma namanya, ya putra pa Aji wiranata kusama putra pertamanya dan satu satunya anak laki laki. membuat heboh jagad perkatoran dan juga relasi bisnis.siapa yang tak ingin jadi istri presdir ganteng ,mapan dan tajir
pasti semua wanita takkan menolak.
Begitu juga denganku, aq hanya bisa menganguminya dengan diam. dan melihatnya dari kejauhan saja tak ingin bermimpi terlalu tinggi
membuatku sadar diri dan bersyukur. karna jodoh ada di tangan Allah.
Malam ini aq tak sengaja mampir cafe buat bertemu wina teman smpku dulu tampa sengaja
aq menabrak seseorang.
Brug ...........brug...
" eh maaf mas " kata gugup ketika tak sengaja menyenggol jus ditangannya dan tumpah di hodie soft pria itu pakai.
" ngak apa apa , saya yang salah" katanya lalu..
deg ...........mata kami pun saling bertemu.
" ah maaf pa " kataku yang tahu kalo dia bosku dan juga pria yang pernah kutolong.
" tak apa" katanya tersenyum lalu pergi ke tempat duduknya betsama beberapa pria xang lain.
" astaga......ya Allah .....untung ngak marah" gumanku lalu pergi menuju meja yang dipesan wina. sahabat smpku.
" hei .......aliya kan karna wina yang sudah ada dimeja itu,
" hei win......gue pikir belum datang " kataku kaget
melihat perubahan wina yang semakin cantik.
" wah tambah bohay dan cantik aja lho" kataku memuji wina.
oh" bisa aja lho ya, biasa aja ah...." katanya kalem
" gimana ....kabar tante dan om, apa kalian pibdah kesini lagi" kataku mengingat wina xang dulu pindah keamerika karna ayahnya seorang diplomat.
" iyalah....papi kan sudah masa pensiun.jadi kami menetap disini sekarang" kata wina senang.
" syukurlah ....gue turut senang win, bye the way
sendiri aja nih, ngak ada gebeten gitu" godaku.
" ada tuh lagi disana bareng sepupu gue juga" kata wina menunjuk meja yang tak lain bos askaku afa disana.
" hah ..........disa.....sana" kataku terkejut.
" iya itu yang pake kaos biru" kata wina menujnjuk pria berkaos biru yang lumayan ganteng dan keren di sebelah bos askaku.
" oh.......itu " kataku cukup kaget sekaligus kagum
karna wina juga cantik.
" udah mau merried dong, kapan nih undangannya ya" kataku mengoda wina.
" bulan depan ya, makanya gue kesini mau kasih undangan buat lho ,eh om dan tante juga datang ya" kata wina.
" insyallah win, mudahan ayah bunda ikut datang" jawabku.
" dapat diamrik ya , model keren kaya gitu "tanyaku pada wina.
" yap .....ngak sengaja dia juga teman sepupu gue ." kata wina sambil bercerita tentang hidupnya selama diamrik.
..............
Tampa terasa waktu berjalan dua jam, aq melihat jam ditanganku. kulihat sudah jam 09 11 menit.
" win gue pulang dulu ya, takut kemalaman karna motor dipake rafa " kataku pamit.
" wah pasti rafa sudah besar " kata wina .
" iya sudah sma dia tadi pinjam motor buat kerumah temannya, jadi ngatar gue sekalian " kataku panjang lebar.
" ok kapan kapan gue boleh main kerumah lho ya
kalo ngak sibuk" kata wina tersenyum
" ok ....gue tunggu " jawabku senang.
lalu wina pun mengantarku pulang ,namun sebelum pulang wina mengenalku dengan calonnya dan teman teman calonnya juga.
yes............hatiku serasa membeku.
" rendi , kata seorang pria disebelah liam calon wina.
" mhem......aliya " jawabku hampir gugup.
" beni" kata satu pria lagi..ketika menjabat tanganku.
" ya sudah saya permisi dulu, ' kataku sopan
dan ketika hendak melangkah.
" biar ku antar pulang " kata aska bos ku yang ku tahu sepupu wina.
" oh.....maaf nanti merepotkan " jawabku menolak.
" ngak apa apa lagi ya, kita juga mau pulang ini" kata wina sudah bergandengan tangan dengan liam.
" kami duluan ya " pamit liam pada teman temannya.
" ok....sampai ketemu besok bro" jawab rendi.
" ok....gue juga " kata aska.lalu melangkah
menjejeriku.
Sejak aska bos ku mengantarku pulang
kami menjadi akrab. bahkan aq sering main kerumah wina dan ketika wina lengah aq menyelinap ke kamar aska untuk tahu dan apadaja yang dikerjakannya dikamarnya.
Wina tinggal dirumah keluargga besar sang kakek yang juga kakeknya bosku aska yang tampan.
kami mulai akrab dan dekat tapi tidak untuk dikantor karna bisa bisa karyawan yang tahu
bisa bergosip ria
Entah kenapa aq mulai punya hati. tapi tak brani berharap. karna aska sospk yang pendiam.walau dia cukup ramah dan baik denganku setelah tahu
aq pernah menolongnya.namun mengaguminya
itu sudah membuat ku senang. dan setiap dia dalam bahaya aq slalu menolongnya dengan
diam diam.dengan tubuh tembus pandang agar dia tak merasa berhutang budi. karna aq iklas menolongnya. dan juga menolong orang lain.
bahkan ketika hari menjelang pernikahan sahabatku wina aq pernah sekali masuk kekamar aska dengan tembus pandang hanya untuk melihat
wajah tampannya yang tertidur pulas.yang mengemaskan.
.......................
" ya Allah dosakah aq mencintai nya ya rabb" kataku dalam doa ketika sehabis sholat magrib.
Entah kenapa hati ini rindu slalu ingin melihatnya.
namun aq tak bisa berkata apa apa selain menyukainya dalam diam.
Para karyawan wanita dikantorku juga rissa
berlomba bersaing untuk merebut perhatian aska presdir muda itu. yang membuatku mati langkah dan tak punya harapan berharap.
Hari ini adalah hari terakhir aq kerumah wina untuk membantu pernikahannya.ini kesempatanku untuk
bisa dekat dengan aska.karna rissa dan karyawan kantor tak tahu apapun tentang kami dan juga tak perlu diberi tahu.
Aq sedang membantu melukis hena di tangan wina, ketika tante bella datang ....
" hei aliya sudah disini" tegur tante bella yang juga bude wina sekaligus ibunda aska bosku.
" eh iya tante....sehat tante" kataku basa basi.
" alhamdulilah ....oh ya bisa minta tolong ngak tante sama aliya" kata tante bella yang membuatku dan wina menatapnya.
" oh bisa tante....gimana" kataku sedikit cangung.
" tolong bawakan ini buat aska ya kekamarnya" kata tante bella menyodorkan sebuah kemeja.
" ke ka....mar nya" kataku kaget.
" iya taruh aja dikamarnya " paling aska juga lagi tidur jam segini' kata tante bella
" oh baiklah tante " jawabku karna terlanjur mengiyakan tadi.
" ok trimakasih cantik" kata tante bella tersenyum lalu pergi ke kumpulan ibu ibu yang sedang membantu mengecek gaun.
" sana ya antar dulu.." kata wina tersenyum.
" heh.....tapi......
" kenapa takut diterkam bang aska" goda wina.
" hanya ngak enak masuk kamar pria win" kataku jujur.
" kan sudah kenal dekat" goda wina lagi.
" tau ah " kata berdiri dan berlalu karna semakin wina mengodaku muka ku semakin merona karna salah tingkah.
....... ........
" pake cincin apa engak ya" bathin ku mulai protes.
kupandangi cincin merah delima itu, entah kali ini aq tak niat memakainya.lalu kuyakinkan diri untuk
masuk ke kamar aska untuk mengantar kemejanya.
tok....tok ...tok....
lama aq menunggu jawaban tapi tak ada balasan
dan karna terlalu lama aq pun membuka pintu.
clek.......pintupun terbuka lalu aq masuk dan menutupnya tidak terlalu rapat.
" permisi.....permisi,...." kataku lalu meletakkan
kemeja yang kubawa diatas ranjang.
" orang nya ngak ada syukurlah " bathinku dan
brug.........aq hampir terjatuh sebuah tangan langsung menahan pingangku dan
deg ...............
msta elang itu menatapku tajam dengan rambut yang masih basah dan
" aa........hptt..........hptmm.....
aq berontak kuat, namun terdiam sesaat ketika bibir ku sudah dilumat aska...dengan......
dengan sekuat tenaga aq mendorongnya namun....
percuma tenaganya lebih kuat dan tampa kusadari aq sudah dibawah kungkungnya diatas ranjang.
mataku yan tadi terpejam cukup kaget karna dia sudah diatasku dan wajahnya hanya berjarak 2 centi.
" apa........yang bapa lakukan....." kataku takut....
" menurutmu " jawabnya.
" bapa minggir .....saya hanya disuruh mengantar kemeja bapa " kataku gugup takut bosku berbuat macam macam.
" mhemm......." katanya tampa menjawab fan....
" brak........aska .........teriak sebuah suara.....
aq pun langsung mendorong tubuh aska , yang sedang menoleh....
" bunda ....." kata aska kaget...
" apa apaan kamu hah......" kata tante bella yang lalu menarikku kebelakang tubuhnya far atas ranjang.
" maaf mah ngak sengaja, tadi....."...kata aska.
" apa mau berbuat mesum hah .... ya allah aska..."
omel tante bella karna melihat aska yang memakai boxer dan tampa mengunakan baju dengan bertelanjang dada.
Aq yang tadi takut fan gugup langsung ditarik tante bella keluar kamar dari kamar aska
.................................
Hari ini adalah hari paling bahagia buat wina, karna pagi ini akad nikah akan terlaksana.
Ayah dan bunda juga bang deva dan adikku rafa hadir. kami berlima menghadiri akad pagi ini dirumah kediaman keluargga wina dan juga aska.
" aliya......." panggil tante bella padaku
" iya tante....." jawabku.seraya menatap bunda.
bunda mengengam tanganku, dan berdiri mengikuti
tante bella menuju dimana wina sudah siap dengan baju kebaya putih dan terlihat sangat cantik sekali.
ayo duduk sini, biar dandan dulu" kata tante bella menyuruhku duduk dan dimeke up.
" tante tapikan aliya cuma tamu.......ini berlebihan" kataku tak enak karna didandani sedemian rupa
" udah nurut sana tante " kata tante bella.
Bunda yang berdiri disampingku hanya tersenyum tampa bicara apapun ,nymun terlihat jelas tante bella dan bunda saling tatap sepertinya memberi
kode dengan penuh arti.
Tak lama selesai berdandan aq duuk disamping wina yang tersenyum manis dan terdengar diliur sana suara ijab kabul sedang dilafadkan.dan kata sah ....bersahutan.
dan setelah itu.....terdengar lagi suara ijab kabul
diucapkan seseorang, entah siapa dan ......
aliya zahra asyiffa bin afnan fatahillah dengan mas kawin dibayar tunai.
dan kata sah ...sah ....pun bersahutan
deg ..........
Dadaku serasa sesak...seketika. wina yang melihatku dengan mata berkaca kaca mengengam tanganku erat lalu ketika tante bell tante mira
meminta kani berdua keluar kamar.....
liam tersenyum menyambut wina lalu wina mencium tangan liam dengan takzim dan mendoakan ubun ubun wina dengan doa.
sedangkan aq ....entah kaki serasa kaku dan tak sanggup berjalan melihat itu aska langsung maju dan mrngengam tangan erat.
" selarang kau istriku" ucapnya tegas terlihat tenang.
" dengan perasaan berkecamuk aq mencium tangan bosku itu dengan mata berkaca kaca. dan aska pun menvium keningku dan membaca doa dan menciumku.
Menikah dadakan membuatku sport jantung. rupanya kejadian kemaren membuat tante bellla dan om aji berunding dengan ayah dan bunda tampa sepengetahuanku. namun aq juga tak bisa menolak karna pria yang menjadi suamiku adalah orang yang kusukai.
Rupanya cincin tembus pandang yang kupakai untuk menolong orang fan bosku membawa berkah. kini aq percaya. bahwa sebuah amanat yang kita gunakan dengan baik akan beamfaat dan berkah. karna bukan untuk kejahatan.
setelah menjadi istri aska danenunggu resepsi pernikahan aq resain kerja. tampa mengatakan apa apa apda teman temanku .juga dengan rissa. aq hanya ingin memberi mereka kejutan bahwa pak aska kini secara hukum agama dan negara milikku.
Tamat.
..
.
..