Sengaja kuparkir mobil di ujung jalan. Aku turun dan berjalan keatas jembatan yang menghubungkan sebelah utara dan selatan desaku.
Kuhirup udara dalam - dalam untuk merasakan segarnya udara yang jarang kudapatkan dikota.
Mataku pun terpejam menikmati suara gemericik air mengalir di sungai dekat tempatku berdiri.
Aaah... suasananya mengingatkanku pada kenangan masa kecilku. Langkahku terus menyusuri jalan, pandanganku mengabsen satu per satu kenanganku.
Lihatlah!! Begitu turun dari jembatan, sebuah Masjid terbesar di desa menyambutku hangat. Suara adzan menyapa seolah - olah tau aku datang. Betapa tentram hatiku mendengarnya.
Tak jauh dari Masjid itu, sekitar 200 meter tampak sebuah gereja dengan sebuah panti asuhan dibelakangnya.
Tanah kosong di dekat Panti Asuhan itu adalah tempat bermainku dengan anak - anak tetangga. Kadang kala anak - anak panti juga ikut bergabung dengan kami. Berkejaran, petak umpet, main kelereng, atau bahkan berkejaran.
Langkahku akhirnya berhenti di sebuah peternakan sapi.
Hmmm... sekarang halaman depan peternakan itu telah di bangun cafe, mungkin tujuannya untuk nongkrong anak muda.
Bau asap dupa samar - samar terasa di hidungku, membuatku menoleh ke seberang jalan. Ternyata vihara kecil diseberang peternakan itu pun masih ada hingga hari ini.
Indahnya hidup berdampingan dengan rukun. 🥰
Wow!! Bahkan setelah sekian tahun pohon jambu air di halamannya juga masih ada. Pohon yang selalu menggodaku tiap pulang sekolah. Bayangkan saja, berjalan di siang hari yang panas eeeh... pohon nakal itu bergoyang - goyang mengejekmu dengan buahnya yang ranum.
"Kapan sampai Nak?", suara lembut yang kurindukan menyapaku. Tanpa perlu menoleh, aku tau siapa dia.
Aaah...ternyata aku sudah sampai di surgaku. Dia adalah Ibuku....
🏡Home sweet home🏡