"Ketulusan adalah hal yang sulit di dapatkan dan identitas adalah hal yang selalu di pertanyakan.Apakah pantas jika seseorang mengabaikan kesetiaan kemudian MENINGGALKAN?"
Clarisa adalah seorang gadis cantik yang jarang merias diri sehingga tampilannya cupu.Dia selalu dibully oleh teman temannya di sekolah.Clarisa adalah anak angkat dari seorang pengusaha terkenal.Dia di bawa oleh Papa angkatnya ketika berusia 4 tahun.Kakak kakak angkat Clarisa tidak menyukainya karena mereka merasa Clarisa telah merebut kasih sayang Papa mereka.Sedangkan Mama angkatnya merasa terbebani dengan keberadaan Clarisa di keluarganya.
Suatu hari Clarisa baru pulang sekolah dan hendak memasuki mobil jemputan yang di kirim oleh Papa angkatnya.
Tiba tiba Amel,Kakak angkat Clarisa datang dan menarik tangan Clarisa ke tempat yang sepi.Amel menghina Clarisa dan mendorongnya hingga terduduk di jalanan.Amel pergi meninggalkan Clarisa yang tengah menangis.Aldo,cowok yang terkenal playboy dan suka mempermainkan wanita menyaksikan kejadian Clarisa yang tengah di siksa oleh Amel.Aldo penasaran,dia menghampiri Clarisa dan membantunya berdiri.Saat Aldo membantunya Clarisa langsung menghapus air mata yang ada di sudut matanya.
Clarisa mengucapkan terima kasih kepada Aldo dan hendak pergi namun tangan Aldo menghentikannya.Clarisa berbalik menatap Aldo,dia terpesona menatap wajah teduh Aldo.Aldo mengulurkan tangan dan memperkenalkan dirinya.Clarisa membalasnya dan pergi meninggalkan Aldo.Clarisa memasuki mobil jemputan yang dikirim oleh Papanya.
Di dalam mobil,Clarisa senyum senyum sendiri membayangkan pertemuannya dengan Aldo tadi.Dia tersadar saat mobil berhenti di depan rumah mewah dan megah.Clarisa turun dan langsung masuk.Dia di sambut dengan tatapan tak suka Mama dan Kakak kakak angkatnya.Mama angkat Clarisa memarahinya karena pulang telat dan menyalahkan amel.Rambut Clarisa dijambak oleh Mama angkatnya yang membuatnya berteriak kesakitan.Teriakan Clarisa membuat kesal Mama angkatnya hingga membuat dia didorong dan menabrak lemari.Hidung Clarisa mengeluarkan darah.Melihat hal itu,Mama angkat Clarisa menyuruh dia untuk pergi ke kamarnya dan merenungkan kesalahannya.Clarisa masuk ke dalam kamarnya dan membersihkan darah yang mengalir dari hidungnya.Clarisa sangat sedih,dia menghempaskan tubuhnya ke kasur dan menangis sejadi jadinya untuk meringankan beban di hatinya.
"Terkadang menangis disebut sisi terlemah kita.Tetapi menangis juga bisa meringankan beban di hati kita"
Clarisa terlelap karena lelah.Dia bangun dan berniat untuk pergi makan malam.Clarisa mengurungkan niatnya mengingat perlakuan Mama angkatnya tadi.Dia tau kalau hari ini Papanya lembur jadi tidak ikut makan malam.Clarisa tau apa yang akan di lakuakan olah Mama dan Kakak kakaknya saat Papa tidak ada di rumah.Clarisa berniat makan malam setelah Mama dan Kakak kakak angkatnya selesai makan.
Terdengar suara mobil di luar,Papa Clarisa baru pulang bekerja.Clarisa menyambutnya dan makan malam bersama Papanya.Karena Mama dan Kakak kakak angkatnya sudah makan malam duluan.Saat tengah makan malam,tidak ada pembicaraan hanya terdengar suara benturan sendok dan garpu.
Setelah makan malam.Papa Clarisa membuka pembicaraan dan menanyakan keadaan Clarisa. Papa angkat Clarisa tau betul apa yang di lakukan istri dan anak anaknya kepada Clarisa tetapi dia tidak berdaya dia hanya bisa meminta maaf kepada Clarisa. Papa angkat Clarisa menanyakan apa Clarisa tidak berniat mencari identitasnya yang asli?Clarisa menjawab bahwa dia tidak memiliki apapun yang menandakan identitas aslinya.Papa angkat Clarisa mengajaknya ke ruang kerja yang jarang di masuki siapapun kecuali Papanya.Clarisa bingung kenapa Papanya membawa dia keruang kerjanya. kemudian Papa angkat Clarisa menyerahkan kotak antik dan menyuruh Clarisa membukanya.Clarisa membukanya,kotak itu berisi sebuah liontin yang mengkilau dan sebuah foto gadis kecil bersama Ayah dan Bundanya.Clarisa bingung melihat isi kotak itu.Kemudian Papa angkat Clarisa mengatakan bahwa isi kotak antik itu adalah identitasnya.Papa angkat Clarisa menyimpan barang yang dipakai oleh Clarisa sebelum sampai di rumah agar istrinya tidak mencoba untuk mengambilnya.Clarisa mengembalikan barang itu ke Papa angkatnya dan mengatakan bahwa barang itu akan lebih aman bersama Papa angkatnya tetapi Clarisa akan memintanya suatu saat nanti.Papa Clarisa menyetujui keputusan anak angkatnya itu.Mereka berdua pergi ke kamar masing masing dan beristirahat.
Clarisa pergi ke sekolah dan seperti biasa dia dibully,dihina.Tetapi,kini berbeda karena ada yang menyelamatkannya dia adalah Aldo.Semua yang tengah membully dan menghina Clarisa menghentikan aksinya dan membubarkan diri.Clarisa mengucapkan terima kasih pada Aldo.
Hari berubah menjadi minggu,minggu berubah menjadi bulan.Aldo selalu menyelamatkan Clarisa dari orang yang selalu membullynya.Clarisa diam diam jatuh cinta kepada Aldo.
Pada suatu hari Aldo menyuruh Clarisa untuk pergi ke taman menemuinya,Aldo berlutut sambil mengucapkan apa kamu mau jadi pacarku?Perkataan yang membuat hati Clarisa merasa senang.Clarisa menerimanya dan mereka menjalankan hubungan mereka dengan baik.Clarisa mengajak Aldo untuk bertemu dan membagi rahasianya,Aldo menyetujuinya.Clarisa mengatakan bahwa dia adalah seorang anak asuh dan adik angkat Amel.Seketika raut wajah Aldo berubah.Aldo meminta penjelasan kepada Clarisa,dia menjelaskan semuanya kecuali tentang liontin dan foto yang ditunjukan Papanya.Mendengar penjelasan Clarisa, Aldo langsung berdiri dan hendak meninggalkan Clarisa. Tetapi,Clarisa menahannya sehingga Aldo mendorong tubuh Clarisa sampai terduduk di jalanan.Aldo mengatakan bahwa dia tidak sudi berpacaran dengan wanita cupu,jelek,jika bukan karena Papanya seorang pengusaha terkenal.Kata kata yang dengan mudahnya di ucapkan oleh Aldo membuat hati Clarisa hancur.Clarisa menangis,dia menatap Aldo dan tersenyum getir meratapi nasibnya dan menyuruh Aldo pergi dari hadapannya.Aldo pergi dengan kesal karena semua usahanya sia sia.
Setelah Aldo pergi Clarisa bangkit dan berjalan untuk pulang tetapi hujan turun dengan lebat seperti suasana hatinya.Clarisa terus berjalan dengan keadaan basah kuyup.Clarisa pulang dan langsung pergi ke kamarnya dia merasa pusing karena tadi kehujanan.Clarisa istirahat sebentar dan bangun untuk menemui Papanya.Clarisa meminta kotak antik yang berisi identitas aslinya,Papanya memberikannya dengan senang hati.Senyuman Papanya pudar kala mendengar perkataan Clarisa bahwa dia akan pergi dari rumah ini dan mencari orang tuanya.Dengan berat hati,Papa angkat Clarisa menyetujui pilihan Clarisa. Papa angkat Clarisa juga mengijinkan Clarisa pergi agar dia tidak menderita karena di siksa oleh istri dan anak anaknya.
Pagi pagi sebelum semua orang bangun Clarisa pergi dari rumah.Dia melakukan itu agar Papa angkatnya tidak sedih melihat kepergiannya.
Clarisa punya rumah kecil yang di dapat dari kerja kerasnya dan tabungan uang sakunya.Clarisa tinggal di sana dengan tenang dan dia tetap sekolah bersama Kakak kakak angkatnya.
Suatu hari saat Clarisa pulang sekolah dia menabrak seorang wanita elegansekitar berumur 40an.Tanpa sengaja liontin yang ada di saku Clarisa terjatuh dan diambil oleh wanita itu.Wanita itu menanyakan apa liontin itu miliknya?Clarisa menjawab bahwa liontin itu miliknya.Di wajah wanita itu terukir senyuman.Wanita itu menawarkan pekerjaan kepada Clarisa sebagai perancang busana.Clarisa sangat senang karena menjadi perancang busana adalah salah satu impiannya.Wanita itu semakin senang mendengar jawaban Clarisa. Clarisa langsung diajak oleh Wanita tadi yang bernama Carlina ke rumahnya.Clarisa sangat kagum dengan rumah mewah dan megah yang ada di hadapannya.Kalau dibandingkah dengan rumah Papa angkatnya,rumah yang ada di depannya 5× lipat lebih besar.
Clarisa masuk ke dalam rumah itu dan Ibu Carlina menunjukan kamarnya.Alangkah terkejutnya Clarisa melihat kamar yang akan di tempatinya seperti kamar anak majikannya.Clarisa berniat bertanya tapi Ibu Carlina memotong ucapannya dan berkata bahwa nanti kamu akan tahu alasannya saat makan malam tiba.Clarisa menurut dan membereskan pakaiannya.
Di sisi lain Ibu Carlina tengah menelpon suaminya dan menyuruhnya untuk makan malam di rumah karena dia punya kejutan.
Waktu makan malam tiba.Di meja makan Clarisa duduk bersama Ibu Carlina dan Pak Carly yang merupakan suami Ibu Carlina.Mereka terlihat seperti Ayah,Ibu,dan Anak.
Pak Carly terus memandangi Clarisa begitupun Ibu Carlina. Tatapan mereka membuat Clarisa risih dan membuka pembicaraan.
"Clarisa menanyakan kenapa dia tinggal di kamar utama kan dia hanya pegawai biasa.Ucapan Clarisa membuat Ibu Carlina dan Pak Carly tersenyum senang.Karena kamu adalah puteri kami.Ucapan Pak Carly membuat Clarisa kaget.Clarisa bertanya apa maksud dari perkataan Pak Carly. Ibu Carlina menjelaskan kejadian saat usia puterinya 4 tahun ada orang yang menculiknya.Penculiknya sudah tertangkap tetapi penculik itu mengatakan bahwa kamu mencoba melarikan diri dan tersesat.Clarisa merasa senang karena dia bukanlah anak yang di buang oleh orang tuanya.Mereka saling berpelukan untuk mencurahkan kerinduan.
Clarisa pergi ke sekolah dengan tampilan biasanya yaitu cupu dan jelek.Clarisa dibully dan dihina seperti biasa.Lalu ada seseorang yang menghentikan mereka membully Clarisa. Clarisa kaget saat melihat Arka,cowok yang paling dingin di sekolahnya.Semua diam karena mendapat tatapan tajam dari Arka.Arka pergi meninggalkan kerumunan para murid yang kurang kerjaan itu.Clarisa mengucapkan terima kasih, dia mengira bahwa Arka tidak akan mendengar perkataannya.Tetapi,Arka mendengarnya dan menyunggingkan senyuman yang jarang dia perlihatkan.
Kejadian itu membuat Clarisa terus mengingat Arka.Begitu juga dengan Arka yang terlihat senang mendapatkan ucapan terima kasih dari Clarisa. Arka mengutuki dirinya sendiri karena merasa senang dengan ucapan terima kasih seorang cewek.
Suatu hari saat Clarisa pulang sekolah,Amel menghina dan menyiksa Clarisa. Tetapi pada saat Clarisa didorong oleh Amel dan hendak terjatuh,ada tangan yang melingkar di pinggang rampingnya dan menyelamatkannya.Amel pergi dengan kesal karena mendapat tatapan tajam dari orang yang dia sukai yaitu Arka.Clarisa mengucapkan terima kasih kepada Arka yang di jawab deheman saja.Clarisa langsung berlari menuju mobilnya karena dia tidak ingin Arka melihat wajahnya yang merah bak tomat karena malu.Arka yang melihat tingkah laku Clarisa yang menggemaskan tersenyum.
Beberapa minggu kemudian...
Semakin hari Clarisa dan Arka semakin dekat.Arka mengajak Clarisa pergi ke pantai untuk melihat pemandangan matahari terbenam di sana.Arka menanyakan kepada Clarisa apakah Mamanya akan marah?Karena yang dia tau saat menyelidiki Clarisa Mamanya akan selalu menyiksanya jika pulang terlambat.Clarisa tersentuh mendengar perkataan Arka.Clarisa menggelengkan kepalanya menandakan bahwa Mamanya tidak akan marah.Clarisa berpikir bagaimana bisa Arka tahu kalau dirinya akan disiksa apabila terlambat pulang.Arka yang mendapat pertanyaan dari Clarisa jadi salah tingkah dan mengakui bahwa dia menyelidiki Clarisa saat dia pertama kali melihat Clarisa.Arka mengutarakan isi hatinya bahwa dia mencintai Clarisa. Clarisa terpaku mendengar ucapan Arka,dia takut akan terjadi hal yang sama seperti Aldo meninggalkannya.Clarisa menanyakan bahwa apa Arka menerima identitas Clarisa sebagai anak angkat. Arka mengatakan bahwa dia sudah tau saat menyelidiki Clarisa dan Arka juga mengatakan bahwa dia menerima Clarisa apa adanya.Bahkan Arka mengatakan hal yang mampu membuat Clarisa terdiam.Dia mengatakan bahwa kalau Clarisa tidak mempercayainya dia akan melamar Clarisa dan menikahinya setelah lulus.Perkataan Arka yang antusias membuat Clarisa menerima cintanya.
Clarisa belum membongkar identitas aslinya kepada siapapun termasuk Arka.
Arka merasa sedih karena setelah mengutarakan cintanya pada Clarisa, dia mendapat telpon dari Papanya yang mengatakan bahwa dia akan dijodohkan,pernyataan itu tidak bisa di bantah.Dan yang membuatnya frustasi adalah dia akan menemui calon istrinya malam ini juga.
Clarisa telah sampai di rumah dengan perasaan yang sangat bahagia.Ibu Carlina memanggil Clarisa dan mengatakan bahwa Clarisa harus cepat bersiap siap karena sebentar lagi calon suaminya akan datang.Ucapan Ibu Carlina membuat Clarisa terpaku,Ibu Carlina menepuk bahu sang anak dan menyadarkan Clarisa dari lamunannya.Ibu Carlina meminta maaf karena tidak memberi tahu tentang perjodohan ini.Ibu Carlina juga mengatakan bahwa pasangan hidup seorang pewaris ditentukan oleh perjodohan.Clarisa pergi ke kamarnya agar sang Ibu tidak melihat kesedihannya.Clarisa hendak menelpon Arka,tetapi dia mengurungkan niatnya kala melihat ada pesan dari Arka.
"Clarisa aku mencintaimu dengan tulus tapi maafkan aku karena tidak bisa memperjuangkan cinta kita.Karena posisiku sebagai ahli waris dari kekayaan keluargaku,pasangan hidupku di tentukan oleh orang tuaku lewat perjodohan.
Maafkan aku,jika kamu ingin membenciku aku tidak akan melarangmu dan ingat 'aku selalu mencintaimu meskipun kita tidak bisa hidup bersama' ."
Pesan yang membuat Clarisa tersentuh dan menitikkan air matanya.Sekarang dia tau bahwa Arka benar benar mencintainya.Karena Arka dan Clarisa adalah pewaris keluarga mereka jadi mereka bertekad untuk saling mencintai meskipun tidak bisa hidup bersama.
Carlina merias puteri semata wayangnya dengan sangat cantik.Clarisa memang cantik dia hanya malas merias dirinya.
Terdengar suara mobil yang menandakan calon suami Clarisa sudah datang.Ibu Carlina membawa Clarisa turun untuk bertemu dengan calon suaminya.Clarisa duduk dan melirik calon suaminya itu.Alangkah terkejutnya Clarisa melihat Arka ada di hadapannya.Sedangkan Arka sedang nemikirkan kenapa gadis yang ada dihadapannya sangat mirip dengan pacarnya.
Kedua orang tua memperkenalkan anak anak mereka.
Alangkah terkejutnya Arka saat mengetahui kalau pacarnya Clarisa tengah duduk di hadapannya.Arka tidak percaya karena penampilan Clarisa sangat berbeda sehingga dia hampir tidak mengenalinya.
Hati Clarisa dan Arka menjerit bahagia karena mereka dijodohkan dengan orang yang mereka cintai.
Satu minggu setelah acara perjodohan Clarisa dan Arka melangsungkan acara pernikahan tanpa resepsi karena mereka masih sekolah.Clarisa meninggalkan rumah orang tuanya dan tinggal di rumah Arka.
Saat pergi ke sekolah Clarisa merubah penampilannya yang cupu dan jelek menjadi cantik dan anggun.Para murid menyangka bahwa Clarisa adalah murid baru yang berniat mereka dekati.Alangkah terkejutnya para murid saat mengetahui bahwa murid yang disangja murid baru adalah Clarisa si cupu.Aldo yang mendengar berita itu tidak percaya dan menemui Clarisa secara langsung.Aldo terpesona oleh kecantikan Clarisa, Clarisa tersenyum sinis melihat hal itu dan mengatakan apa kamu menyesal telah meninggalkanku?Aldo tertunduk kemudian kembali menatap Clarisa dan mengatakan kamu masih mencintaiku,kan? ayo kita jalin hubungan kita dari awal lagi dan aku akan terima kamu apa adanya.Begitu mudah Aldo mengatakannya.Clarisa mengatakan bahwa dia tidak bisa menerima perkataan Aldo dan dia juga mengatakan bahwa dirinya sudah menjadi milik orang lain.Clarisa mengatakan bahwa dia memiliki orang yang mencintainya apa adanya dan begitu juga dengannya yang mencintai orang itu.
Clarisa dan Arka telah lulus,mereka membagikan undangan resepsi pernikahan mereka yang membuat gempar seluruh sekolah.Mereka yang selalu membully dan menghina Clarisa kini menatapnya dengan kagum.Papa angkat Clarisa mendoakan putrinya agar selalu bahagia.Sedangkan,Istri dan anak anaknya menatap sebal Clarisa dan dekorasi pernikahan yang sangat menakjubkan.
Hari berganti menjadi minggu,minggu berganti menjadi bulan,bulan berganti menjadi tahun.
Clarisa melahirkan sepasang anak kembar yang diberi nama Christina dan Arya.Nama bayi perempuannya mirip dengan sang Ibu.Sedangkan nama bayi laki lakinya mirip dengan sang ayah.Clarisa,Arka, dan keluarganya hidup dengan kebahagiaan yang sempurna.
"Jangan terlalu dalam memikirkan masa lalu,karena semakin memikirkannya kita akan semakin terjebak di dalamnya.Bangkit dan jalani hidupmu dengan baik karena ada masa depan dengan sejuta kebahagiaan menunggumu."
The End
Kalau kalian para readers mau lanjutan dari cerpen ini.Like dan komennya harus banyak biar author semangat nulisnya ya ;-)