Sebuah mobil melaju dengan cepat memecah jalanan sepi menuju hutan belantara yang di kenal Angker. yaaa,,mereka adalah lima anak muda yang tidak percaya adanya ha-hal tahayul yang berada di dalam hutan dekat kota, yang jarang sekali dimasuki oleh sekelompok manusia. Mereka begitu nekat untuk membuktikan kebenaran tentang cerita Hutan Belantara.
"ehh coba kalian perhatiin, hutannya kok makin lama makin lebat dehh" Tanya Vania yang sedang memperhatikan hutan yang di lewatinya dan merasa sedikit hal yang kurang enak untuk melanjutkan perjalanan.
"Vania,,,Vania namanya juga hutan pasti banyak pepohonan makanya tambah lebat" Jawab Vino sambil melirik kearah Vania, lalu melihat kearah jalan karena ia sedang mengemudikan mobilnya.
"Tapii Vin, apa kata Vania bener deh kayaknya, aku juga udah punya perasaan gak baik" Karina melihat sekeliling perjalanan hutan dan langsung mengusap ngusap tengkuknya.
"Ngantuk dengerin kalian ngomong yang gak jelas" Bimo melanjutkan tidurnya di sebelah Niko.
"alahhh kau ma emang tidur melulu kerjaannya" Mendengar hal itu semuanya tertawa terkecuali Niko yang selalu memandangi hutan belantara yang mereka lewati.
"Firasat ku mending kita balik aja dehh, bener kata Vania sama karina, hutan ini emng gak baik buat uji coba kita" kata Niko yang masih melihat hutan.
"Bilang aja kau gak berani" jawab vino dengan nada mengejek.
"Udah udah,,,, mending kita lanjut aja deh gak papa, kita udah capek capek kesini gak mungkin pulang lagi,,,tapi kita disini bentar aja takutnya ada yang hilang di antara kita" semua nya mengangguk saat mendengar kata Vania.
Akhirnya mereka berhenti di tempat yang menurut mereka aman dan mendirikan 2 tenda serta menyiapkan alat yang di perlukan untuk malam nanti, karena mereka tiba di hutan sudah hampir petang.
"Ternyata udaranya sejuk juga, benar benar hutan yang terjaga" Niko sambil merentangkan tangannya.
"jadi betahh" Karina menghirup nafas dalam dalam enggan melepaskan kembali udara yang begitu sejuk sampai di tenggorokan.
" gitu kalian bilang hutan ini emng angker, gak baik buat kita yang ini yang itu, buktinya kalian suka,,huhh dasar" Vino tiba tiba di belakang mereka, mendengar omongan Vino mereka hanya tertawa kecil.
"Vino, Niko kita harus cari kayu bakar buat api nanti malam" kata Vania.
"Bimo mana, biar dia yang cari kayu bakar"
"Bimo lagi beresin barang barang"
"tumben tu anak mau kerjaan kayak begitu, ya udah deh mending aku aja yang nyari" jawab Niko lalu mencari kayu yang agak jauh dengan lokasi tenda mereka. Niko melihat sekelilingnya, ia melihat semak belukar yang tinggi tinggi, beda jauh dengan lokasi tenda mereka. jam menunjukan pukul 6 Niko masih mencari-cari kayu bakar, tanpa ia ketahui ada sosok makhluk di atas pohon yang berjalan merayap mengikutinya. Tetesan air liur mengenai tangan Niko saat mengambil ranting-ranting kayu, seketika ia melihat atas pohon tepat di depannya, ada makhluk yang menyeramkan dengan gigi serta kuku yang tajam yang menempel di batang pohon besar. Niko pun lari kearah lokasi tenda mereka, Namun makhluk itu lebih cepat dan akhirnya Niko terseret dan tubuhnya tercabik-cabik oleh makhluk itu.
Di sisi lain teman-temannya sedang menunggu Niko namun tak kunjung kembali. tanpa waktu lama mereka berpencar di bagi dua kelompok untuk mencari Niko, senja sudah berganti menjadi malam. Mereka kembali ke tenda, mungkin Niko sudah kembali, namun tidak ada tanda tanda keberadaan Niko. Setelah lama menunggu mereka melihat seseorang yang mirip dengan Niko namun hanya berdiri tidak melangkah mendekati mereka, akhirnya Vania mendekati sosok itu dengan senter ia melihat sosok dengan tubuh yang penuh dengan cabikan dan darah dengan kepala miring ia mirip seperti Niko, Vania berteriak dan lari begitu pun dengan karina, vino dan Bimo. mereka lari terpencar hanya Vania dan Bimo yang masih bersama.
dengan nafas yang tersengal sengal Karina melihat sekeliling nya, ia mendengar suara ranting-ranting pohon berjatuhan, dengan rasa takut yang ada ia hanya mematung sampai melihat sosok yang tidak begitu jelas, bukan itu bukan sosok Niko yang dia lihat tadi..namun lebih mengerikan, makhluk itu melompat kearahnya dan Aaaaaaaaa suara teriakan menggema di dalam hutan tersebut.
Vino mendengar teriakan tersebut yang tidak berada jauh di tempat ia berdiri begitu juga dengan Vania dan Bimo, mereka langsung berlari ke sumber suara tersebut dan akhirnya mereka melihat mahkluk yang sedang menggigit Karina dengan buas. tanpa waktu lama mereka berlari bersama-sama ke arah arah tenda.
"pokoknya kita harus kembali ke tenda dan langsung ambil kunci mobil, kita juga jangan berpisah lagi jika gak mau ada korban lagi oke" Vania dan Bimo hanya mengangguk menuruti kata Vino. Dengan gelapnya malam akhirnya mereka sampai ketenda dan mencari kunci mobil, tanpa lama kunci mobil sudah vino dapatkan dan mereka pun berjalan kearah mobil mereka. dengan tergesa gesa kunci mobil terjatuh di tanah, Vino pun mengambilnya dan kressss tangannya digigit oleh makhluk yang sama, ia melawan makhluk itu sekuat tenaga, sedangkan Vania dan Bimo berada di depannya. Bimo pun mengambil kayu dan memukul makhluk itu, makhluk itu pun melepaskan gigitannya dan langsung menerkam Bimo.
" vino,,Vania cepat pergi dari sinii,,, cepettt" dengan tenaga yang ada ia berusaha melawan makhluk itu.
" tapi Bim" dengan nada tidak percaya vino menatap Bimo tidak percaya.
" cepatt pergiii,,,gak usah mikirin akuu"
Makhluk itu pun menyeret tubuh Bimo jauh dari Vania dan Vino. Vania menjerit dan menangis, vino pun membawa Vania masuk kedalam mobil dan segera memacu mobil untuk meninggalkan hutan tersebut.