Senin, 9 Mei 2022.
Hari ini adalah hari pertamaku memasuki Sekolah Menengah Atas di Kota Bandung, bukan sebagai siswa baru kelas 10 karena ini sudah akan memasuki semester 2. Bingung ya?Nama ku Aqilla Grizelle, biasa di panggil Qilla. Aku merupakan siswi baru kelas 11, aku pindah kesini karena mengikuti ayahku yang dipindah kan bekerja disini.
Aku berjalan mamasuki gerbang sekolah, banyak siswa dan siswi yang melihat ke arahku. Akupun hanya cuek saja menanggapi mereka dan tetap terus berjalan menuju kelas.
Eh tunggu!
aku... tidak tau letak kelas ku dimana ^-^
maklum murid yang daftar dadakan :(
Akupun memutuskan untuk menanyakan kepada guru karena merasa masih canggung dengan murid disana yang menatapku sinis, entahlah aku tidak tau apa salahku.
Setelah pergi ke kantor dan mendengarkan penjelasan dari guru, akupun langsung menuju kelasku.
Tampak calon teman baru yang merupakan teman sekelas ku sudah bersiap untuk pergi ke lapangan karena hari ini ada upacara bendera. Setelah meletakkan tas ku di kursi paling ujung yang tampak kosong, akupun bergegas menyusul murid lainnya. Tak sulit mencari barisan karena setiap kelas memiliki palang nya masing masing.
“Murid baru ya?” tanya seorang cewek berambut pendek yang berdiri di sebelahku.
“Eh iya”jawabku gugup sembari tersenyum manis.
“Kenalan dulu dong, Gue Fany... nama lo?” tanya nya sembari mengulurkan tangannya
“Aqilla, panggil Qilla aja”jawabku sembari menyambut uluran tanganya.
••••
Setelah upacara selesai, aku dan Fany berjalan berdampingan menuju kelas. Namun langkah kami terhambat ketika seorang pria tampan berlari di sela (tengah) kami, membuat kami kehilangan keseimbangan dan terjatuh begitupun dengan pria itu.
“Maaf, aku tadi sedang terburu-buru” katanya sembari akan membantu kami berdiri.
Di saat yang bersamaan sekelompok perempuan nampak berlari kearah kami bertiga, secara tiba tiba pria tampan itu langsung menggenggam tanganku yang masih dalam posisi duduk.
“Kamu mau kan jadi pacarku?”tanya nya, membuat aku merasa sangat shock dan bukan hanya aku Fany beserta sekelompok wanita itupun tampak mematung.
“Kamu bisa memikirkan nya dulu, ayo aku antar kamu kekelas”ucapnya menarik tanganku perlahan, membawaku yang masih linglung menjauh dari Fany dan yang lainnya.
“Sorry, membuatmu terkejut... are you okay?” tanya nya membuyarkan lamunan panjang ku
“Eh ada apa ya kak?”jawabku linglung, diapun langsung terkekeh geli
“Tidak apa, soal yang tadi kamu boleh mempertimbangkan nya... aku tunggu jawabanmu gadis manis”ucapnya berlalu meninggalkan ku yang masih tertegun
“Qilla!”Pekik Fany mengagetkan ku
“Lo kemana aja astaga, panik banget gua nyariin lo kemana mana”tanyanya dengan nafas yang tersengal sengal
“gak tau” jawabku asal, karena yah aku memang belum tahu tata letak sekolah ini
“Eh btw gimana?”tanyanya sembari menaikan turunkan alisnya
“apanya yang gimana?”tanya balikku bingung
“Eh buset, lo kan baru aja di tembak dan diculik ka Arga... gimana lo terima dia jadi pacar lo, gila lo baru sehari disini udah bisa menggaet cogan aja”
“Heh, kenal aja enggak... paling dia cuman becanda aja biar bisa putus dari cewek yang ngejar dia tadi”
“jadi lo tolak dia karena hal itu?”
“maybe” (mungkin)
“asal lo tau ya Kak Arga itu primadona di sekolah ini, wajar kalo dia dikejar banyak cewek termasuk kakel cewek tadi”
“dan wajar sih lo salah paham, soalnya lo anak baru... tapi asli sih lu beruntung banget kalo bisa jadian sama kak Arga, pria tertampan yang tak tergapai oleh siswi manapun kecuali lo”lanjut nya sembari terkekeh pelan.
akupun hanya diam sembari mengikuti langkah Fany yang mengarah menuju kelas sepertinya... tiba tiba ucapan kak Arga tadi terlintas dipikiranku
“soal tadi?mempertimbangkannya?menunggu jawabanku, dan hah?gadis manis”gumamku sembari mencerna semuanya.
hal ini benar masih sulit di cerna oleh akal sehat Qilla, dihari pertama tanpa mengenal sebelumnya... tiba tiba dia ditembak seorang pria primadona di sekolah barunya!
END.